Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 November 2010

Warga Keluhkan Rekening Listrik Naik Dua Kali Lipat

Jumat, 5 Nopember 2010 | 11:04 WIB

PROBOLINGGO - Puluhan warga di Kel Curahgrinting, Kec Kanigaran, Kota Probolinggo mengeluhkan pembayaran rekening listrik PLN bulan November ini membengkak dua kali lipat. Pihak PLN mengaku, bakal mengajak rekanan pembaca meter listrik untuk mengecek ulang penetapan pembayaran rekening yang diduga bermasalah itu.

Puluhan warga yang menjadi korban pembengkakan rekening listrik PLN pun mengadukan masalahnya ke RT, RW, hingga Kel. Curahgrinting. Sebagian lagi protes kepada petugas loket PLN saat membayar tagihan listriknya.

“Banyak warga kami yang rekening listriknya tidak sesuai dengan pemakaian seperti tertera pada angka meter listrik,” ujar Lurah Curahgrinting, Muhammad Yusuf, Kamis (4/11). Warga yang diduga menjadi korban salah baca petugas meter listrik itu banyak dijumpai di RT 1, 2, 3, 4, RW 3 Kel. Curahgrinting.

“Sudah saya cocokkan dengan angka di meter listrik, tagihan listrik saya jelas-jelas salah,” ujar Susi, warga Jl Citarum Gang I, Curahgrinting. Saat petugas pembaca meter datang ke rumahnya, Susi pun mencatat angka pada meter listriknya 2748. Belakangan saat membayar rekening listik Susu kaget karena tagihan per November angkanya 2899. “Ada selisih angka 114 sehingga tagihan listrik saya naik dua kali lipat,” ujarnya.

Bulan-bulan sebelumnya Susi mengaku, membayar listrik Rp 75 ribu-Rp 80 ribu/bulan. “Tahu-tahu bulan November ini saya kena Rp 151 ribu,” ujarnya.

Kekagetan serupa juga diungkapkan Sasi, kakak Susi yang rumahnya berimpitan di RT 2/RW 3, Curahgrinting. “Bulan lalu saya membayar listrik Rp 88.700, bulan ini melonjak luar biasa menjadi Rp 215.000,” ujarnya.

“Bulan lalu tagihan listrik saya Rp 153 ribu, bulan November ini tagihan listrik menjadi Rp 343 ribu,” ujar Hj Subaiyah, warga lainnya. Ia mengaku tidak habis pikir, mengapa PLN bisa gegabah menetapkan tagihan listrik.

“Yang jelas banyak warga di sini yang mengeluhkan tagihan listrik bulan November. Ini saya kumpulkan rekening listriknya,” ujar Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Curahgrinting, Budi Esti SH.

Di antaranya, Azis Soetrisno yang bulan lalu rekening listriknya Rp 110.300 melonjak menjadi Rp 231.685. Karyo tagihan listriknya melonjak dari Rp 81.500 menjadi Rp 121.415, Kholili Subur dari Rp 82.300 menjadi Rp 186.900. Ripu Legowo tagihan listriknya bulan lalu Rp 120 ribu, sekarang melonjak menjadi Rp 244 ribu. Sementara Mukri rekening naik dari Rp 39.940 menjadi Rp 124.640.

Manager Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) PLN Probolinggo Rustam Efendi yang dihubungi per telepon mengatakan, pembacaan meter listrik melibatkan rekanan (swasta) PT Wantoro. “Sesuai dengan kontrak kerja, kalau ada keluhan dari masyarakat menjadi tanggung jawab PT Wantoro,” ujarnya. Terkait keluhan sebagian warga Curahgrinting, PLN akan mengajak PT Wantoro turun ke lapangan untuk mengecek ulang penetapan rekening listrik. isa

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=aff27b66efc67a1c1025c7b4c003980c&jenis=1679091c5a880faf6fb5e6087eb1b2dc

Kamis, 28 Oktober 2010

Siswa SD Ajak Hemat Energi

Kamis, 28 Oktober 2010

SEJUMLAH 45 murid SDN Mangunharjo 6, Kota Probolinggo, kemarin (27/10) menggelar aksi dalam memperingati hari listrik nasional (HLN). Dalam aksinya di perempatan Flora, Jalan A. Yani-Jl dr Soetomo, murid-murid itu mengajak masyarakat berhemat energi.

Aksi tersebut digelar mulai pukul 10.30. Kepada para pengguna jalan, mereka membagikan pamflet dan air mineral. Selain itu, siswa kelas IV, V, dan VI tersebut mengusung sejumlah poster bertulisan ajakan untuk hemat energi. Di antaranya, Nyalakan seperlunya, matikan selebihnya. Nggak perlu pakai yang nggak perlu. Hemat listrik, hemat energi, dan hemat uang Anda.

Sayang, tidak semua warga merespons baik aksi itu. Ada juga yang cuek kala salah seorang murid mendekati dan mengulurkan pamflet dan air mineral.

Saat aksi itu berlangsung, beberapa guru ikut mendampingi. Salah seorang di antara mereka adalah Sueb, guru kelas VI. ’’Ini bertujuan mengajak masyarakat berhemat energi,’’ ujarnya. (rud/jpnn/c4/zen)

Sumber: http://www.jpnn.com

Selasa, 05 Oktober 2010

8.540 Sambungan PLN, Biaya

Selasa, 5 Oktober 2010

Pasuruan - Surya- Sebanyak 8.540 sambungan baru disediakan PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Pasuruan yang meliputi wilayah Pasuruan dan Probolinggo.

