Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 November 2010

Teknologi Metafisika Al Quran Mampu Meredam Merapi

AddThis Social Bookmark Button

( Foto - Aang Sumbaga )

Sleman - Teknologi metafisika Al Quran mampu meredam aktivitas merapi yang meningkat, adalah Yayasan kiblatul amin 2 Batam pimpinan H.S.M.Syukur Dermoga mengirimkan tim relawan dari yayasan tersebut untuk membantu secara sosial kemanusiaan dengan metode metafisika untuk meredam letusan gunung merapi, sebelum merapi, tim ini juga pernah berhasil meredam letusan dari gunung Semeru dan Bromo pada tahun 2003.

Kegiatan metafisik ini dilaksanakan sejak pagi tanggal 9 November 2010 langsung menuju sekitaran rumah mbah marijan, " Secara kacamata metafisik yang kami ketahui kita harus menemukan pengendali yaitu berupa sumber mata air yang sesungguhnya dijaga oleh hal hal yang gaib, jadi kami harus menundukan dan setelah gunung merapi tersebut tunduk sasaranya gunung merapi bisa mereda ". Tegas M.H.danang dari Probolinggo Jawa Timur selaku Ketua Tim ini.

" Dan mudah mudahan dari jam 3 sore sampai jam 12 malam jika tidak ada aktivitas merapi yang berlebihan saya jamin Merapi sudah reda atau bungkam ", Tegasnya lagi. ( As

Sumber: http://www.globalfmjogja.com/GLOBAL-NEWS/teknologi-metafisika-al-quran-mampu-meredam-merapi

Sabtu, 09 Oktober 2010

Batik 100 Meter 651Motif Dikirab

Sabtu, 9 Oktober 2010

PNS Wajib Anggur-Mangga
PROBOLINGGO - SURYA-
Meski baru saja mengembangkan batik, Kota Probolinggo berhasil memecahkan rekor batik terpanjang dengan motif terbanyak. Gaun pengantin sepanjang 100 meter dengan 651 motif batik itu, Jumat (8/10), dikirab keliling kota, untuk merayakan HUT ke-651 kota itu.

Pemecahan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) ini diawali dengan kirab keliling kota kemarin pagi. Gaun pengantin sepanjang 100 meter dengan 651 motif batik yang diperagakan seorang model dikirab di sepanjang Jl Panglima Soedirman, mulai dari halaman rumah dinas wali kota hingga finis di halaman Kantor Pemkot Probolinggo.

Kirab batik ini berlangsung meriah. Sepasang model berbusana pengantin asli Probolinggo era 1990-an berada di barisan paling depan. Pasangan ini diikuti model yang mengenakan gaun pengantin batik masa kini yang akan dicatatkan di MURI.

Sejumlah model lokal dari kalangan siswa SMKN 3 dan para perajin batik Probolinggo turut serta dalam pawai. Warga kota beramai-ramai menyaksikan kirab batik ini. Sejak pagi mereka sudah meluberi Jl Panglima Soedirman.

Kirab diakhiri dengan penyerahan sertifikat pemecahan rekor dari Senior Manager MURI Paulus Pangka kepada wali kota yang diwakili Wawali Bandyk Soetrisno dan para pemrakarsa lainnya di halaman kantor pemkot.

Paulus Pangka mengatakan, hasil karya para perajin batik Kota Probolinggo ini tercatat dalam Rekor ke-4.504 MURI. Catatan baru ini, katanya berhasil memecahkan rekor sebelumnya yang diraih para pembatik di Surabaya pada 17 Agustus 2010. Saat itu, MURI mencatat rekor kain batik sepanjang 82 meter dengan 38 motif. “Ini termasuk rekor dunia. Tidak ada gaun pengantin sepanjang ini,” kata Paulus angka.

Usai penyerahan piagam, Wawali Bandyk Soetrisno mengatakan, acara ini digelar untuk memperingati hari jadi ke 651 Kota Probolinggo. Selain itu, juga sekaligus sebagai persembahan memperingati Hari Batik Nasional 2 Oktober.

Bandyk berharap kirab batik ini tidak hanya menjadi acara seremonial. Lebih dari itu, dia berharap event ini bisa membangkitkan minat warga untuk lebih mengapresiasi batik, terutama hasil karya perajin kota sendiri.

