Tampilkan postingan dengan label Laka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laka. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 November 2010

Bus Restu Tabrak Motor TNI, 3 Tewas

  • Senin, 22 Nopember 2010 | 06:56 WIB

Korban Sekeluarga Pulang Takziah

Probolinggo - SURYA- Sepulang dari takziah, nasib tragis menimpa anggota TNI yang bertugas di Kodim 0819 Pasuruan, Pelda Sudarwoko. Pria asal Kelurahan Pohjentrek, Pasuruan yang berboncengan naik sepeda motor bersama anak dan istrinya itu ditabrak bus Restu jurusan Surabaya-Banyuwangi, Minggu (21/11). Ketiganya, suami, istri, dan anaknya akhirnya tewas.

Anak kandung Pelda Sudarwoko, Hendik Panji Saputro, 11, tewas seketika di lokasi kejadian. Istrinya, Wiwik Yuliati dan Sudarwoko sendiri akhirnya menemui ajal setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di Jalan Raya Tongas, Probolinggo. Pelda Sudarwoko mengendarai sepeda motor dinasnya nopol 10705 V dari arah timur hendak balik ke Pasuruan usai takziah di rumah salah satu keluarganya di Lumajang.

Dari arah berlawanan, bus Restu nopol N 7322 UG yang dikemudikan Eko, 40, asal Desa Gebang Patrang, Jember, melaju dengan kecepatan tinggi mendahului sejumlah kendaraan, di antaranya, Toyota Avanza dan beberapa sepeda motor.

Ketika mendahului satu mobil lainnya yang berada di depan Avanza, dari arah timur meluncur Pelda Sudarwoko. Tak pelak, tabrakan tak bisa dihindarkan. Sepeda motor Pelda Sudarwoko terpental sekitar 10 meter. Anaknya, Hendik Panji Saputro meninggal seketika di lokasi kejadian. “Yang wanita terlempar masuk sungai,” kata Nawawi, seorang warga yang menyaksikan kejadian itu kepada sebuah stasiun radio. “Busnya ngebut, Mas,” ujar warga lain di sekitar lokasi kejadian.

Usai kecelakaan, kondisi Pelda Sudarwoko dan Wiwik Yuliati luka parah dan langsung dilarikan ke RSUD Tongas. Namun, karena kondisi korban sangat kritis, mereka dirujuk ke Rumah Sakit DKT milik TNI di Kota Malang. Sayang, nyawa Pelda Sudarwoko dan Wiwik yang mengalami patah tulang di tangan dan kaki, tak bisa ditolong. Pasangan suami istri itu akhirnya mengembuskan napas terakhirnya.

Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Iptu Istono kepada Surya menyatakan, kecelakaan itu terjadi akibat kelalaian sopir bus. “Sopir bus memang ugal-ugalan, sehingga menyebabkan kecelakaan itu terjadi. Korban ini habis nyelawat (takziah) dari Lumajang,” ujar Istono.

Menurut Istono, saat ini polisi sudah mengamankan barang bukti dua unit kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu. “Kita akan proses sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Bersama Perusahaan Oto (PO) Sumber Kencono, armada PO Restu memang dianggap sering terlibat kecelakaan lalu lintas. Pada 20 September 2010, kedua PO itu pernah diaudit Forum LLAJ Jatim yang diketuai Ditlantas Polda Jatim dan beranggotakan Dishub dan LLAJ Jatim, DPD Organda Jatim, Dinas PU Bina Marga, PT Jasa Marga, dan pakar dari Perguruan Tinggi (ITS dan Brawijaya). Sayang hasil audit lengkap hingga kini belum pernah dibeber ke publik.

Namun, dalam audit itu sempat terungkap bahwa sumber daya manusia (SDM) para awak bus Restu dan Sumber Kencono masih memprihatinkan jika ditilik dari lulusan sekolahnya. Rata-rata sopir PO Restu dan Sumber Kencono berijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan hanya sedikit yang berijazah di atasnya.

Kadishub dan LLAJ Provinsi Jatim Wahid Wahyudi kala itu menyatakan kualitas SDM yang rendah di kedua PO itu tidak bisa serta merta dinilai bahwa kinerja dan pelayanannya juga tidak baik. Namun, Wahid menggambarkan, kualitas SDM jika diklasifikasikan atas dasar tingkat pendidikan, tentu saja akan ada bedanya. Artinya, SDM lulusan SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi akan memiliki kualitas berbeda. Semakin tinggi tingkat pendidikan, tentu saja psikologis dan pola kerjanya lebih bagus.

Sebelum kecelakaan maut di Tongas, Probolinggo kemarin, bus Restu juga terlibat sejumlah kecelakaan yang merenggut korban jiwa selama 2010. Termasuk ketika bus Restu yang dikemudikan Suyono, warga Malang, menewaskan tiga orang pengendara motor dalam kecelakaan beruntun di Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan pada 11 September.

Pada 13 September, di Jalan Raya Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, bus Restu kembali merenggut tiga nyawa. Korban tewas adalah satu keluarga terdiri dari bapak, anak, dan cucu.

Pada 16 Februari 2010, seorang sopir bus Restu, Samiyun Junaedi, 46, bahkan sempat dihajar massa setelah menabrak pengendara motor hingga tewas di Gempol, Pasuruan.ntiq/ab

Sumber: http://www.surya.co.id/2010/11/22/restu-tabrak-motor-tni-3-tewas.html

Bus Restu Tabrak Sepeda Motor TNI, Melarikan Diri!

21 November 2010, 09:51:29| Laporan Iping Supingah

suarasurabaya.net| Lagi-lagi bus Restu terlibat kecelakaan. Kali ini menabrak sepeda motor TNI di kawasan Tongas, Probolinggo, Minggu (21/11).

Dilaporkan NAWAWI pendengar Suara Surabaya, sepeda motor plat nomor bintang 107-05 V ini dikendarai seorang bapak, ibu, dan anak. ”Yang ibu mungkin istri pemboncengnya itu terlempar masuk sungai, yang bapaknya pingsan, dan anaknya luka di bagian kepala dan sudah dibawa ke rumah sakit pakai mobil pick up. Bus Restunya melarikan diri,” jelasnya.

Kata NAWAWI, bus Restu yang menabrak ini ke arah Probolinggo, sedangkan sepeda motor yang ditrabrak ke arah Surabaya. Polisi sudah ada di lokasi kejadian.(ipg)

Sumber: http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=c4ddbb8328114a3052c77cddee841087201085153

Senin, 25 Oktober 2010

Bus Tewaskan 2 Orang

Senin, 25 Oktober 2010

Nenek Dilindas, Mahasiswa Ditabrak Lari

SIDOARJO - SURYA- Dalam sehari terjadi kecelakaan yang menewaskan dua orang melibatkan bus di sekitar Terminal Purabaya, Sidoarjo, Minggu (25/10). Pada pagi hari bus melindas seorang nenek, sore harinya terjadi tabrak lari.

Zaenab Ba’agil, 68, tewas seketika setelah ditabrak bus Mila jurusan Surabaya-Probolinggo.

Warga Dusun/Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang, Mojokerto, itu tubuhnya terlindas bus saat berada di terminal kedatangan terminal Bungurasih, Minggu (24/10). Polisi menetapkan sopir bus sebagai tersangka.

Nasib apes ini menimpa korban, sekitar pukul 07.45 WIB. Informasi yang di himpun di tempat kejadian, korban Zaenab terlindas bus Mila saat menyeberang area penurunan penumpang bus antarkota.

Sedangkan tempat kejadiannya, berada di lajur area kadatangan kedua, atau sebelah lajur bus damri jurusan Bandara Juanda. Menurut Supardi, tukang ojek yang mangkal tak jauh dari lokasi, saat kejadian korban Zaenab berjalan sangat pelan.