“Jadi, sudah tidak ada lagi daftar tunggu pasang listrik. Biaya pasang baru lebih murah (daripada lewat calo). Selain itu, cepat nyala,” tandas Sigit Witjaksono, Manajer PLN APJ Pasuruan, Senin (4/10).

Sambungan baru ini terkait masuknya daya dari sejumlah pembangkit listrik sebesar 10.000 megawatt dari Rembang dan Indramayu. Dengan 8.540 sambungan ini, total target untuk sambung baru di PLN APJ Pasuruan mencapai 14.000. Sedangkan daftar tunggu sambungan baru di PLN APJ Pasuruan saat ini sekitar 4.000 pelanggan. “Meski target 14.000 pelanggan, tapi kami menyediakan logistik material hingga 17.000 sambungan,” terang Ujang, Asisten Manager (Asmen) Niaga yang mendampingi Sigit Witjaksono.

Dari 8.540 sambungan baru itu, 5.000 dengan program pra bayar dan 3.540 pascabayar. Untuk daya disediakan mulai dari 450 watt hingga 2.200 watt.

Harga pasang baru terinci, daya 450 watt Rp 1.305.500 (prabayar) dan Rp 1.330.950 (pascabayar). Daya 900 watt Rp 1.654.000 (prabayar) dan Rp 1.724.900 (pascabayar). Daya 1.300 watt Rp 1.970.500 (prabayar) dan 2.109.100 (pascabayar). Daya 2.200 watt biaya Rp 2.656.500 (prabayar) dan Rp 2.918.100 (pascabayar). Biaya itu sudah mencakup instalasi listrik milik pelanggan (IML).

Sigit menyatakan, saat ini pihaknya berperang melawan pemadaman dengan mengerahkan pegawai dan famili untuk memantau potensi gangguan. Kawasan Bromo, katanya, dalam sebulan terakhir terganggu cuaca buruk. Sehingga listrik di UPJ Kraksaan Probolinggo dan UPJ Gondangwetan sering padam. nkur

Sumber: http://www.surya.co.id/2010/10/05/8540-sambungan-pln-biaya-murah.html

Rabu, 08 September 2010

PLN Butuh USD 240 Juta

Rabu, 08 September 2010 , 00:20:00

JAKARTA – PT PLN (Persero) membutuhkan dana sekitar USD 240 juta untuk membangun kabel listrik atas laut (Overhead Crossing) yang menghubungkan pulau Jawa dan Bali. Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN, Nasri Sebayang mengatakan, Jawa-Bali Overhead Crossing 500 kV HVAC yang menghubungkan Paiton–Banyuwangi–Gilimanu k–New Kapal tersebut akan selesai pada 2015.

“Kabel ini akan bisa membawa listrik sampai 1.800 MW ke Bali,” jelas Nasri di Jakarta, Selasa (7/9).

Ia menyatakan, pembangunan kabel tersebut akan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, perseroan akan membangun dua tower setinggi 376 meter yang masing-masing berada di Jawa dan Bali. Kemudian, mengoperasikan transmisi 150 KV yang sudah ada dan bisa masuk ke gardu induk Gilimanuk, Bali. "Supaya pasokan listrik dari Jawa ke Bali sebesar 300 MW bisa segera masuk," jelasnya.

Untuk tahap pertama, Nasri menargetkan akan bisa selesai pada tahun 2012 sehingga jika ditambah pasokan listrik dari kabel bawah laut yang sudah ada sebesar 160-200 MW, maka pasokan dari Jawa ke Bali bisa mencapai 460-500 MW pada tahun tersebut.

Sementara untuk tahap dua, PLN akan membangun kabel 500 KV yang menghubungkan Paiton ke Bali. Seluruh tahapan ini diharapkan selesai pada tahun 2015.

"Kebutuhan dana untuk dua tahap tersebut sekitarnya USD 240 juta," katanya. (lum)

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2010/09/08/71912/PLN-Butuh-USD-240-Juta

Senin, 09 Agustus 2010

Jatim Tambah Kuota Listrik Prabayar

Senin, 9 Agustus 2010

PROBOLINGGO - SURYA - Pelan tapi pasti, pelanggan listrik prabayar di Jatim terus mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, saat ini jumlahnya 25.000 pelanggan atau telah mencapai target dalam tahun ini.

Corporate Speaker PT PLN (Persero) Distribusi Jatim Agus Widayanto mengatakan, tingginya minat pelanggan mendaftar atau migrasi ke sistem prabayar karena dipicu gencarnya sosialisasi ke pasar energi listrik di wilayahnya, selain mudahnya pemakaian listrik bersistem ‘strum’ isi ulang itu.

“Jumlah ini mengalami lonjakan dalam dua bulan terakhir. Pasalnya, pada pertengahan Juni lalu masih kisaran 20.000 pelanggan prabayar,” kata Agus, di sela Media Gathering di Probolinggo, Minggu (8/8).

Karena pencapaian itu, saat ini PLN Jatim tengah mengajukan penambahan kuota untuk listrik prabayar ke PLN Pusat paling tidak hingga tahun ini. Hanya saja, dia belum bisa memperkirakan target atau kuota dalam tahun ini. “Kami masih menunggu jawaban dan kalkulasi dari kantor pusat,” ungkapnya.