Karena itu, Bandyk akan menjadikan batik produk Probolinggo sebagai salah satu pakaian seragam yang wajib dikenakan semua PNS di lingkungan Pemkot Probolinggo. Produk unggulan kota ini adalah batik bermotif mangga dan anggur.

Kirab batik ini, lanjutnya, juga untuk memacu produksi batik Kota Probolinggo yang relatif masih muda, dibanding Solo, Jogja, atau Pekalongan.

Ketua Paguyuban Pecinta dan Pengrajin Batik Kota Probolinggo, Nani Kastip mengatakan, persiapan kirab kali ini mendadak. Minimnya waktu memaksa 11 perajin bekerja lembur. Batik terpanjang dengan motif terbanyak ini hanya dikerjakan dalam seminggu. “Kami bekerja ekstrakeras. Setiap pembatik mengerjakan 72-73 motif. Tapi, kami puas karena berhasil mencatat rekor MURI,” ujar Nani Kastip yang juga pemrakarsa acara ini. nst35

Sumber:http://www.surya.co.id/2010/10/09/batik-100-meter-651-motif-dikirab.html

Selasa, 05 Oktober 2010

Probolinggo Siapkan Batik Terpanjang

Batik terpanjang ini diharapkan bisa dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (Muri).
Senin, 4 Oktober 2010, 21:00 WIB
Elin Yunita Kristanti
(SP/Ikhsan Mahmudi)

SURABAYA POST – Berkaitan dengan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2010, sejumlah perajin batik di Kota Probolinggo menyiapkan batik terpanjang pada Jumat (8/10) mendatang.

Batik terpanjang ini diharapkan bisa dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (Muri).

Akhir pekan lalu, 11 perajin batik mendatangi DPRD Kota Probolinggo. Kepada Komisi B DPRD, mereka mengutarakan keinginan memecahkan rekor Muri. Namun, mereka mengaku tidak mempunyai dana cukup untuk menghelat acara monumental itu.

’’Terus terang kami kesulitan dana menggelar acara pemecahan rekor Muri itu,” ujar Ketua Paguyuban Batik Kota Probolinggo Nani Kastib. Dikatakan, dana sekitar Rp 45 juta untuk perhelatan itu cukup berat jika harus ditanggung para perajin batik yang masuk kategori usaha kecil mikro (UKM) itu.

Meski dengan bondho nekat (bonek), 11 perajin batik siap membuat kain batik sepanjang 100 meter. Kain sepanjang itu akan dihiasi 651 motif berbeda, sesuai dengan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-651 yang jatuh pada 4 September lalu.

Dengan jumlah perajin “sesedikit” itu, untuk membuat 651 motif, maka setiap perajin dibebani mengerjakan 72-73 motif batik yang berbeda. Suatu beban pekerjaan yang lumayan berat demi menghitung hari menjelang “Hari H”, Jumat mendatang.

Melihat kondisi perajin batik yang masih pemula, Asisten Ekonomi Drs Matalil pun menyarankan agar keinginan mereka tidak muluk-muluk.

“Pendapat saya, lebih baik perajin memecahkan rekor penjualan 1.000 atau 5.000 kain batik per hari,” ujarnya.

Namun, Ketua Komisi B DPRD, Sri Wahyuningsih berharap Pemkot Pobolinggo memfasilitasi para perajin batik tersebut. Pemecahan rekor Muri itu dinilai sebagai momen kebangkitan perajin batik di Kota Probolinggo.

Jika dicermati, tak banyak publik Probolinggo sendiri yang mengenal bati khas kotanya. Mereka hanya mengenal, kain bermotif mangga dan anggur itu sesekali dikenakan para pegawai di lingkungan Pemkot Probolinggo.

Batik Kota Probolinggo mulai mencuat di ajang lomba cipta busana batik yang digelar PKK Jatim, Mei 2010 lalu. Dua karya batik bermotif Ayu Bestari dan Semarak Mangga Anggur terpilih sebagai juara.

Bahkan Myta Agustina warga Jl, MT Haryono dan Siswanto, warga Jl Hayam Wuruk yang menelurkan dua karya batik itu awalnya mengaku bukan perajin batik. Myta, warga Kel Jati, Kec Mayangan, Kota Probolinggo awalnya dikenal sebagai perajin kerajinan tangan.