Itu karena dia membawa tas hitam yang terlihat cukup berat. Sementara bus Mila Sejahtera juga berjalan pelan, karena baru saja menurunkan penumpang.

”Korban kelihatannya keberatan membawa tasnya itu. Jalannya terseok-seok, kemudian tersandung dan jatuh. Saat jatuh itulah, bus Mila juga jalan, meski pelan. Saat itulah dia terlindas,” lanjut Supardi.

Saat tahu Zaenab terjatuh, sebenarnya sudah banyak orang yang meneriaki sopir bus Mila Sejahtera ”awas-awas”. Tapi mungkin karena bus AC jurusan Surabaya-Jember-Banyuwangi itu tertutup rapat, sopirnya kurang mendengar. Begitu dia mendengar, langsung berhenti, tepat saat roda depan sebelah kanan telah melindas dada dan kepala Zaenab.

“Begitu ada orang teriak-teriak meminta bus berhenti, kami pun tahu ada orang terlindas,” kata M Yusuf, kenek bus Mila jurusan Surabaya-Probolinggo N 7497 US tersebut, Minggu (24/10).

Dia mengaku tidak melihat langsung kejadian itu. Hanya saja, bus melaju setelah menurunkan sekitar 40 penumpangnya.

Kejadian itu sontak memicu perhatian para penumpang yang kebetulan berada di terminal Bungurasih. Sejumlah petugas terminal Bungurasih langsung meminta bus minggir dan segera menghubungi pos polisi terdekat. Sopir bus Puro Basuki, 58, langsung diamankan dan dibawa ke Pos Lantas Waru dan diperiksa lanjut di Mapolsek Waru.

Menurut Yusuf, korban adalah salah seorang penumpang bus Mila yang naik dari kawasan Bangil Pasuruan. Sopir bus Puro Basuki, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Driyu, Probolinggo mengaku busnya berjalan pelan dan tidak tahu ada yang melintas. Dia menduga jarak antara korban dengan bus yang disopirinya kurang dari satu meter.

Kapolsek Waru Kompol Agus Widodo menyatakan, pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi, di antaranya kru bus Mila. Hanya saja, pihaknya telah menetapkan sopir bus sebagai tersangka dalam kejadian itu. Diduga kuat, sopir telah lalai, sehingga bus menabrak orang hingga tewas. “Tersangka dijerat pasal 359 KUHP tentang kelalaian, sehingga menyebabkan hilangnya nyawa orang,” ujarnya.

Mahasiswa Disenggol

Sementara kecelakaan lalu lintas melibatkan bus dan sebuah motor di Bundaran Waru juga menelan korban jiwa, Minggu (24/10) sore.

Faris Agustino Saputra, 22, warga Perum Wisma Permai tewas di lokasi kejadian dengan cedera berat di bagian kepala. Korban yang saat itu berboncengan motor dengan rekannya, Taufik Restu, 21, warga Perum Merpati, Sidoarjo, diduga jadi korban tabrak lari sebuah bus yang belum diketahui identitasnya.

Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa Faris terjadi di sisi selatan Bundaran Waru, tepatnya di jalur sisi kiri. Korban yang tercatat sebagai mahasiswa UPN itu terlempar dari motor Yamaha Mio warna hitam dengan nopol W 6139 PX.

Pada saat kejadian, korban duduk di jok belakang dibonceng rekannya, Taufik. Taufik sendiri selamat dari kecelakaan.

Kecelakaan terjadi saat mereka melaju dari arah Selatan (Sidoarjo) ke arah Surabaya. Ketika memasuki bundaran Waru, Taufik yang masuk tikungan dari jalur sebelah kiri mencoba memacu motornya lebih kencang untuk segera memotong ke kanan masuk jalur ke arah Surabaya.

Tapi naas, pada waktu bersamaan, sebuah bus juga melaju cukup kencang di belakang mereka dan diperkirakan mengarah ke jalur tol Waru. Karena motor Mio yang dikemudikan Taufik memotong ke kanan sedangkan bus berbelok ke kiri, terjadi benturan antara motor dan bagian depan bus sebelah kiri. “Sepertinya bagian depan bus kena bagian belakang motor Mio dan badan Faris, jadi mereka terjatuh,” tambah Refi yang pada saat kejadian posisinya di belakang dua rekannya. ain/rey/rie

Sumber: http://www.surya.co.id/2010/10/25/bus-tewaskan-2-orang.html

Nenek Tewas Dilindas Bus

Senin, 25 Oktober 2010

SIDOARJO – Pemberhentian penumpang bus di Terminal Bungurasih kemarin pagi tiba-tiba geger. Sebab, Zainab Baagil, 68, warga Poh Jejer, Gondanglegi, Mojokerto, tergeletak dalam kondisi bersimbah darah setelah terlindas roda depan PO Mira yang baru saja menurunkan penumpang.

Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos, bus N 7497 VS itu tiba di Terminal Bungurasih sekitar pukul 07.43 dengan memasuki jalur tiga. Bus yang dikemudikan Puro Basuki, 58, warga Kalirejo, RT 01, RW 01, Dringu, Kabupaten Probolinggo, itu pun menurunkan sekitar 40 penumpang.

Berdasar catatan Polsek Waru, korban adalah penumpang bus itu sendiri. Korban turun dari pintu depan dan langsung berjalan ke arah dalam terminal dengan melewati depan moncong bus. Diduga, korban terlalu dekat dengan bus sehingga tidak terlihat. ”Kalau jaraknya satu meter di depan saya, masih terlihat. Ini saya sama sekali tidak lihat,” ucap Puro.

Kapolsek Waru Kompol Agus Widodo menyatakan, pihaknya sudah menetapkan Puro sebagai tersangka. Dia dijerat dengan pasal 359 KUHP. ”Intinya, kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.” (eko/c13/ib)

Sumber: http://www.jpnn.com

Rabu, 29 September 2010

Ngantuk, Tabrak Carry dan Trotoar

[ Rabu, 29 September 2010 ]

PROBOLINGGO - Peringatan bagi para pengemudi kendaraan bermotor. Jika merasa letih dan mengantuk lebih baik segera hentikan kendaraan lalu istirahat sejenak. Bila tidak, peristiwa membahayakan bakal dialami seperti yang terjadi pada Johansyah, sopir mobil box yang mengalami kecelakaan di Kota Probolinggo pada Senin (27/9) malam.

Syukur saja tidak sampai ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 20.50 di Jl Soekarno Hatta, depan rumah kos Kasbah.

Dari informasi yang dihimpun, mobil box yang dikendarai Johansyah bernopol AA 1698 KH melintas dari arah timur ke barat. Mobil yang di dalamnya berisi 3 penumpang itu melaju tidak terlalu cepat.

Tiba-tiba, sesampai di TKP (tempat kejadian perkara), mobil box tidak terkendali hingga keluar jalur. Dari arah yang berlawanan ada mobil carry N 628 YD dikendarai Rifki Andrianto warga Jl Anggur, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Johansyah melintasi marka hingga masuk ke jalur berlawanan arah lalu menabrak mobil Carry. Mobil box itu langsung naik sampai ke trotoar hampir masuk ke taman. Sementara mobil milik Rifki langsung berhenti. Carry itu rusak di bodi sebelah kanan akibat ditabrak mobil box.

"Kecepatannya (Johansyah) normal, langsung belok ke kanan. Tidak ada bekas rem tapi langsung menabrak Carry dan naik ke trotoar. Seolah-olah sopirnya mobil box itu mengantuk. Untung orangnya yang ada di mobil-mobil itu tidak apa-apa," ujar Kanit Turjawali Satlantas Polres Probolinggo Kota Iptu Dwi Sucahyo saat ditemui di TKP.