Mengenai pelanggan prabayar, Agus menyebut, cukup merata di semua kabupaten/kota. Hanya saja, pelanggan terbesar masih di daerah Sidoarjo, Malang, Bojonegoro, Surabaya Selatan, serta Madura.

Seiring dengan kian banyaknya jumlah pelanggan prabayar, pihaknya terus mengoptimalkan loket-loket penjualan ‘strum’ di semua wilayah agar pelanggan bisa terlayani.

Secara nasional, Agus menyebut, saat ini pelanggan listrik prabayar sekitar 340.000 pelanggan. Dari jumlah itu, 320.000 berada di kawasan Jawa, Bali, dan Madura. PLN membidik 1 juta pelanggan hingga akhir 2010.

Terkait elektrifikasi di Jatim, Agus menyebut, sekitar 31 persen penduduk Jatim belum terpenuhi aliran listrik. Alasannya, selain karena di daerahnya belum teraliri listrik, warga yang bersangkutan bisa juga belum memanfaatkan listrik. n dio

Sumber: http://www.surya.co.id/2010/08/09/jatim-tambah-kuota-listrik-prabayar.html

Rabu, 07 Juli 2010

PLN Jatim: 87% Pelanggan Tak Alami Kenaikan TDL

Selasa, 06 Juli 2010

Warta Jatim, Surabaya - PT Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jawa Timur mengklaim 6,2 juta (87%) pelanggan di wilayahnya tidak mengalami kenaikan tarif dasar listrik.

Juru bicara PT PLN Distribusi Jatim, Agus Widayanto, mengatakan dari 7,1 juta pelanggan, hanya 900.000 yang mengalami kenaikan tarif. Sebagian besar pelanggan listrik di Jatim menggunakan daya 450 - 900 volt ampere (VA) sehingga tidak terkena aturan kenaikan tarif dasar listrik.

Tarif listrik pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA adalah Rp 415 per kilowatt hour (KWh) dan tarif 900 VA pada kisaran Rp 605 per KWh. ”Meski ada kenaikan tarif listrik, kami memastikan jumlahnya hanya 900 ribu pelanggan. Sisanya masih menggunakan tarif lama,” ujar Agus, Selasa (6/7).

Untuk memenuhi kebutuhan listrik di Jatim, PLN akan memaksimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Grati dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Paiton. PLN Jatim saat ini memiliki cadangan listrik 2.000 - 4.000 megawatt yang siap didistribusikan.

Agus memperkirakan, kenaikan tarif dasar listrik akan terus terjadi. Sebab, pemerintah mengejar tarif listrik sesuai dengan harga keekonomian (nonsubsidi). Saat ini tarif listrik mencapai Rp 600 per KWh. Jika mengikuti standar keekonomian, tarif dasar listrik akan terus naik hingga Rp 1.500 per KWh. (red)

Sumber: http://wartajatim.blogspot.com/2010/07/pln-jatim-87-pelanggan-tak-alami.html

Jumat, 11 Juni 2010

Jumat, 11/06/2010 11:14 WIB
PLN Penuhi Seluruh Permintaan Sambungan Listrik di Jawa per Oktober
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance


Jakarta - PT PLN (Persero) berjanji akan memenuhi seluruh permintaan sambungan listrik baru di wilayah Jawa mulai bulan Oktober mendatang.

"Mulai Oktober, seluruh calon pelanggan di Jawa sudah bisa dilayani PLN," ujar Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan saat berbincang dengan detikFinance, Jumat (11/6/2010).

Dahlan menyatakan, hal itu bisa dilakukan seiring dengan tambahan pasokan sebesar 1.500 Megawatt (MW) dari sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dalam proyek 10.000 MW yang akan mulai beroperasi sebelum bulan Oktober tahun ini.

"Kenapa baru bisa Oktober? Ya karena pada bulan Oktober, enam trafo Interbus Tranformer (IBT) dan 6.000 trafo distribusi di Jawa sudah selesai dipasang jadi semuanya sudah dilayani," ungkap Dahlan.

Berdasarkan data Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) tahun 2010-2019 yang diperoleh detikFinance, pada tahun 2010, PLN menargetkan akan menambah jumlah pelanggan baru sebesar 1,06 juta pelanggan sehingga jumlah pelanggan listrik PLN pada tahun ini mencapai 42,1 juta.

Pada tahun ini, BUMN listrik itu memprediksikan konsumsi listrik di tanah air mencapai 147,1 Twh dengan beban puncak sebesar 26.371 MW.

Jumlah pelanggan PLN akan terus meningkat menjadi 66 juta pelanggan pada tahun 2019. Penambahan pelanggan tersebut akan meningkatkan rasio elektrifikasi sebesar 66,1% di tahun ini menjadi 90,9% pada tahun 2019.

Adapun pembangkit-pembangkit di Pulau Jawa yang akan beroperasi pada tahun 2010 yaitu PLTU Suralaya (625 MW), PLTU Indramayu (900 MW), PLTU Rembang (630 MW), dan PLTU Paiton 7 (660 MW).

(epi/qom)

Sumber: http://www.detikfinance.com/read/2010/06/11/111417/1376176/4/pln-penuhi-seluruh-permintaan-sambungan-listrik-di-jawa-per-oktober

Selasa, 04 Mei 2010

Warga Sandera Mobil PLN

Liputan6.com, Probolinggo: Ratusan warga di Probolinggo, Jawa Timur, Senin (3/5), menyandera satu unit truk milik rekanan Perusahaan Listrik Negara atau PLN yang sedang memperbaikan instalasi listrik. Aksi ini dilakukan lantaran warga kesal sudah sepekan aliran listrik terputus. Akibat putusnya aliran listrik, kegiatan warga tiga ini menjadi terganggu.