Sementara itu Siswanto yang lebih dikenal dengan panggilan Wasis lebih “parah” lagi. Perajin UKM bordir itu mengaku awalnya tidak mengenal desain batik sama sekali.

Myta mengaku, mengembangkan usaha batik sejak akhir 2009 lalu. Ketekunan mengantarkan perempuan itu bisa membatik. Kain motif Semarak Mangga Anggur karya Myta awalnya sekadar coba-coba untuk dikhususkan untuk mengikuti lomba. Ketika kain bermotif mangga dan anggur selesai, kebetulan ada lomba cipta batik di tingkat provinsi.

• VIVAnews

Sumber: http://jatim.vivanews.com/news/read/181137-probolinggo-siapkan-batik-terpanjang

Senin, 04 Oktober 2010

Probolinggo Siapkan Batik Terpanjang se-Indonesia

Senin, 4 Oktober 2010 | 12:56 WIB

PROBOLINGGO – Berkaitan dengan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2010, sejumlah perajin batik di Kota Probolinggo menyiapkan batik terpanjang pada Jumat (8/10) mendatang. Batik terpanjang ini diharapkan bisa dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MuRI).

Akhir pekan lalu, 11 perajin batik mendatangi DPRD Kota Probolinggo. Kepada Komisi B DPRD, mereka mengutarakan keinginan memecahkan rekor Muri. Namun, mereka mengaku tidak mempunyai dana cukup untuk menghelat acara monumental itu.

’’Terus terang kami kesulitan dana menggelar acara pemecahan rekor Muri itu,” ujar Ketua Paguyuban Batik Kota Probolinggo Nani Kastib. Dikatakan, dana sekitar Rp 45 juta untuk perhelatan itu cukup berat jika harus ditanggung para perajin batik yang masuk kategori usaha kecil mikro (UKM) itu.

Meski dengan bondho nekat (bonek), 11 perajin batik siap membuat kain batik sepanjang 100 meter. Kain sepanjang itu akan dihiasi 651 motif berbeda, sesuai dengan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-651 yang jatuh pada 4 September lalu.

Dengan jumlah perajin “sesedikit” itu, untuk membuat 651 motif, maka setiap perajin dibebani mengerjakan 72-73 motif batik yang berbeda. Suatu beban pekerjaan yang lumayan berat demi menghitung hari menjelang “Hari H”, Jumat mendatang.

Melihat kondisi perajin batik yang masih pemula, Asisten Ekonomi Drs Matalil pun menyarankan agar keinginan mereka tidak muluk-muluk. “Pendapat saya, lebih baik perajin memecahkan rekor penjualan 1.000 atau 5.000 kain batik per hari,” ujarnya.

Namun, Ketua Komisi B DPRD, Sri Wahyuningsih berharap Pemkot Pobolinggo memfasilitasi para perajin batik tersebut. Pemecahan rekor Muri itu dinilai sebagai momen kebangkitan perajin batik di Kota Probolinggo.

Jika dicermati, tak banyak publik Probolinggo sendiri yang mengenal bati khas kotanya. Mereka hanya mengenal, kain bermotif mangga dan anggur itu sesekali dikenakan para pegawai di lingkungan Pemkot Probolinggo.

Batik Kota Probolinggo mulai mencuat di ajang lomba cipta busana batik yang digelar PKK Jatim, Mei 2010 lalu. Dua karya batik bermotif Ayu Bestari dan Semarak Mangga Anggur terpilih sebagai juara.

Bahkan Myta Agustina warga Jl, MT Haryono dan Siswanto, warga Jl Hayam Wuruk yang menelurkan dua karya batik itu awalnya mengaku bukan perajin batik. Myta, warga Kel Jati, Kec Mayangan, Kota Probolinggo awalnya dikenal sebagai perajin handycrft.

Sementara itu Siswanto yang lebih dikenal dengan panggilan Wasis lebih “parah” lagi. Perajin UKM bordir itu mengaku awalnya tidak mengenal desain batik sama sekali.