Karena mengalami shock, Johansyah dilarikan ke PMI yang kebetulan dekat dengan lokasi kejadian. Johansyah masih terlihat shock atas peristiwa itu. Dua orang penumpang yang ada di dalam mobil bersama Johansyah enggan memberikan banyak komentar.

Mereka hanya bilang baru saja kembali dari mengantar barang ke Probolinggo lalu menuju ke Surabaya. Saat perjalanan Johansyah sempat meminum obat masuk angin. "Tadi (kemarin) bapaknya sempat minum obat masuk angin. Terus batuk-batuk dan langsung kejadian itu," ujar perempuan keturunan Tionghoa itu.

Tidak ada luka yang dialami Johansyah. "Saya sudah pelan, rencananya mau minggir untuk beli es. Tidak tahunya menabrak. Saya mengantuk," katanya lemas. Malam itu Johansyah mendapat pertolongan pertama di PMI karena tensi darahnya sempat naik dan shock. (fa/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=181914

Senin, 27 September 2010

Jatuh dari Bak Truk, Tewas

[ Senin, 27 September 2010 ]
PROBOLINGGO- Ini pelajaran bagi mereka yang suka menumpang bak truk. Sabtu (25/9) malam lalu, Agus, 42, tewas setelah terjatuh dari bak truk yang ditumpanginya. Peristiwa itu terjadi di jalan Malasan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 18.00. Ketika itu Agus menumpang truk dari arah selatan. Nahas, saat berada di Malasan, warga Desa Ranuyoso, Kabupaten Lumajang itu terjatuh dari truk.

Saat Agus terjatuh ada sebuah truk lain dari belakang yang diduga melindas tubuh Agus hingga tewas. Sayangnya, truk yang ditumpangi Agus dan yang diduga melindas itu tak diketahui nopolnya.

Dari data yang dihimpun Radar Bromo, Agus meninggal setelah mengalami luka serius di bagian kepala. "Kepalanya hancur," kata Supandi, warga sekitar lokasi kejadian.

Menurut Supandi, mayat korban berada di pinggir jalan saat pertama kali diketahui warga. "Jadi kecelakaan itu merupakan tabrak lari," ujarnya.

Polisi dari Satlantas Kabupaten Probolinggo yang datang ke lokasi kejadian kemudian membawa mayat korban ke ruang mayat RSUD Moh. Soleh Kota Probolinggo untuk dilakukan otopsi. (qb/nyo)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=181138

Minggu, 26 September 2010

Dia Mayat Misterius Berwajah Remuk

26/09/2010 - 05:03
Ilustrasi
(IST)

INILAH.COM, Probolinggo - Seorang pria tanpa indentitas ditemukan tewas dengan kondisi wajah remuk di pinggir jalan raya perbatasan Lumajang-Probolinggo, tepatnya di Desa Malasan, Kecamatan Leces, kabupaten Probolinggo.

Tewasnya korban itu diduga akibat tabrak lari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Pria tanpa indentitas itu diperkirakan berumur 30 tahun dengan ciri-ciri berambut gondrong panjang sehabu, memakai pakaian kaos biru, celana hitam, dan memakai sandal jepit.

"Korban tidak bisa dikenali karena wajahnya hancur," ujar warga setempat, Supandi kepada beritajatim Sabtu (25/9).

Melihat kondisi mayat korban, warga setempat curiga jika kematian pria tanpa indentitas itu merupakan korban tabrak lari. Pasalnya, di sekitar lokasi kejadian tidak ada tanda-tanda adanya terjadi kecelakaan.

"Warga disini curiga karena tidak ada bekas adanya kecelakaan," kata Supandi lagi.

Kapolsek Leces, AKP Sujianto tidak berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi beritajatim.com melalui pesan pendek SMS tidak juga mendapat jawaban. Sementara itu, hingga berita ini ditulis, mayat korban masih belum dilakukan evakuasi. [ikl]

Sumber: http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/09/26/844881/dia-mayat-misterius-berwajah-remuk/

Sabtu, 25 September 2010

Satpam RS Terlindas Truk

[ Sabtu, 25 September 2010 ]
SUMBERASIH - Seorang satpam sebuah rumah sakit di Gresik, Kamis (23/9) malam jadi korban tewas dalam kecelakaan di jalan raya Pesisir, Sumberasih Probolinggo. Lelaki bernama Ansori Setyawan, 36, warga Gresik itu motornya bersenggolan dengan pengendara motor lain, lalu tubuhnya terlindas truk tronton pengangkut kayu.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00, tak jauh dari pos polisi Pesisir. Motor yang ditumpangi Ansori bernopol W 6502 GU melaju dari arah timur. Di saat bersamaan, juga dari arah timur, meluncur pula sepeda motor nopol N 2937 TG yang ditumpangi Abdul Rahman, 28, warga Nguling.

Nahas, dua motor itu bersenggolan. Motor yang dikendarai Abdul lalu meluncur masuk kolong truk dan terlindas. Tapi Abdul selamat. Sedangkan motor Ansori tak sampai masuk kolong truk. Tapi Ansori yang masuk kolong truk hingga terlindas.

Mustofa, 46, warga Surabaya adalah sopir truk pengangkut kayu log milik PT KTI Probolinggo itu. Truk nahas itu dalam perjalanan dari PT KTI. "Saya baru berangkat dari pelabuhan (Tanjung tembaga)," jelas Mustofa. Ia tak tahu persis bagaimana sampai truknya melindas seseorang.

Setelah kejadian itu, kedua korban dilarikan ke RSUD Dr Moh. Saleh Kota Probolinggo. Abdul masuk UGD, Ansori masuk kamar mayat. "Saya tidak tahu, hanya tiba-tiba ditabrak dari belakang," aku Abdul kepada Radar Bromo.

Sementara itu di kamar mayat, ada seorang tetangga Ansori asal Jember yang datang. Selanjutnya jasad Ansori dibawa pulang ke Gresik malam itu juga. (d7x/yud)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=180923

Jumat, 17 September 2010

Ibu-Anak Tewas Disasak Bus

[ Jum'at, 17 September 2010 ]

PROBOLINGGO - Sutinah, 35, dan putranya, Rudi Hartono, 18, kemarin (16/9) tewas mengenaskan. Ibu dan anak warga Desa Dawuhan Wetan, Rowokangkung Lumajang itu jadi korban kecelakan di ruas Jl Raya Prof Hamka Kota Probolinggo. Sepeda motor yang mereka tumpangi disasak bus Akas. Sutinah dan Rudi bahkan terlindas bus tersebut.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bromo, kemarin pagi keluarga besar Sutinah hendak bersilaturrahmi ke rumah saudaranya di Desa Muneng, Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Tapi, tidak semuanya mengendarai motor. Ada juga yang naik mobil pribadi.

Ada empat orang yang mengendarai motor. Rudi Hartono berboncengan dengan ibunya. Berikutnya, Moh. Toha (adik Sutinah) yang berboncengan dengan saudara perempuannya, Sutila.

Dari Lumajang, mereka berjalan beriringan. Rudi membonceng ibunya dengan motor Smash nopol N 5366 YI. Motor yang dikendarai Rudi selalu berada di depan. Sedangkan Moh Toha membuntuti dengan motor Smash nopol L 6173 BV. Mereka melaju dari arah timur.

Sampai di ruas Jl Raya Prof Hamka, sekitar 300 meter jelang pertigaan Jl Brantas-Jl Prof Hamka, ada beberapa kendaraan mandek. Saat itu sekitar pukul 08.45. Kendaraan-kendaraan itu mandek karena menunggu sebuah mobil dari arah timur yang hendak berbelok ke arah Jl Brantas.