Aksi ini mendapat pengawalan polisi. Dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat, PLN berjanji segera memperbaiki jaringan yang rusak dan pekan depan pelayanan dijanjikan normal kembali.

Sementara itu, unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemerhati Keadilan (Garapan) Maluku di kantor PLN cabang Ambon berlangsung ricuh. Baku hantam terjadi akibat pegawai PLN tak terima dengan perlakukan mahasiswa yang merusak pagar kantor.

Aksi mahasiswa ini untuk mempertanyakan tuntutan mereka pada unjuk rasa pertama yang hingga kini belum ditanggapi. Mahasiswa menuntut agar kepala PLN Ranting Luhu segera dicopot karena listrik di wilayah Huamual Belakang sudah enam bulan padam [baca: Ratusan Mahasiswa Sandera Mobil Tangki Minyak].(BOG)

Sumber: http://id.news.yahoo.com/lptn/20100503/tid-warga-sandera-mobil-pln-e390447.html


Senin, 03 Mei 2010

Polisi Minta Masyarakat Mengawasi

[ Senin, 03 Mei 2010 ]
Terkait Maraknya Pencurian Trafo PLN

KRAKSAAN - Semakin maraknya pencurian trafo PLN di wilayah Kabupaten Probolinggo mendapatkan perhatian serius dari Polres setempat. Beberapa upaya pengamanan dari Polres pun sudah disiapkan untuk mengantisipasi semakin maraknya aksi pencurian trafo tersebut.

AKP Hery Mulyanto, Kasatreskrim Polres Probolinggo mengatakan, dalam mengantisipasi pencurian trafo tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN setempat. "Karena trafo itu milik PLN, jadi kami harus koordinasi dengan PLN," katanya kemarin (2/5).

Selain berkoodrinas dengan PLN, Kasatreskrim menjelaskan pihaknya telah melakukan beberapa langkah antisipasi untuk mengerem angka pencurian trafo. Saat ini semua jajaran Kapolsek sampai anggota Polsek diwajibkan untuk menghafal daerah tempat trafo berada.

"Kabupaten Probolinggo itu wilayahnya sangat luas, ada 24 kecamatan. Letak trafo sendiri juga tersebar di beberapa daerah. Bahkan ada yang di tengah ladang atau sawah," kata Kasatreskrim.

Karena itulah agar pengamanannya lebih optimal, maka setiap anggota di Polsek harus menghafal keberadaan trafo tersebut. Dengan begitu bisa selalu memantau ketika melakukan patroli.

Meskipun sudah melakukan pengawasan ekstra, tetapi Kasatreskrim menjelaskan proses pengamanan tetap membutuhkan bantuan masyarakat setempat. "Yang harus disadari trafo itu adalah untuk kepentingan umum. Jadi masyarakat juga harus ikut memilikinya," harapnya.

Bila masyarakat setempat mempunyai rasa memiliki yang tinggi, maka ketika ada hal yang mencurigakan masyarakat bisa langsung melapor ke petugas kepolisian terdekat. "Di Polres itu ada layanan kring. Jadi bila menemui hal yang aneh, atau listrik tiba-tiba padam. Maka sesegera mungkin melapor. Tidak perlu datang ke Polsek, cukup telepon juga bisa," jelas Kasatreskrim yang baru beberapa bulan bertugas di Probolinggo ini.

Seperti diberitakan Radar Bromo sebelumnya, aksi pencurian trafo di wilayah Kabupaten Probolinggo saat ini sedang marak-maraknya. Dari catatan UPJ PLN Probolinggo, selama 2010 ini sudah terjadi enam kali pencurian dan dua kali percobaan pencurian.

Trafo yang hilang kapasitasnya antara 50 KVA hingga 100 KVA. Kerugian yang dialami oleh PLN pun tidak sedikit. Bila ditotal kerugian dari semua aksi pencurian trafo itu hampir mencapai setengah miliar. "Sekitar Rp 400 juta," ujar Rustam Efendi, manajer PLN UPJ Probolinggo.

Para pelaku itu mengambil trafo hanya untuk diambil kawat tembaganya. Dari satu trafo saja, pelaku bisa mendapatkan uang sekitar Rp 5 juta. Itu hasil dari penjualan kawat tembaga trafo tersebut.

Dari PLN sendiri saat ini juga tengah menyiapkan langkah antisipasinya. Ke depan PLN akan lebih memproteksi trafo-trafo yang dimilikinnya. Sehingga trafo tersebut tidak mudah diambil oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Aksi pencurian PLN ini jelas ironis. Pasalnya justru terjadi ketika Pemkab setempat sedang getol-getolnya mengampanyekan listrik masuk semua desa. Saat ini memang masih ada beberapa dusun di Kabupaten Probolinggo yang masih belum teraliri listrik.