Myta mengaku, mengembangkan usaha batik sejak akhir 2009 lalu. Ketekunan mengantarkan perempuan itu bisa membatik. Kain motif Semarak Mangga Anggur karya Myta awalnya sekadar coba-coba untuk dikhususkan untuk mengikuti lomba. Ketika kain bermotif mangga dan anggur selesai, kebetulan ada lomba cipta batik di tingkat provinsi.isa

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=662580899bd43f0689c48ce711740d04&jenis=1679091c5a880faf6fb5e6087eb1b2dc

Sabtu, 02 Oktober 2010

Bayi Bertelinga dengan Lafal Allah

Jumat, 1 Oktober 2010

Probolinggo - Surya- Bayi yang lahir dari rahim Hj Dewi Khoirunnisa, 36, warga Desa Kalibuntu, Kec Kraksaan, Kab Probolinggo, membuat kerabatnya terkesima. Salah satu daun telinganya, jika dilihat dari samping menyerupai lafal (ejaan tulisan) Allah.

Melihat ada sesuatu yang istimewa, HM Fatoni Syukron, 38, ayah si bayi, langsung mengabarkan kepada teman dan kerabat.

Tak ada firasat apapun. Namun, saat mengandung, Dewi selalu mengurung diri di rumah dan sulit tidur nyenyak di malam hari. Dua hari sebelum persalinan, posisi kepala bayi sudah masuk ke lubang rahim. Namun, beberapa jam sebelum dilahirkan posisinya sungsang. Tak pelak, Dewi harus dirujuk ke RSAB Siti Fatimah. Di RS ini, dia tetap melahirkan dengan cara normal, kendati posisi bayi sungsang.

Bayi benama Ahmad Daffa Hafidul Ahkam lahir dengan berat 3,4 kilogram dan panjang 51 centimeter.

Sementara itu, bentuk lafal bahasa Arab itu, terlihat tegas, karena adanya tulang rawan yang cenderung menonjol dan melintang dengan posisi vertikal, di dalam daun telinga. “Ini memang bentuk yang tidak lazim. Kami sekeluarga mensyukurinya,” ujar H Fatoni kepada Surya, Kamis (30/9).

Menurut ayah dari tiga anak ini, ketika Daffa dalam kandungan, dia kerap didatangi alim ulama di rumahnya. “Ada sekitar empat habaib yang silaturrohim ke rumah saya,” katanya.n tiq

Sumber: http://www.surya.co.id/2010/10/01/bayi-bertelinga-dengan-lafal-allah.html

Senin, 13 September 2010

Aneh! Buah Kelapa Tanpa Air

10/09/2010 - 03:07

(beritajatim.com)

INILAH.COM, Probolinggo - Masjid Tiban, Kelurahan Pilang, Kota Probolinggo nampaknya masih menyimpan seribu mistik dan keajaiban. Terbukti, warga setempat geger saat menemukan sebuah pohon kelapa yang ada di depan masjid tanpa ada airnya.

Menemukan buah kelapa aneh itu, puluhan warga mendatangi masjid Tiban. Mereka berbondong-bondong ingin menyaksikan keajaiban pohon kelapa tersebut. "Airnya memang tidak ada," ujar salah seorang warga setempat, Purwadi di lokasi, Kamis (9/9).

Untuk membuktikan keajaiban itu, warga lalu mencoba membelah buah kelapa itu. "Dimana-mana buah kelapa pasti ada airnya. Ini kok ajaib tidak ada airnya," terang Purwadi.

Menurut cerita warga setempat, keberadaan pohon kelapa yang diperkirakan sudah puluhan tahun tumbuh di depan halaman masjid itu juga aneh. Bahkan, tidak ada seorangpun warga yang tahu siapa yang menanam buah kelapa yang mengundang kontroversial itu.

"Orang disini tidak ada yang tahu siapa yang nanam. Tahu-tahu sudah tumbuh pohon kelapa," terang warga lainnya.

Karena pohon kelapa itu aneh, wargapun takut menebangnya. Apalagi selama ini masjid Tiban itu memang dikenal kekeramatannya.

Untuk mendapatkan berkah masjid Tiban itu, tidak jarang banyak musafir yang datang dari berbagai daerah. Bahkan ada juga yang berasal dari luar Jawa.