Motor yang ditumpangi Rudi dan Toha berada di sela-sela kendaraan tersebut. Rupanya, Rudi tidak mau bersabar. Ia berusaha mendahului antrean kendaraan di depannya. Tiba-tiba saja, Rudi pun muncul hendak mendahului sebuah bus yang saat itu juga sedang antre.

Nah, pada saat hendak mendahului antrean kendaraan itulah dari arah berlawanan muncul bus Akas yang dikemudikan Nanang, 35, warga Klakah Lumajang. Sempitnya ruas jalan dan jarak kedua kendaraan yang sudah dekat, Rudi dan Nanang sama-sama tak mampu menghindari tabrakan.

Motor yang dikemudikan Rudi dan bus bernopol N 7731 UR itupun bertumbukan. Rudi dan Sutina terpental, sedangkan bus masih terus melaju. Nahas menimpa Rudi dan Sutinah. Mereka tewas dalam kejadian tersebut dengan kondisi mengenaskan.

Sutinah sempat terlindas ban bus hingga ususnya terburai. Juga terdapat banyak luka pada kaki dan pahanya. Sedangkan Rudi tidak sampai terlindas. Tapi, akibat benturan yang terlalu keras, kepalanya sampai pecah.

Kontan kejadian itu mengundang perhatian warga dan pengguna jalan. "Dia (Rudi dan Sutinah, Red) berusaha nyalip bus yang sedang berhenti. Tapi, kres dengan bus Akas yang datang dari arah barat (berlawanan, Red)," ujar Ari, salah seorang saksi di TKP.

Warga yang datang tidak langsung melakukan pertolongan. Warga hanya menutupi korban dengan karung plastik. Semakin lama, semakin banyak warga yang datang. Begitu juga dengan pengendara yang penasaran.

Moh Toha yang berboncengan dengan Sutila juga berhenti untuk melihat korban. Tak ayal, dua saudara korban itu langsung menangis histeris setelah mengetahui kalau yang menjadi korbannya adalah saudaranya sendiri. "Kalau kejadiannya saya tidak tahu. Saya tahunya sudah mati. Bagaimana tidak mati, wong ususnya sampai keluar," ujar Sutila.

Petugas Satlantas Polresta Probolinggo kemudian datang dan mengevakuasi korban ke kamar mayat RSUD. Toha pun ikut serta ke RSUD, sedangkan Sutila memilih menunggui motornya di TKP.

Selama dalam perjalanan menuju RSUD, Toha terus menangisi kepergian kakak dan keponakannya itu. Emosinya meluap. Bahkan, ketika sampai di RSUD ia sempat mengancam melempari wartawan dengan batu bata.

"Jhe' to foto, tang yu la mate. Dekkih e sampat nganggui bhetak bik enggok, ben yeh. (Jangan di foto, mbaku sudah mati. Nanti saya lembar dengan batu bata, kamu ya," ujar Toha sambil nangis sesenggukan.

Susana haru pun pecah, pasalnya Toha terus menerus mengis meski sempat setiap orang yang datang berusa menenangkannya. "Jangan seperti itu. Serahkan saja sama yang kuasa. Nanti, kalau kamu sampai kamu melempar mereka (Wartawan) dengan batu. Malah kami bisa berususan dengan polisi," ujar salah seorang warga.

"Iya, Pak. Tapi, mbakku sudah mati, Pak. Ponakanku juga, padahal ponakanku itu baik sama saya, Pak," kata Toha dalam tangisnya.

Tak lama kemudian, keluarganya berdatangan ke RSUD. Suasana haru pun semakin pecah. Tangisan Toha juga semakin menjadi-jadi. "Enggkok la tak endek kelleh, tape eyu jiyeh se maksa. Mak deddih dek iyeh. (Saya sudah tidak mau tadi. Tapi mbak itu yang maksa. Kok jadi seperti ini," ujarnya.

Pihak RSUD segera melakukan perawatan terhadap jenazah Sutinah dan Rudi. "Kalau anaknya hanya kepalanya yang parah," ujar Abdul Bahri, salah seorang petugas kamar mayat di RSUD.

Sementara, polisi sempat kebingungan mencari bus yang telah melindas korban. Karena ada kabar, kalau bus jurusan Surabaya-Jember itu melarikan diri. Tapi, ternyata bus tersebut berhenti di pom bensin tak jauh dari TKP.

Lalu, polisi pun mengamankan bus dan sopirnya. Bus itu langsung diamankan di Mapolresta Kota Probolinggo. Sedangkan motor korban diamankan di Markas Satlantas Polresta di Kademangan.

Kapolresta Probolinggo AKBP Agus Wijayanto melalui Kasatlatas AKP Norijanto mengatakan kalau bus dan sopirnya kini sudah diamankan. Sopirnya akan dimintai keterangan. "Kami amakan dulu untuk dimintai keterangan," ujar Kasatlatas.

Kasatlatas pun meminta kepada semua sopir bus untuk tidak ugal-ugalan di jalan. Terlebih, pada musim lebaran ini yang notabene jalan semakin sempit akibat banyaknya pengguna jalan. "Penumpang, kalau ada sopir yang ugal-ugalan tolong diperingatkan," harapnya. (rud/yud)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=179540

Menghindar, Khawatir Diamuk Massa

[ Kamis, 16 September 2010 ]
Pengakuan Pegawai PA usai Tabrak Motor

PROBOLINGGO- Rasa trauma masih menghantui Sjaiful Bakri, 52, akibat kecelakaan yang dialaminya, Selasa (14/9) lalu. PNS di Pengadilan Agama (PA) Kota Probolinggo itu masih menunjukkan kesedihan yang mendalam.

Saat ditemui di kantornya, di Jl Panjaitan Kota Probolinggo kemarin (15/9), Sjaiful terlihat kuyu. Kepalanya, masih terlihat memerah seperti habis menyundul sesuatu yang sangat keras. "Ini membentur kaca," ujarnya sambil menunjukkan kepalanya.

Diberitakan Radar Bromo sebelumnya, Sjaiful harus berurusan dengan polisi setelah mobil sedan yang dikendarainya menabrak motor yang dikendarai oleh Butran, 41, warga Desa Sumberkerang, Gending, Kabupaten Probolinggo.

Akibatnya, Butran sempat terlempar ke atas kaca depan mobil yang dikendarai Sjaiful. Butran pun harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka cukup serius pada kepala, pipi dan dagunya.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bromo saat itu, Butran keluar rumah hendak membeli tali bawang di Desa Curahwaso, Gending. Dari rumahnya, Butran berangkat seorang diri mengendarai motor Honda Suprafit melintas di Jl Raya Gending.

Butran beriringan dengan sebuah mobil sedan Sephia yang dikemudikan oleh Sjaiful. Dengan tenang, Butran mengemudikan motornya berada di depan mobil warga Desa Jabung Sisir, Paiton Kabupaten Probolinggo itu.

Entah apa sebabnya, tiba-tiba saja mobil bernopol P 1652 TL yang dikemudikan Sjaiful itu menubruk motor yang dikendarai oleh Butran. Karena benturan yang sangat keras, sampai-sampai Butran terlempar ke atas kaca depan mobil berwarna biru tua itu. Kepala Butran membentur kaca mobil tersebut hingga pecah.

Mobil sedan itu pun terus melaju dan menubruk tembok di pinggir jalan. Motor bernopol N 5401 PI milik Butran pun ringsek, terjepit antara mobil dan tembok. Tak ayal, kejadian itu langsung mengundang perhatian warga dan pengguna jalan.

Warga langsung merapat ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pertolongan, dengan melarikan Butran ke rumah sakit. Sedangkan Sjaiful, waktu itu langsung pergi meninggalkan mobilnya.