"Memang sungguh ironis sekali. Di satu sisi, saat ini DPRD sedang semangat-semangatnya untuk memperjuangkan beberapa daerah yang masih belum teraliri listrik. Eh, di daerah yang sudah dijamah listrik, travonya malah dicuri," kata Wahid Nurahman, wakil ketua DPRD dengan nada kesal. (mie/nyo)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=156261

Minggu, 02 Mei 2010

Lagi, Trafo PLN Dicuri

[ Sabtu, 01 Mei 2010 ]
KRAKSAAN-Aksi pencurian trafo terus terjadi di Kabupaten Probolinggo. Setelah sebelumnya terjadi di Desa Sumberkare, Wonomerto dan Kuripan, pencurian trafo terjadi lagi di Desa Gunungtugel, Bantaran.

Hilangnya trafo berdaya 50 KVA tersebut baru diketahui sekira pukul 07.00 kemarin (29/4). "Awalnya kami tahu dari pelanggan. Setelah kami kroscek di lapangan, ternyata kabar tersebut memang benar. Dua trafo kami berkekuatan 50 KVA hilang," kata Rustam Efendi, manajer UPJ PLN Probolinggo.

Hilangnya trafo di Bantaran tersebut adalah yang ketujuh kalinya dalam kurun waktu Januari 2010-sekarang. Rustam berharap, aksi pencurian trafo tersebut dapat segera berakhir.

Untuk mengantisipasi aksi pencurian serupa, UPJ PLN Probolinggo pun sudah menyiapkan beberapa langkah antisipasi. "Ke depan kami akan membuat proteksi terhadap trafo-trafo yang ada. Biar nantinya sedikit menyulitkan pencuri untuk mengambilnya," kata Rustam.

Namun Rustam enggan menjelaskan lebih detail terkait metode langkah antisipasi tersebut. "Kalau dijelaskan secara gamblang, pencurinya pasti akan memikirkan hal-hal mengantisipasi teknologi itu," jelas Rustam.

Yang jelas menurut Rustam, pihak PLN juga membutuhkan bantuan masyarakat setempat untuk mengantisipasi adanya pencurian trafo tersebut. "Kami berharap masyarakat bisa ikut mengawasi trafo yang ada di sekitarnya. Kalau ada yang mencurigakan segera langsung lapor," jelasnya.

Hilangnya trafo untuk kesekian kalinya itu juga mengundang keprihatinan anggota dewan setempat. "Memang sungguh ironis sekali. Di satu sisi, saat ini DPRD sedang semangat-semangatnya untuk memperjuangkan beberapa daerah yang masih belum teraliri listrik. Eh, di daerah yang sudah dijamah listrik, trafonya malah dicuri," kata Wahid Nurahman, wakil ketua DPRD dengan nada kesal.

Dijelaskan Wahid, permasalahan aliran listrik di Kabupaten Probolinggo saat ini memang menjadi pembahasan utama DPRD setempat. Usai meninjau dengan turun langsung plus nginep di lokasi salah satu Dusun yang tak teraliri listrik di Desa Watupanjang, Krucil. Rencananya dalam waktu dekat ini dewan akan kembali melakukan kunjungan plus nginep lagi di daerah lainnya.

Sama halnya dengan PLN, Wahid berharap masyarakat setempat juga turut memperhatikan keberadaan trafo di wilayah sekitarnya. Bila mendapati hal yang janggal, Wahid berharap masyarakat segera melapor.

Wahid juga sangat mengapresiasi bila PLN mempunyai langkah antisipasi dengan memberikan proteksi terhadap trafo-trafonya. "Setidaknya itu membuat pencuri kesulitan," jelasnya. (mie/nyo)

Sumber: http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=155930

Karyawan-Manajemen BPCC Berunding - Tindaklanjuti Demo Karyawan di PLTU

[ Sabtu, 01 Mei 2010 ]

KRAKSAAN - Masalah tenaga kerja di PLTU Paiton terus berlanjut. Karyawan menuntut Beijing Electric Power Contruction Company (BPCC) di unit 9-10 PLTU Paiton dan CV Triyuda Karya segera memenuhi tuntutan mereka. Untuk keperluan tersebut, dilakukan perundingan antara karyawan dengan manajemen BPCC dan CV Triyuda Karya.

Perundingan dilakukan mulau pukul 14.00 WIB, kemarin (30/4) di rumah makan Blitar, Desa Sumberejo, Paiton. Kemarin itu, perundingan membahas pesangon bagi karyawan skill.

Perwakilan karyawan menuntut pesangon karyawan sebesar 70 persen UMK ditambah 30 persen upah. Namun, lagi-lagi pihak BPCC menyatakan tidak sanggup. Mereka menawarkan pesangon sebesar 90 persen UMK ditambah 10 persen upah.

Akibatnya, perundingan menemui jalan buntu. Namun, semua pihak sepakat mengadakan pertemuan lanjutan, besok (2/5). "Tempat masih belum ditentukan," ujar salah seorang sumber yang tidak mau disebut namanya.

Seperti diberitakan Radar Bromo, pada Rabu (28/4) karyawan BPCC melakukan demo pada manajemen. Demo tersebut merupakan buntut dari pemberhentian terhadap seorang rekan kerja karyawan.

Menurut perwakilan karyawan, pemberhentian dilakukan secara sepihak oleh manajemen. Di samping itu, pemberhentian tidak disertai pemberian pesangon dan sertifikat kerja.

Pada hari itu, demonstran dipertemukan dengan manajemen BPCC dan CV Triyuda Karya. Namun perundingan menemui jalan buntu. Pihak BPCC dan CV Triyuda Karya berjanji memberikan jawaban atas tuntutan tersebut seminggu kemudian.