"Jangankan pohon kelapa itu mau ditebang. Warga mau mengambil ranting pohon yang ada di lokasi masjid itu juga takut," kata warga setempat. [beritajatim.com/bar]

Sumber: http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/09/10/810881/aneh-buah-kelapa-tanpa-air/

Pohon Kelapa Ajaib Dihuni Ular Ghoib

10/09/2010 - 05:01

(beritajatim.com)

INILAH.COM, Probolinggo - Sebuah pohon kelapa aneh yang terdapat di depan masjid Tiban, Kelurahan Pilang, Kota Probolinggo nampaknya benar-benar dikeramatkan oleh warga setempat.

Mereka menganggap jika pohon kelapa aneh itu dihuni oleh seekor ular ghoib. "Pohon itu dihuni oleh seekor ular ajaib," ungkap salah seorang paranormal, Beni Hidayat yang juga turun ke lokasi kejadian, Kamis (9/9).

Karena dihuni oleh seekor ular ghoib, kata Beni, pantas saja jika warga sekitar merasa takut menebangnya. "Warga memang tidak ada yang berani menebangnya karena takut," katanya.

Tahunya Beni Hidayat jika pohon kelapa aneh itu dihuni oleh seekor ular ghoib saat dia melakukan terobong bathin. Benar saja, memang ada seekor ular besar dengan kepala bertanduk melingkar pada batang pohon itu. Ular ghoib itu tidak akan mengganggu jika warga sekitar tidak mengganggunya.

Kekeramatan masjid Tiban itu memang sudah sejak zaman dahulu. Bahkan, keberadaan masjid itu juga aneh. Warga mengaku berdirinya bangunan masjid itu juga tidak ada yang tahu. Makanya oleh warga kemudian disebut masjid "Tiban" yang artinya datang sendiri.

Dahulu kala, masjid itu juga menjadi persinggahan salah seorang anggota Walisongo di tanah Jawa, yakni Syeh Maulana Ishak. Singgahnya Syeh Maulana Ishak itu sampai sekarang juga meninggalkan bekas pada sebongkah batu yang sekarang berada di belakang masjid.

Selain sebongkah batu, di sisi masjid itu juga ada sebuah sumur yang sampai sekarang juga dikeramatkan. Konon, air sumur masjid Tiban juga menjadi obat segala penyakit yang diburu semua kalangan dari berbagai daerah. [beritajatim.com/bar]

Sumber: http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/09/10/810891/pohon-kelapa-ajaib-dihuni-ular-ghoib/

Selasa, 07 September 2010

Bangun Tidur, Mendadak Tersunat

[ Selasa, 07 September 2010 ]
PROBOLINGGO - Isratul Akbar, 6, bikin geger warga Kelurahan Mangunharjo, Mayangan Kota Probolinggo. Putra pertama pasangan suami istri (pasutri) Sawal Endaryono, 35, dan Buani, 30, itu mendadak "burungnya" sudah tersunat. Di masyarakat, peristiwa yang dialami Akbar ini disebut "disunat jin".

Peristiwa yang dialami Akbar kontan mengundang perhatian warga sekitar. Mereka penasaran ingin memastikan benar-tidaknya kabar tersebut. Tapi, sayang Isratul tidak mau "burungnya" dilihat banyak orang. Ia memilih menghindar dan menangis.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bromo, peristiwa itu diketahui pada Minggu (5/9) sekitar pukul 14.00. Begitu bangun tidur, Akbar menuju kamar mandi karena handak pipis. Begitu membuka celananya, ia mendapati "burungnya" telah terkhitan.

Akbar langsung memberitahukan hal itu kepada kakeknya, Atmari, 50. Lalu, Atmari berusaha mengembalikan kondisi kemaluan Akbar seperti semula. Tapi, usaha itu tidak membuahkan hasil. Akbar pun menangis karena ketakutan.

Begitu pula ketika dikunjungi wartawan kemarin. Mulanya, Akbar masih mau menunjukkan 'burungnya'. Dari sana terlihat jelas kalau alat kelaminnya memang sudah dikhitan secara sempurna. Bahkan lipatan kulitnya seperti tidak ada bekas jahitan.

Tapi, semakin banyak warga yang datang melihat, Akbar langsung menangis dan menghindar. Beberapa kali diminta membuka celananya, ia pun menolaknya. Proses khitan ghaib itu tidak membuat Akbar kesakitan. "Dia juga bisa langsung mengenakan celananya," ujar Buani.