Nah, saat ditemui di kantornya kemarin, Sjaiful mengaku saat itu dirinya bukan hendak lari dari tanggung jawab. Tapi, dirinya hanya menghindar dari kemungkinan massa yang marah.

Sjaiful mengaku, saat itu dirinya dibonceng oleh salah seorang pengendara motor sampai di salah satu pom bensin di Gending. Sampai di pom bensin itu, ia menelepon seorang temannya dan meminta pertolongan. "Saya hanya menghindar, karena khawatir diamuk massa," ujarnya.

Wakil sekretaris di PA Kota itu, mengatakan kalau saat itu dirinya tidak ngantuk atau ada gangguan lain. Bahkan, Sjaiful mengaku dirinya dalam keadaan sangat fit. Hanya saja, waktu itu ada salah pengertian antara Sjaiful dan Butran.

Menurutnya, waktu itu dirinya melihat Butran menghentikan laju motornya. Dan, posisinya seperti akan menyeberang ke kanan jalan. Mendapati itu, Sjaiful memilih hendak mendahului Butran dari sisi kiri. Ternyata, Butran tidak jadi menyeberang jalan.

Akibatnya, mobil sedan yang dikemudiakan oleh Sjaiful menubruk motor yang dikendarai oleh Butran. "Mungkin ini sudah apesnya saya. Keluarga saya juga kaget mendengar saya tubruan. Mereka mengira saya membawa motor dan menubruk tembok," ujarnya.

Atas kejadian itu, oleh keluarganya Sjaiful tidak diperbolehkan masuk kerja dulu. Ia diminta untuk istirahat. Tapi, Sjaiful memaksakan diri untuk terus bekerja. Tapi, ia kini tidak mengemudikan motor atau mobil, Sjaiful memilih naik bus. "Dada saya masih terasa sakit, karena waktu itu membentur setir," ujarnya. (rud/nyo)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=showpage&rkat=4

Rabu, 15 September 2010

Sephia "Sundul" Sepeda Motor

[ Rabu, 15 September 2010 ]
PROBOLINGGO- Sjaiful Bakri, 52, seorang PNS di Pengadilan Agama (PA) Kota Probolinggo, kemarin (14/9) harus berususan dengan polisi. Pasalnya, mobil sedan yang dikendarainya "menyundul" sepeda motor yang dikendarai oleh Butran, 41, warga Sumberkerang, Gending Kabupaten Probolinggo.

Akibatnya, Butran sempat terlempar ke atas kaca depan mobil yang dikendarai oleh Sjaiful. Butran pun harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka cukup serius pada kepala, pipi dan dagunya.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bromo, kemarin (14/9), sekitar pukul 07.30, Butran keluar rumah hendak membeli tali bawang di desa Curahwaso, Gending. Dari rumahnya, Butran berangkat seorang diri mengendarai motor Honda Supra Fit melintas di Jl Raya Gending.

Butran beriringan dengan sebuah mobil sedan Sephia yang dikemudikan oleh Sjaiful. Dengan tenang, Butran mengemudikan motornya berada di depan mobil warga Desa Jabung Sisir, Paiton Kabupaten Probolinggo itu.

Entah apa sebabnya, tiba-tiba saja mobil bernopol P 1652 TL itu menubruk motor yang dikendarai oleh Butran. Karena benturan yang sangat keras, sampai-sampai Butran terlempar ke atas kaca depan mobil berwarna biru tua itu. Kepala Butran membentur kaca mobil tersebut hingga pecah.

Mobil sedan itu pun terus melaju dan menubruk tembok di pinggir jalan. Motor bernopol N 5401 PI milik Butran itu pun ringsek, terjepit antara mobil dan tembok. Tak ayal, kejadian itu langsung mengundang perhatian warga dan pengguna jalan.

Warga langsung merapat ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pertolongan. Ada juga yang menghubungi polisi. Polisi pun mendatangi TKP dan mengatur arus lalu lintas yang mulai terganggu. Sebab, banyak pengguna jalan yang mandek karena ingin mengetahui kejadian tersebut dari dekat. "Sopirnya langsung menyingkir, mungkin takut diamuk massa," ujar salah seorang warga di TKP.

Tak lama kemudian, oleh warga Butran dilarikan ke RSUD dr Moh Saleh Kota Probolinggo. Sampai di RSUD, Butran langsung dimasukkan ke dalam ruang tindakan dan mendapat penangan tim medis.

Tim medis pun, melakukan beberapa jahitan pada kepala bagian belakang, pipi dan dagu Butran. "Dia (Butran, Red), dimungkinkan mengalami gegar otak," jelas Santy Rosana, salah seorang dokter jaga di RSUD.

Kasatlatas Polres Probolinggo AKB Dwi Agung melalui Kanit Laka IPda Istono mengatakan, akibat kecelakaan itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Tapi, juga berakibat pada kerugian materi yang besarnya mencapai jutaan rupiah.

"Korban, mengalami luka robek kepala bagian belakang. Tapi masih sadar dan langsung dilarikan ke RSUD dr Moh Saleh untuk dilakukan perawatan. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 3 juta," ujarnya.

Selang beberapa waktu kemudian, keluarga korban langsung mendatangi RSUD. Suasana haru pun pecah, meski nyawa Butran terselamatkan. Tapi, kejadian itu cukup memukul bagi keluarga petani bawang tersebut.

"Waduh, lukanya parah di kepalanya (Butran, Red). Kepalanya, penuh perban. Kok bisa seperti itu ya...," ujar Sani, salah seorang adik Butran sambil menangis.

Muhammad Sahid, salah seorang keponakan korban mengatakan, kalau Butran waktu itu hendak membeli tali bawang. Pasalnya, kemarin (14/9) sore ia hendak memanen bawangnya. Tapi, naas menimpanya. Ia harus masuk RSUD setelah diseruduk sedan Sephia. "Padahal sudah mau nyampek, entah mungkin sudah apes," ujarnya.

Kini Butran masih harus menjalani perawatan di RSUD untuk memulihkan kesehatannya. Keluarganya pun berharap, Sjaiful mau bertanggung jawab atas kejadian tersebut. "Kami tidak mau main hakim sendiri, harapan kami bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Terutama masalah biaya pengobatannya," harap Sahid. (rud/yud)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=179293

Si Yatim Piatu Akibat Laka Kritis

Senin, 13 September 2010 | 11:56 WIB

SURABAYA – Agus Bayu Sobirin (10), bocah asal Jabon, Sidoarjo, yang menjadi yatim piatu akibat kecelakaan (laka) dirujuk ke RSU dr Soetomo. Bocah ini luka para pada bagian kepalanya akbiat kecelakaan maut di Probolinggo, Minggu (12/9), yang juga merenggut nyawa ibu bapaknya, Ny Siti Amsal dan Edy. Motor yang dikendarai korban bertabrakan keras dengan mobil Suzuki Carry.

’’Korban selamat atas nama Agus (10), dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya karena membutuhkan perawatan yang lebih intensif. Peralatan di RS Probolinggo tidak memadai,’’ ujar Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Dwi Agung ketika dikonfirmasi wartawan.

Peristiwa itu bermula saat sepeda motor W 2541 SK yang ditumpangi satu keluarga, Edy, Siti Amsal, dan Agus, hendak menuju rumah saudaranya di Probolinggo. Ketika Edy mencoba mendahului mobil Toyota Avanza dari sebelah kanan, tiba-tiba dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan kencang sebuah mobil Suzuki Carry.

Tabrakan pun tak terhindarkan. Edy dan istrinya tewas di lokasi. Sedangkan Agus masih hidup meski mengalami luka cukup parah. Oleh polisi, korban Agus dibawa ke RS dr Saleh Probolinggo. Namun karena membutuhkan perawatan lebih, bocah tersebut dirujuk di Surabaya. AKP Dwi Agung menjelaskan, kecelakaan tersebut disebabkan korban tidak hati-hati dengan kondisi di jalan, sehingga salah perhitungan ketika hendak mendahului kendaraan lainnya.