Pada perkembangannya, karyawan menuntut pemberian jawaban dipercepat. Pertemuan pun dipercepat. Pada Kamis (29/4), perundingan kembali digelar. Kali ini bertempat di kafe Ramsya's Corner di kompleks pertokoan Diva Swalayan di Kraksaan.

Pertemuan itu difasilitasi Kepala Disnakertrans Kabupaten Probolinggo Windu Aswad. Sekitar pukul 14.00 WIB pertemuan dimulai dan berlangsung sekitar 3 jam.

Pertemuan dihadiri muspika Paiton, pihak BPCC yang diwakili Mr. Liu dan Mr. Guo dan pihak CV Triyuda Karya diwakili Andre. Sementara pihak karyawan diwakili empat orang. Yakni Marini, Suhri, Makmur dan Hadi Widoyo.

Berbeda dengan perundingan sebelumnya, kali ini karyawan hanya mengupayakan satu tuntutan. Yakni, masalah pesangon. Perundingan berlangsung alot. Karyawan menuntut pesangon tinggi.

Perwakilan karyawan kemudian menyampaikan tuntutan besaran pesangon mereka. Tuntutan itu untuk karyawan non skill. Bagi yang memiliki masa kerja 3-6 bulan, besar pesangon terserah BPCC.

Sementara untuk karyawan dengan masa kerja 6 bulan, tuntutan pesangon sebesar satu kali gaji. Untuk karyawan dengan masa kerja 1-2 tahun, tuntutan pesangon sebesar empat kali gaji. Sedangkan untuk karyawan dengan masa kerja di atas 2 tahun, tuntutan pesangon sebesar enam kali gaji.

Menanggapi tuntutan tersebut, pihak perusahaan menyatakan tidak sanggup. Selanjutnya mereka menawarkan pesangon berbeda. Untuk karyawan dengan masa kerja 0-3 bulan, perusahaan memberi pesangon sebesar setengah UMK.

Untuk karyawan dengan masa kerja 3-12 bulan, pesangon sebesar satu kali UMK. Sementara masa kerja 1-2 tahun sebesar dua kali UMK. Upah Minimum Kabupaten Probolinggo sendiri Rp 774 ribu rupiah.

Meski berlangsung tertib dan aman, namun pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Namun dilanjutkan dengan perundingan selanjutnya, kemarin. (eem/hn)

sumber: http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=155921

DPRD Soroti Trafo yang Hilang

Sabtu, 1 Mei 2010 | 09:35 WIB

PROBOLINGGO - Hilangnya tujuh trafo listrik milik PLN selama Januari-April menjadi perhatian serius DPRD Kab. Probolinggo. DPRD mendesak polisi mengungkap kasus yang merugikan PLN sekaligus pelanggan listrik di kawasan pedesaan belahan selatan Kab. Probolinggo itu.

”Hilangnya tujuh trafo dalam empat bulan terakhir, bahkan 3 trafo selama April sangat ironis karena DPRD sedang memperjuangkan sejumlah dusun yang belum teraliri listrik PLN,” ujar Wakil Ketua DPRD, Wahid Nurahman, Sabtu (1/5).

Anggota DPRD sejak sebulan lalu blusukan ke desa-desa yang belum dialiri listrik dan air PDAM. Tidak sebatas mengunjungi tetapi anggota DPRD juga menginap di desa-desa itu.

Paling ironis adalah trafo yang hilang di Desa Wonoasri, Kec. Kuripan sebenarnya baru beberapa minggu dipasang terkait program listrik desa (Lisdes).”Kami sudah dapat 50 pelanggan di desa itu dan segera me-launching Lisdes bersama Pak Bupati, ternyata trafonya sudah dicuri,” ujar Manager UPJ PLN Probolinggo, Rustam Effendi.

Selain melapor ke polisi, kata Rustam, PLN melakukan sejumlah langkah antisipatif. ”Kami membuat semacam proteksi agar trafo-trafo lainnya tidak gampang dicuri,” ujarnya.

Namun PLN merahasiakan proteksi seperti apa yang bakal dilakukan terhadap trafo-trafo step down (penurun tegangan) itu. ”Kalau diungkapkan ke media, nanti diketahui komplotan pencurinya,” ujar Rustam.

PLN juga meminta bantuan masyarakat ikut menjaga sebanyak 518 trafo di wilayah UPJ PLN Probolinggo. ”Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, seperti listrik tiba-tiba padam, tolong segera lapor,” ujarnya.

Kapolres Probolinggo, AKBP AI Afriandi yang dihubungi via Kasat Reskrim, AKP Heri mengatakan, berusaha mengungkapkan kasus pencurian trafo itu. ”Tetapi mosok jumlahnya sampai 7 trafo yang dicuri,” ujar AKP Heri melalui handphone (HP)-nya.

Soal identitas komplotan pelaku, hingga kini masih ”segelap” kondisi desa yang trafonya hilang. ”Pencurinya dipastikan orang yang mengetahui soal listrik, kalau tidak mana berani mengambil trafo yang tersambung ke jaringan penyulang 20.000 Volt,” ujar Rustam.

Seperti diberitakan, hilangnya tujuh trafo selama Januari-April ini membuat Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ) PLN Probolinggo kelimpungan. Terakhir, Kamis (29/4) dinihari, sebuah trafo step down (penurun tegangan) di Desa Gunungtugel, Kec. Bantaran, Kab. Probolinggo dicuri.