Buani mengaku masih belum memeriksanakan anaknya itu secara medis. "Belum kami periksakan ke dokter. Nanti akan kami bawa (ke dokter, Red)," ujarnya. (rud/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=178560

Senin, 21 Juni 2010

Sumur Unik Milik H Ali Wafa, warga Banyuanyar Kabupaten Probolinggo

[ Senin, 21 Juni 2010 ]
Jadi Jujugan Orang karena Bisa Mengeluarkan Angin

Ini memang (hanya) tentang sebuah sumur. Tapi, sumur milik H Ali Wafa, 60, warga Desa Tarokan Kidul Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo ini tak sama dengan sumur-sumur lainnya. Sumur ini konon memiliki keunikan sehingga sering dikunjungi orang.

ABDUR ROHIM MAWARDI, Probolinggo

Sekilas tidak tampak ada yang istimewa pada sumur milik Ali Wafa itu. Sumur itu kebetulan di dekat rumah Misguna, yang tak lain adalah adik Ali Wafa. Sebelah barat sumur itu ada sebuah musala.

"Ya Mas, ini sumurnya," ujar Misguna saat Sabtu (29/5) lalu Radar Bromo datang melihat sumur unik yang belakangan kerap jadi pembicaraan orang tersebut.

Menurut Misguna, sumur itu banyak dikunjungi orang. Ya karena keunikannya. "Dari dalam sumur ada angin keluar, Mas," tutur Misguna soal keunikan sumur tersebut.

Yang unik, rumah Ali Wafa sendiri justru berada cukup jauh dari sumurnya. Sekitar seratus meter dari sumur tersebut. "Rumahnya memang tidak kumpul," ujar Misguna.

Saat ditemui di kediamannya, Ali Wafa bercerita bahwa sumur tersebut mulai dibangun pada 1 Januari 1987. Sumur digali dengan melibatkan empat orang pekerja. Yakni Ali Wafa sendiri, Manaf, Satrawi, dan Sutris. Tapi menurut Ali, penggalian sumur baru membuahkan hasil pada 12 Mei 1992. "Air tiba-tiba keluar pada tanggal itu," ujar Ali.

Tak disangka, sumur itu kemudian memiliki keunikan. Ali menjelaskan, sumur tersebut selalu mengeluarkan dan menghirup angin pada saat-saat tertentu. Menurut Ali, biasanya setiap pukul 06.00-18.00, sumur tersebut mengeluarkan angin cukup kencang. Puncaknya terjadi pukul 12.00-13.00. Bahkan pada saat bertiup sangat kencang, Ali menyebut angin dari sumur itu sampai bisa menerbangkan sebuah buku.

Untuk mengetahuinya kata Ali, caranya cukup mudah. Pegang saja sebuah buku. Tempatkan buku tersebut di atas sumur. Kemudian lepaskan buku itu seperti hendak dibuang ke dalam sumur. Mestinya sumur tersebut jatuh ke sumur. Namun yang terjadi sebaliknya. Buku tersebut malah terbang dibawa angin dari arah sumur.

Sebaliknya kata Ali, pada pukul 18.00-06.00, sumur malah menghirup angin secara kencang. Puncaknya terjadi pukul 24.00-01.00. Bahkan menurut Ali, sebuah topi bisa terbang akibat dihirup sumur tersebut. "Kalau cuma topi, tidak perlu ditolong. Kecuali orang dihirup ke dalam sumur," kelakar Ali.

Sejauh ini, belum pernah terjadi musibah akibat sumur tersebut. Bahkan air sumur tersebut malah dijadikan alternatif pengobatan. Menurut Ali, tidak hanya warga sekitar yang merasakan manfaat air tersebut. Banyak pula masyarakat dari luar kota yang datang untuk mengambil air dari sumur tersebut. "Biasanya mereka bawa tempat air sendiri, Mas," ujar Ali.

Ali mengaku termotivasi membuat sumur tersebut karena dulu di desanya, tidak ada sumur sama sekali. Selain itu lanjut Ali, ada keinginan kuat untuk menggali sumur tersebut. "Pokoknya sumur harus jadi," tegas Ali.