Kepala Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSU dr Soetomo Surabaya, dr Urip Murtedjo SpB-KL, saat dikonfirmasi wartawan mengaku belum mendapat laporan sama sekali tentang peristiwa ini. ’’Saya belum dapat laporan tentang bocah korban kecelakaan di Probolinggo, karena belum ada laporan sama sekali yang masuk ke saya,’’ tuturnya. ntr

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=40dbb397551c3ff535b6f294dc20f65e&jenis=1679091c5a880faf6fb5e6087eb1b2dc

Tabrakan di Probolinggo, Ayah Ibu Tewas, Bocah Selamat

Minggu, 12 September 2010

SURABAYA | SURYA - Agus Bayu Sobirin, bocah usia 10 tahun asal Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo Surabaya setelah mengalami luka parah pada bagian kepala akibat kecelakaan maut di Probolinggo, Minggu (12/9). Adapun orangtuanya, yakni pasangan Siti Amsal dan Edy, meninggal dunia di lokasi kejadian karena benturan sangat keras antara sepeda motor yang dikendarai dengan mobil Suzuki Carry.

“Korban selamat atas nama Agus dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya karena membutuhkan perawatan yang lebih intensif. Apalagi peralatan di RS Probolinggo tidak memadai,” ujar Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Dwi Agung, ketika dimintai konfirmasi wartawan, Mingg.

Peristiwa tersebut bermula saat sepeda motor nomor polisi W 2541 SK –yang dinaiki Edy, Siti Amsal dan Agus– hendak menuju rumah saudara di Probolinggo. Ketika Edy mencoba mendahului mobil Toyota Avanza dari sebelah kanan, tiba-tiba dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan kencang sebuah mobil Suzuki Carry.

Tabrakan pun tak bisa dihindarkan. Edy dan istrinya tewas di lokasi, sedangkan Agus masih hidup meski mengalami luka cukup parah. Oleh polisi, korban Agus dibawa ke RS dr Saleh Probolinggo. Namun karena membutuhkan perawatan lebih, bocah tersebut dirujuk di Surabaya.

AKP Dwi Agung menjelaskan, kecelakaan tersebut diduga disebabkan karena korban tidak hati-hati dengan kondisi di jalan. Sehingga, korban salah perhitungan ketika hendak mendahului kendaraan lain.

Sedangkan Kepala Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSU dr Soetomo Surabaya, dr Urip Murtedjo SpB-KL, ketika dimintai konfirmasi wartawan mengaku belum mendapat laporan tentang peristiwa ini. Ia mengatakan, sejak siang hari pihaknya tidak mengetahui korban kecelakaan di Probolinggo dirujuk ke RSU dr Soetomo. ant

Sumber: http://www.surya.co.id/2010/09/12/tabrakan-di-probolinggo-bocah-selamat-ayah-ibu-tewas.html

Korban Kecelakaan di Probolinggo Dirujuk ke RSU dr Soetomo

Minggu, 12/09/2010 18:03 WIB

Steven Lenakoly - detikSurabaya



(ANISA/BERITAFOTO.NET)

Surabaya - Seorang korban kecelakaan di Probolinggo, Agus Bayu Sobirin (10), dilarikan ke RSU dr Soetomo untuk mendapatkan perawatan. Bocah ini mengalami luka cukup parah pada bagian kepalanya.

Agus adalah korban kecelakaan di Probolinggo saat dibonceng kedua orang tuanya dengan mengendearai motol W 2541 SK, Minggu (12/9/2010) pagi tadi. Satu keluarga asal Jabon, Sidoarjo ini hendak menuju ke rumah saudaranya di Probolinggo.

Kecelakaan itu terjadi, ketika mereka berusaha mendahului Toyota Avanza. Namun motor yang dikendarai orangtua Agus gagal menyalip, dan ditabrak Suzuki Carry dari arah berlawanan.

Kedua orangtua Agus yang bernama Siti Amsal dan Edy langsung tewas di lokasi kecelakaan. Sedangkan Agus mengalami luka berat, dan dilarikan ke RS dr Saleh
Probolinggo. Namun kemudian Agus dirujuk ke RSU dr Soetomo atas rekomendasi Polres Sidoarjo.

"Memang benar korban dirujuk ke rumah sakit dr Soetomo karena memang di Probolinggo alatnya tidak lengkap," kata Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Dwi Agung, saat dihubungi detiksurabaya.com.

Ia menjelaskan, kecelakaan itu disebabkan karena pengemudi tidak hati-hati dengan kondisi sepeda motor. Akibatnya sepeda motor ternyata tidak bisa menyalip mobil yang ada di depannya dan dari arah berlawanan ada mobil lain.
(stv/bdh)

Sumber: http://surabaya.detik.com/read/2010/09/12/180347/1439565/475/korban-kecelakaan-di-probolinggo-dirujuk-ke-rsu-dr-soetomo

Rabu, 01 September 2010

Penumpang Panik dan Jadwal Kacau

1-Sep-2010
FOKUS
Kereta Anjlok

indosiar.com, Jember - Kereta Api Probowangi jurusan Banyuwangi - Probolinggo ini anjlok hanya beberapa meter usai melintas di perlintasan kereta api di Jalan Nusa Indah Kecamatan Patrang, tepatnya sekitar 500 meter menjelang Stasiun Jember kemarin petang.

Kereta dengan rangkaian 4 gerbong ini berangkat dari Stasiun Banyuwangi dan akan menuju Jember. Gerbong yang anjlok adalah gerbong ketiga, sebagian roda kereta tampak keluar dari landasan hingga menyulitkan proses evakuasi.

Menurut seorang saksi mata, sebelum anjlok sempat terdengar suara menderu disertai keluarnya asap dari gerbong ketiga kereta tersebut.

Hingga Selasa malam upaya evakuasi badan gerbong yang anjlok masih dilakukan dengan bantuan kereta penolong dan sejumlah petugas yang didatangkan pihak PT KAI Daop 9 Jember. Sementara itu, sedikitnya 2 jadwal keberagkatan kereta terpaksa ditunda akibat insiden ini. Keduanya adalah kereta api Sri Tanjung jurusan Malang - Banyuwangi dan Kereta Api Tawang Alun, jurusan Surabaya - Banyuwangi.

Meski tidak sampai menimbulkan korban, namun insiden ini sempat membuat panik penumpang. Sejauh ini, PT KAI Daop 9 Jember belum bisa dikonfirmasi dan penyebab anjloknya kereta juga amasih belum dketahui. (Tommy Iskandar/Sup)

Sumber: http://www.indosiar.com/fokus/87326/penumpang-panik-dan-jadwal-kacau

Senin, 30 Agustus 2010

Rem Blong, Bus Tabrak KA Mutiara Timur

Senin, 30 Agustus 2010 | 07:57 WIB
Depan bus Restu hancur menabrak KA Mutiara Timur.

PROBOLINGGO - Diduga rem blong, bus Restu bernomor polisi N 7251 UG menabrak palang pintu lintasan kereta api (KA), kemudian menabrak KA Mutiara Timur.

Tabrakan di lintasan KA di Desa Malasan Wetan, Kec. Leces, Kab. Probolinggo itu mengakibatkan 4 orang mengalami luka ringan dan dirawat di Puskesmas Leces.

Ke-4 korban luka ringan itu masing-masing, Rusdi (36), sopir bus Restu, warga Kel. Jrebeng Kidul, Kec. Wonoasih, Kota Probolinggo. Luka ringan juga dialami dua kenek bus, Mahmud (32), warga Kedungrejo, Kec. Bantaran, Kab. Probolinggo dan Budi (23), warga Desa Polotan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Selain itu luka ringan dialami Sukarni (48), penumpang bus, warga Sumberurip, Kec. Pronojiwo, Lumajang.