Sebelumnya, 1 April lalu, trafo jenis yang sama dicuri di Desa Sumberkare, Kec. Wonomerto, Kab. Probolinggo. Dan pada 21 April lalu, trafo PLN di Desa Wonoasri, Kec. Kuripan, Kab. Probolinggo juga hilang.

Selama Januari-April, PLN UPJ Probolinggo sudah tujuh kali kehilangan trafo. Empat pencurian trafo PLN lainnya selama 2010 terjadi di Desa Gunungbekel, Kec. Tegalsiwalan, Desa Tigasan Kulon, Kec. Leces, Desa Wonorejo, Kec. Wonomerto, dan Desa Legundi, Kec. Bantaran. isa

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=12f8b03658782e6034631f2a30d849d0&jenis=1679091c5a880faf6fb5e6087eb1b2dc


Secara Geografis letak Jawa Timur sangat srategis

Secara Geografis letak Jawa Timur sangat srategis

Dilihat dari keadaan geografinya, Propinsi Jawa Timur dapat dibagi menjadi 4 sub area :
Pertama, kawasan tengah, berupa lahan yang paling subur, meliputi Kabupaten Ngawi sampai dengan Banyuwangi, beberapa Kabupaten sepanjang sungai Brantas, sungai Madiun, sungai Konto dan sungai Sampean.

Kedua , kawasan utara, berupa lahan yang cukup subur meliputi pegunungan daerah Bojonegoro, Tuban sampai ke Pulau Madura.

Ketiga, kawasan selatan, yang membentang dari Kabupaten Malang bagian selatan sampai dengan daerah Kabupaten Pacitan. Tingkat kesuburan kawasan selatan ini kurang apabila dibanding dengan kawasan tengan dan utara

Keempat, adalah kawasan yang meliputi Kabupaten Gresik, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sampang dan kepulauan yang berada di Kabupaten Sumenep yang mempunyai struktur tanah dengan kandungan batu kapur dan alluvial yang sangat banyak, Salah satu faktor penting yang mempengaruhi tingkat kesuburan tanah adalah banyaknya gunung berapi yang masih aktif serta aliran sungai yang cukup besar.

Gunung berapi dan sungai yang lebar berfungsi sebagai sarana penyebaran zat-zat hara yang terkandung dalam material hasil letusan gunung berapi. Propinsi Jawa Timur mempunyai beberapa gunung berapi yang masih aktif, antara lain gunung Kelud, gunung Raung dan sebagainya. Sementara beberapa sungai besar yang aktif mentransfer tanah yang subur diantaranya sungai Barantas, Bengawan Solo, sungai Madiun, sungai Konto dan lain-lainnya.

Ditinjau dari pola penggunaan tanah, maka tanah di Jawa Timur paling banyak dipakai untuk area kehutanan, kemudian persawahan, menyusul untuk tegalan dan pemukiman. Menurut data dari Badan Pentanahan Nasional (BPN), prosentase areal hutan di Jawa Timur adalah sekitar 26,36 %, dan 24,29 % untuk persawahan. Sementara luas tegalan dan perkampungan mencapai 24,36 % dan 10,37 % dari luas wilayah Jawa Timur.

Lokasi Propinsi Jawa Timur yang berada di sebelah selatan khatulistiwa secara langsung mempengaruhi perubahan iklimnya. Perubahan iklim di Jawa Timur seperti daerah lain di Indonesia mengikuti perubahan putaran 2 (dua) iklim, musim penghujan dan musin kemarau. Tiap tahun musin hujan dimulai kurang lebih bulan Nopember dan diakhiri bulan Juni.

Di Jawa Timur tingkat kelembaban udara hampir sama dengan rata-rata daerah di Indonesia sekitar 36 % (minimum) pada bulan Oktober dan yang tertinggi pada bulan Januari diatas 90 % Propinsi Jawa Timur terbagi 37 kabupaten / kotamadya 615 kecamatan dan 8.415 desa / kelurahan. Dilihat dari komposisi jumlah kecamatan , kabupaten Malang memiliki jumlah yang terbanyak yaitu 35 kecamatan. Penggunaan tanah di Jawa Timur khususnya pada sektor pertanian meliputi tanah untuk tegal, kebun, ladang dan rumah, lahan pengembalaan padang rumput, tambak, kolam dan empang. Luas lahan sawah di Jawa Timur 867.376 ha. Dari lahan sawah tersebut terdapat 653.981 ha dan lahan sawah pengairan teknis, atau lebih dari 75 % dari keseluruhan lahan sawah, sisanya adalah sawah berpengairan setengah teknis dan sederhana.

Sejak tahun 1993, mesin penggerak pembangunan di Propinsi Jawa Timur telah bergeser dari sektor pertanian ke sektor industri pengolahan. Hal ini dikuatkan dengan perkembangan jumlah industri pengolahan per tahun yang cukup tinggi. Selama kurun waktu tahun 1993 sampai 1996 perkembangan jumlah perusahaan industri pengolahan per tahun sebesar 1.6 %. Dalam kurun waktu yang sama kontributor tertinggi laju perkembangan industri pengolahan adalah golongan industri logam dasar yaitu dengan laju pertumbuhan per tahun 7,68 % dan disusul industri kimia dasar sebesar 1,88 % namun dua tahun terakhir ini nampak adanya pergeseran komposisi laju pertumbuhan kelompok industri kimia dasar melebihi kelompok industri logam dasar yaitu masing-masing sebesar 4,83 % dan 3,62 % per tahun. Bila disimak lebih lanjut profil industri pengolahan di Jawa Timur ternyata didominasi oleh industri kecil mencapai 98,14 %.