Sebagai upaya membuat sumur, Ali melakukan tirakat. Tak tanggung-tanggung. Selama 31 hari, ia melakukan puasa mutih. Yakni puasa tidak makan dan tidak minum pada siang hari. Jelang selesai, Ali mendapat isyarat mimpi. Ali diperintahkan menggali sumur di tempat jatuhnya air dari atap rumah. "Tempat jatuhnya air hujan itu lho, Mas," ujarnya.

Saat membuat sumur tersebut, Ali masih tinggal di rumah yang kini ditempati Misguna. Akhirnya dengan modal nekat, ia mengajak tiga orang temannya tersebut. "Waktu itu tahunya yang penting gali saja," ujar Ali.

Ali merinci, sumur itu kedalamannya sampai sekitar 80 meter. Ketika penggalian, Ali selalu mencatat pengalamannya. "Di sini, Mas," ujar Ali sambil menunjuk kepalanya.

Menurut Ali, ada beberapa lapis tanah yang digali. Yakni 30 meter tanah biasa. Batu mulus 7 meter, batu merah 1 meter, batu pecah-pecah 27 meter. "Sejauh itu penggalian masih bisa diatasi. Masih mampu waktu itu, Mas," ujar Ali.

Namun, untuk penggalian selanjutnya, Ali dkk harus berhadapan dengan batu keras seperti baja. Tebalnya menurut Ali sekira 3 meter. Namun batu itu juga berhasil digali. Sementara 12 meter terakhir berupa batu-batu hitam. "Batu terakhir bisa digali dengan tangan. Seperti metik buah," ujar Ali.

Meski sudah lama berlalu Ali mengatakan, masih cukup ingat setiap detail pengalamannya itu. Ali mengaku, penggalian itu menjadi pengalaman berharga yang tak bisa dilupakannya. "Puas bisa berhasil, Mas," ujarnya dengan mata menerawang. (yud)

Sumber : http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=165584

Minggu, 23 Mei 2010

Geger Kucing Berlafal Allah di Probolinggo

Sabtu, 22/05/2010 17:05 WIB
Sugianto - detikSurabaya


Foto: Sugianto

Probolinggo - Mungkin ini adalah sebuah keajaban. Seekor kucing milik Ny Herlina (35) warga Desa Karangreng, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo di bagian bulunya ada tulisan lafal Allah. Tulisan itu tergambar dengan jelas di punggung sang kucing yang diberi nama Via.

Tak ayal melihat keunikan bulu kucing bergambar lafal Allah itu membuat warga sekitar geger. Bahkan, banyak warga yang berdatangan ke rumah Ny Herlina hanya untuk melihat keunikan bulu kucing tersebut.

"Umur kucing ini 3 tahunan," ungkap Herlina saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya, Sabtu (22/5/2010).

Dia menceritakan, kucing yang mempunyai bulu tiga warna, hitam, putih dan coklat itu terlahir dari induknya sekitar 3 tahunan lalu. "Saat induknya melahirkan sebanyak empat ekor anak kucing. Namun yang paling aneh cuma kucing ini," terangnya.

Karena terlihat unik, Ny Herlina memeliharanya hingga kucing kesayangannya menjadi besar. "Hewan itu sangat penurut dan jarang sekali keluar rumah," tandasnya.

Saking penurutnya, kata Ny Herlina, dia tak segan-segan memberinya jatah makan nasi dan ikan pada kucing kesayangannya setiap hari.

(fat/fat)

Sumber : http://surabaya.detik.com/read/2010/05/22/170513/1362179/475/geger-kucing-berlafal-allah-di-probolinggo

Sabtu, 22/05/2010 17:32 WIB
Kucing Berlafal Allah Lahir di Atas Sajadah
Sugianto - detikSurabaya

Probolinggo - Seekor kucing berbulu bertuliskan lafal Allah itu kini menjadi perhatian warga setempat. Keanehan kucing itu tak hanya di bagian bulu, namun saat terlahir, Via lahir di atas sajadah pemiliknya, Ny Herlina (35) warga Desa Karangreng, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

"Waktu dilahirkan oleh induknya, si kucing itu terlahir di atas sejadah,” tutur Ny. Herlina saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya, Sabtu (22/5/2010).