Ke-4 korban luka langsung dievakuasi ke Puskesmas Leces, yang jaraknya sekitar 3 Km dari lokasi kecelakaan. Sementara puluhan penumpang yang mengalami luka lecet langsung meneruskan perjalanan dengan bus lainnya.

“Luka para korban tidak parah, hanya luka ringan,” ujar Bagus, salah seorang perawat di Puskesmas Leces. Memang kenek bus, Mahmud mengalami luka sedikit lebih parah dibandingkan tiga korban lainnya. Kepala Mahmud yang diduga terbentur keras mengalami sedikit pendarahan.

Sejumlah saksi mengatakan, Minggu (29/8) siang sekitar pukul 11.45, KA Mutiara Timur dengan Log CC 20191 yang dimasinisi Eko dan Hariyatin, keduanya beralamat di Depo Log, Jember melaju dari arah Surabaya menuju Jember (ke arah timur).

Ketika KA melintas, tiba-tiba dari arah selatan, bus Restu yang disopiri Rusdi melaju. Diduga remnya blong, bus menabrak palang pintu lintasan KA yang sudah ditutup.

“Saat KA melintas, palang pintu sudah ditutup. Namun tahu-tahu dari arah selatan ada sebuah bus nyelenong,” ujar Marsadi, petugas palang pintu ditemui dilokasi kecelakaan, Minggu (29/8) siang.

Moncong bus akhirnya menabrak rangkaian gerbong KA paling belakang. Sehingga meski menabrak gerbong, bus tidak sampai terseret KA yang sedang melaju ke arah timur.

Akibat menabrak gerbong KA, bodi bus bagian depan penyok terutama bagian kanan. “Selain menabrak gerbong, sebelumnya bus menabrak palang pintu lintasan sampai putus,” ujar Marsadi.

Soal rem bus bermasalah diakui Rusdi, sopir bus Restu. “Saya merasakan rem bus blong sejak di jalan menurun, sekitar 1 kilometer di sebelah selatan lintasan kereta,” ujarnya.

Rusdi pun mengaku panik demi mengetahui rem busnya blong. Apalagi saat itu arus lalulintas di jalur Probolinggo-Lumajang cukup padat. “Saya sempat hendak menabrak pengendara motor, tetapi kemudian saya banting kemudi ke arah kanan,” ujarnya.

Namun begitu memasuki lintasan KA, laju bus masih kencang. Akibatnya bus terus menyelenong menabrak palang pintu yang telah ditutup, setelah itu menabrak gerbang KA. Sejumlah penumpang terdengar menjerit histeris begitu mengetahu laju bus tak terkendali.

Kecelakaan itu juga mengakibatkan kemacetan lalulintas di Jl. Raya Malasan, Kec. Leces, Kab. Probolinggo. Kemacetan panjang terjadi hingga sekitar 5 Km, baik dari arah selatan (Lumajang) maupun arah utara (Probolinggo).

Kemacetan baru terurai beberapa jam kemudian setelah bangkai bus Restu dievakuasi. Sebuah mobil derek dikerahkan untuk menarik bus Restu yang telah “mencium” gerbang KA itu. isa

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=56b6944da3dfb51fa9b28ef93e0ede87&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c

Ugal-ugalan, Bus Tabrak Kereta Api

Dandy Arigafur


29/08/2010 20:02
Liputan6.com, Probolinggo: Sebuah bus Restu jurusan Jember Banyuwangi rusak berat di bagian depan kemudinya usai menabrak kereta api (KA) Mutiara Timur dari arah Surabaya di pintu perlintasaan kereta api Malasan Probolinggo, Ahad (29/08) siang.

Sejumlah saksi mata mengatakan, pengemudi bus yang melaju dari arah Lumajang ini terlihat ugal-ugalan. Ia mencoba menerobos antrean kendaraan dari sisi yang berlawanan arah. Padahal, saat itu kereta api akan melintas.

Rem diduga tak berfungsi baik, akibatnya bus itu terus melaju dan menabrak pintu perlintasan. Tak pelak lagi, bus pun sempat menabrak bagian belakang rangkaian KA Mutiara Timur yang saat itu melintas.

"Bus itu terus jalan mendahului antrean, padahal kendaraan lain sedang menunggu. Kontan bus menabrak perlintasan lalu menabrak kereta api," tutur Marsadi, petugas pintu perlintasan.

Penumpang yang selamat mengaku kaget dan syok. Mereka terpaksa menunggu bus berikutnya untuk melanjutkan perjalanan. Akibat kecelakaan itu jalur mudik wilayah selatan Jawa Timur yang menuju ke Jember, Banyuwangi, dan Lumajang sempat macet beberapa jam. Petugas pun berusaha keras mengevakuasi bangkai bus dari tengah jalan. (CHR/MEL)

Sumber: http://berita.liputan6.com/daerah/201008/293735/Ugal.ugalan.Bus.Tabrak.Kereta.Api

Bus Sasak KA, Empat Luka

[ Senin, 30 Agustus 2010 ]
PROBOLINGGO - Jalur Probolinggo-Lumajang tepatnya di jalan raya Desa Malasan Wetan, Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo kemarin (29/8) siang sempat lumpuh. Itu karena ada kecelakan yang melibatkan bus Restu dengan kereta api (KA).

Bus Restu jurusan Banyuwangi-Jember-Surabaya bernopol N 7251 UG lepas kendali dan nyasak palang pintu perlintasan KA. Tak ayal, bus itu menabrak dua gerbong belakang KA Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi yang sedang melintas.

Benturan itu cukup keras. Tapi, syukur saja tidak sampai merenggut nyawa. Tapi, ada empat orang terluka. Selain itu, kecelakaan tersebut juga sempat membuat ruas jalur Probolinggo-Lumajang lumpuh, macet sampai sekitar 4 km.

Dari data yang dihimpun Radar Bromo di lapangan, kecelakaan itu terjadi sekira pukul 11.40. Saat itu bus Restu yang dikemudikan Rusdi, 36, warga Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo melaju dari arah selatan (Lumajang), hendak ke arah Probolinggo.

Jelang perlintasan KA di Malasan Wetan, bus tersebut mendadak kehilangan kendali. "Saat itu bus tidak terlalu kencang. Karena habis melewati tanjakan. Tetapi waktu turunnya mau ke perlintasan, tiba-tiba rem meletus. Jres...jress...jress," ujar Rusdi, sang sopir saat ditemui di Puskesmas Leces usai kejadian.

Sialnya, pada saat bersamaan, meluncur KA Mutiara Timur dengan nomor log CC 20191. KA jurusan Surabaya-Banyuwangi yang dikemudikan masinis Eko dan Hariyatin itu juga tengah melaju melewati palang pintu perlintasan KA Malasan Wetan atau di JPL 32.

"Saat itu saya sudah menurunkan palang pintu. Semuanya sudah aman. Beberapa mobil juga sudah berhenti karena palang pintu tertutup. Tetapi tiba-tiba bus itu nyelonong dari arah selatan mendahului beberapa kendaraan yang sudah berhenti," jelas Marsadi, penjaga palang pintu JPL 32.

Sopir bus Restu tak bisa berbuat banyak. "Mau bagaimana lagi. Saat itu rem sudah blong. Palang pintu memang sudah tertutup. Tetapi busnya gak bisa berhenti. Untuk menghindari menabrak beberapa kendaraan didepan, saya banting setir ke kanan," jelas Rusdi sang sopir.