Melihat induk kucing itu melahirkan di atas sejadah, tempat Ny Herlina salat, diapun kaget. "Saya kaget begitu melihat induk kucing itu melahirkan diatas sejadah," tambahnya.

Dia menuturkan, kucing miliknya itu diketahui ada tulisan arab berlafadkan Allah, ketika berumur tiga bulan. "Yang kaget tak hanya saya, tapi semua tetangga yang melihatnya kaget. Karena pada bulunya terdapat tulisan Allah," ungkapnya. (fat/fat)

Sumber: http://surabaya.detik.com/read/2010/05/22/173202/1362192/475/kucing-berlafal-allah-lahir-di-atas-sajadah


Sabtu, 22/05/2010 18:14 WIB
Kucing Berlafal Allah Sempat Ditawar Kolektor Rp 20 Juta
Sugianto - detikSurabaya

Probolinggo - Seekor kucing berbulu berlafal Allah milik Ny Herlina (35) warga Desa Karangreng, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, tak hanya menjadi perhatian warga setempat. Namun juga menjadi perhatian para kolektor hewan.

"Beberapa waktu lalu ada seorang kolektor yang datang ke rumah," tuturnya saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya, Sabtu (22/5/2010).

Seorang kolektor itu menawarnya Rp 20 juta asalkan Ny Herlina mau menjual kucing kesayangannya itu. Meski ditawarkan sebesar itu, namun Ny Herlina tidak mau menjualnya.

"Kucing itu tidak akan saya jual, meskipun dengan harga berapapun," akunya.

Sayang Ny Herlina tidak menjelaskan dari mana asal kolektor hewan yang ingin membeli kucingnya dengan harga mahal itu. Perempuan itu mengaku, jika sebelum memiliki kucing berbulu tulisan lafad Allah itu, dia tidak mempunyai firasat apapun.

"Tidak ada firasat apapun. Makanya kucing itu tidak akan saya jual," katanya yang mengaku akan merawat kucing itu sampai akhir hayatnya.

(fat/fat)

Sumber : http://surabaya.detik.com/read/2010/05/22/181409/1362200/475/kucing-berlafal-allah-sempat-ditawar-kolektor-rp-20-juta


Sabtu, 22/05/2010 19:33 WIB
Kucing Berlafal Allah Sebagai Peringatan
Sugianto - detikSurabaya

Probolinggo - Adanya seekor kucing berbulu berlafal Allah berbulu lafal Allah milik Ny Herlina (35) warga Desa Karangreng, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo menimbulkan kontroversi. Ada yang mengaku percaya dengan berita itu dan ada juga yang mengatakan tidak percaya.

"Saya tidak percaya dengan adanya kucing berbulu lafal Allah itu. Saya kira itu hanya secara kebetulan saja," ujar salah seorang warga Probolinggo, Suparman saat
bincang-bincang dengan detiksurabaya.com, Sabtu (22/5/2010).

Suparman mengaku jika ada seekor kucing berbulu lafal Allah itu jangan dibesar-besarkan. "Itu bisa musyrik. Agama Islam mengajarkan agar kita tidak menyekutukan Allah. Kalau manusia percaya terhadap kucing, lalu sampai mengistimewakan berarti orang itu menyamakan Allah dengan kucing dong," tandasnya.

Lalu bagaimana tanggapan NU Kabupaten Probolinggo terhadap adanya seekor kucing berbulu lafal Allah yang sempat menghebohkan itu? "Kalau saya percaya saja," ungkap Ketua NU Kabupaten Probolinggo, KH. Syaiful Hadi saat dihubungi detiksurabaya.com.

Menurut dia, kejadian aneh seperti itu bisa saja terjadi, karena Allah itu maha Kuasa. "Bisa saja adanya tulisan Allah pada bulu kucing itu sebagai pertanda sebuah peringatan dari Allah," tandasnya.

Sama halnya, kata KH. Syaiful Hadi, ada tulisan di air laut yang berbentuk kalimat Allah, di pohon dan banyak pula pada binatang lainnya. "Kalau analisa saya, itu merupakan peringatan agar manusia bisa ingat kepada Allah," katanya.

(fat/fat)

Sumber: http://surabaya.detik.com/read/2010/05/22/193327/1362209/475/kucing-berlafal-allah-sebagai-peringatan