Rusdi awalnya berniat menabrakkan bus ke beberapa palang besi di pinggiran rel agar bus berhenti. Sialnya upaya itu gagal. Bus malah menabrak palang pintu dan bablas menabrak dua gerbong bagian belakang KA mutiara Timur.

Alhasil tabrakan besar pun tak dapat dihindari. Bagian depan bus ringsek cukup parah. Empat orang dari 20 orang yang berada di dalam bus pun harus dilarikan ke Puskesmas Leces untuk mendapatkan pertolongan karena mengalami luka-luka. Empat orang itu adalah sopir dan kernet bus, serta dua penumpang.

"Beruntung luka empat orang yang dibawa kesini tidak terlalu serius. Hanya luka memar-memar, lecet dan sobek. Kami langsung lakukan tindakan pertolongan pertama," kata Bagus, salah satu perawat Puskesmas Leces.

Empat orang yang dirawat di Puskesmas itu adalah sopir bus Rusdi, Mahmud, 32, kernet bus asal Kedungrejo, Bantaran Kabupaten Probolinggo, Sukarni, 48, penumpang asal Pronojiwo, Lumajang dan Budi penumpang asal Kota Probolinggo.

Meski tidak sampai memakan korban jiwa, namun kecelakaan tersebut sempat membuat ruas jalan Lumajang-Probolinggo terganggu sekitar satu jam. Dari pantauan Radar Bromo, kemacetan mengular sampai 4 km dari perlintasan ke arah utara dan sekitar 2 ke arah selatan.

Bus itu sendiri baru berhasil dievakuasi sektiar pukul 13.15. Kanit laka Ipda Istono mengatakan, dari olah TKP kecelakaan tersebut dikarenakan rem bus blong. "Bus kehilangan kendali," terangnya yang mendampingi Kasatlantas AKP Dwi Agung. (mie/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=177203

Minggu, 29 Agustus 2010

Rem Blong, Bus Restu Tabrak KA, Puluhan Luka-luka

29 Agustus 2010 | 17:23 wib | Daerah

Probolinggo, CyberNews. Diduga karena rem blong, bus PO Restu jurusan Jember-Banyuwangi N 7251 UG menabrak gerbong Kereta Api (KA) Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi di perlintasan KA di Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Akibatnya, puluhan penumpang bus mengalami luka-luka dan 4 korban lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Leces.

Data yang dihimpun Suara Merdeka dari Surabaya, Minggu (29/8), menyebutkan, keempat korban yang menjalani perawatan adalah Rusdi (40) sopir bus Restu, dua kernet bus Restu, Mahmud (37) dan Budi (23) serta Ny Sukarni (55), penumpang asal Desa Polotan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Puluhan korban lainnya mengalami luka-luka ringan dan memilih langsung pulang pascakecelakaan.

"Saat kejadian, pintu KA sudah kami tutup. Namun tahu-tahu dari arah selatan ada sebuah bus nyelenong," kata salah seorang petugas palang pintu, Marsadi.

Tak adanya korban jiwa karena saat bus Restu itu nyelonong pintu perlintasan KA, beberapa rangkaian KA Mutiara telah lewat. Saat bus nyelonong tinggal rangkaian KA di bagian belakang yang tersisa. Sehingga badan bus tak sampai terseret KA Mutiara. Badan bus, terutama di bagian depan, mengalami kerusakan berat. "Rem bus blong terasa pada 1 kilometer menjelang pintu perlintasan KA," kata sopir bus Restu, Rusdi.

Rusdi sempat panik mengetahui rem busnya blong. Apalagi arus lalu lintas menjelang TKP begitu padat. Bahkan, bus sempat akan menabrak sepeda motor. Namun sopir mampu membanting stir ke kanan. Akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas di sekitar TKP sempat macet sampai 5 kilometer. Sejumlah petugas Satlantas Polres Probolinggo turun ke jalan untuk mengatur arus lalu lintas kendaraan, baik kendaraan dari Lumajang maupun Probolinggo.

( Ainur Rohim /CN27 )

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/08/29/63724/Rem-Blong-Bus-Restu-Tabrak-KA-Puluhan-Luka-luka

Kamis, 26 Agustus 2010

Waspada Jalur Rawan Laka

Kamis, 26 Agustus 2010

SURABAYA - Surya- Ditlantas Polda Jatim mengingatkan, masih banyak jalan raya yang rawan kecelakaan. Karenanya warga yang hendak mudik Lebaran diimbau waspada.

Jalur tengkorak yang perlu diwaspadai tak hanya di wilayah seputar Surabaya dan Gresik, melainkan juga di jalur Pantura dan lintas selatan.

Data di Ditlantas menyebutkan, ada beberapa jalur rawan laka yang patut diwaspadai, antara lain Jl Kol Sugiyono dan Jl S Supriyadi di Polresta Malang. Di wilayah Polres Kediri, Jl Raya Branggahan (Jalur Kediri-Tulungagung), Jl Raya Papar dan Ngebrak (Jalur Kediri-Kertosono) dan Jl Raya Blabak Kandat (Jalur Kediri-Blitar). Di Polres Blitar yang rawan adalah Jl Raya Kesamben (Jalur Blitar-Malang) dan Raya Talun (Jalur Blitar-Malang).

Di Tuban, Jl Tuban-Bulu (Desa Sumurgeneng Jenu) dan Jl Tuban-Widang (Pakah-Mrutuk). Di Ngawi yang rawan laka adalah Simpang Empat Kedung Prahu, Jalur Ngawi-Mantingan, Jalur Ngawi-Karangjati, Jembatan Jengkrik, Simpang Tiga Gendingan, Jembatan Ngrancang, dan Simpang Empat Mantingan.

Jalur di wilayah Jember yang perlu diwaspadai adalah Jalan Desa Curah Bamban Tanggul, Desa Teko’an Tanggul dan Desa Sempolan Silo. Di Lumajang ada jalur Lumajang-Ranuyoso, Lumajang - Jatiroto. Di Polres Probolinggo ada Jl Raya Sumberasih (Jalur Probolinggo-Nguling), Jl Raya Probolinggo-Besuki. Di wilayah Polresta Probolinggo, Jl Prof Hamka juga rawan laka. Sedangkan di Banyuwangi, Jl Raya Situbondo, Jl Raya Gatot Subroto, Desa Bajul Mati, dan Jl Raya Yos Sudarso.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP Lafri Prasetyono menyatakan, pihaknya telah mengantisipasi terjadinya laka. Selain penempatan personel dan pos pengamanan, juga memasang tanda-tanda peringatan. ”Kami akan memasang spanduk-spanduk imbauan lokasi rawan laka lantas, pencegahan dan pengaturan lalu lintas, ” ujar Lafri, Rabu (25/8). Ia menambahkan, patroli dan razia terhadap kendaraan yang mencurigakan atau yang dilarang lewat juga akan diberlakukan jelang Lebaran.

Hal senada disampaikan Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Sam Budigusdian yang menyebut rangkaian langkah antisipasi sudah disiapkan jajaran Polantas di seluruh Jatim. ”Bersama dinas-dinas lain kami akan menyiapkan personel berikut kelengkapan sampai ambulans dan traktor di beberapa titik tertentu,” ujar Sam.

Sebagai referensi, Ditlantas Polda Jatim selama Operasi Ketupat Lebaran 2009 mencatat ada 245 laka. Sedikit menurun dibanding 2008 sebanyak 272 kejadian. Pada Lebaran 2009, di di Jalur Pantura terjadi 62 kasus laka, di jalur selatan 92, jalur alternatif 65, dan sisanya di jalur beragam 26 laka. Korban meninggal dunia akibat terlibat kecelakaan selama 2009 sebanyak 105 jiwa, luka berat 141, dan luka ringan 360 jiwa. nrey

Sumber: http://www.surya.co.id/2010/08/26/waspadai-jalur-rawan-laka.html