PT.PLN (PERSERO) Distribusi Jawa Timur sangat mendukung pertumbuhan industri di Jawa Timur dengan menyediakan prasarana tenaga listrik sebagai motor penggeraknya, jumlah pelanggan industri tahun 1997 sebanyak 9.155 pelanggan besar maupun kecil, dengan daya 2.323 MVA dan memerlukan energi listrik sebesar 5.866.414 MWH. Pada tahun 1998 pelanggan indutri sebanyak 9.321 pelanggan besar maupun kecil, dengan daya 2.165 MVA dan memerlukan energi listrik sebesar 5.516.628 MWH, pada tahun 1999 pelanggan industri sebanyak 9.325 pelanggan besar maupun kecil, dengan daya 2.254 MVA dan memerlukan energi listrik sebesar 6.292.275.Sedangkan pada akhir tahun 2002 jumlah pelanggan sebanyak 10.587 pelanggan dengan daya 2.459 MVA.dan memerlukan energi listrik sebesar 6.841.191 MWH.

Prasarana jalan merupakan salah satu prasarana transportasi yang terpenting di Jawa Timur yang berguna untuk memperlancar kegiatan perekonomian selain untuk mempermudah mobilitas penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya. Seiring dengan semakin meningkatnya pembangunan nasional , maka pembangunan jalan terbagi atas jalan negara, jalan propinsi dan jalan kabupaten maupun kotamadya.Panjang jalan di Jawa Timur mencapai 3.624,22 Km terbagi atas jalan negara sepanjang 1.783,96 Km dan sisanya merupakan jalan propinsi, jalan kabupaten serta jalan kotamadya.

Jawa Timur Bumi Majapahit dengan beragam alam dan manusia, asal lahirnya kerajaan besar Negeri Majapahit, pemersatu tanah Nusantara dan tempat beragam budaya dengan situs-situsnya. Parawisata dan prasarananya di Jawa Timur berkembang sangat pesat ,hotel berbintang, melati dan hotel ekonomi bertebaran di kota kota besar dan tempat tempat tujuan parawisata, juga tak ketinggalan kota kota kecil, demikian juga kami PT. PLN (PERSERO) Distribusi Jawa Timur sangat mendukung pertumbuhan parawisata tersebut diatas. Adapun jumlah pelanggan hotel di seluruh PT.PLN (PERSERO ) Distribusi Jawa Timur lebih dari 705 pelanggan dengan daya lebih dari 57.473 kVA memerlukan energilebih dari 125.886 MWH.

Sumber: http://www.pln-jatim.co.id/e7/_mod//profil/?f=jatim&c=geo

Penandatanganan Perjanjian Kredit Pembangunan Proyek

PENANDATANGANAN PERJANJIAN KREDIT PEMBANGUNAN PROYEK PLTU 3 JAWA TIMUR, TANJUNG AWAR-AWAR (2 X 350 MW) PLTU KEPRI, TJ BALE KARIMUN (2 X 7 MW) PLTU 1 RIAU, BENGKALIS (2 X 10 MW) PLTU 2 RIAU, SELAT PANJANG (2 X 7 MW) PLTU 1 KALIMANTAN BARAT, PARIT BARU (2 X 50 MW) PROYEK TRANSMISI JAWA BALI PROYEK TRANSMISI LUAR JAWA BALI PROYEK TRANSMISI GARDU INDUK GAS INSULATED SWITCHGEAR & UNDER GROUND CABLE PULAU JAWA

Senin, 14Desember 2009

PLN berhasil menyelesaikan pendanaan untuk seluruh proyek 10.000 MW. Disaksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar menandatangani enam Perjanjian Kredit jangka panjang dengan perbankan dalam dan luar negeri dengan total pinjaman sebesar Rp 10 triliun yang akan digunakan untuk pendanaan Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit berbahan bakar batubara (Proyek 10.000 MW). Perjanjian Kredit yang ditandatangani tersebut adalah sebagai berikut :

1. Dengan Bank of China untuk porsi USD Proyek PLTU 3 Jawa Timur Tanjung Awar-Awar senilai US$ 371,5 juta

2. Dengan sindikasi Bank BRI dan Bank BCA untuk 3 PLTU di Riau yaitu PLTU Kepri Tanjung Bale Karimun, PLTU 1 Riau Bengkalis, PLTU 2 Riau Selat Panjang, dan PLTU 1 Kalimantan Barat Parit Baru yang terbagi dalam dua Perjanjian Kredit dengan jumlah total sebesar Rp 1.51 Triliun terdiri dari

a. porsi Rupiah sejumlah Rp 636 Milyar

b. porsi US Dollar sejumlah USD 87,2 juta atau ekivalen dengan Rp 872 Milyar

3. Untuk proyek transmisi yang terkait dengan Proyek 10.000 MW terdiri dari tiga Perjanjian Kredit yaitu

a. Paket 1 dengan sindikasi Bank Mandiri dan Bank BCA untuk 26 proyek Transmisi tersebar yang berada di Jawa senilai Rp 2.6 Triliun,

b. Paket 2 dengan sindikasi Bank BNI dan Bank BRI untuk 20 proyek Transmisi tersebar yang berada di Luar Jawa senilai Rp 1.9 Triliun

c. Paket 3 dengan Bank BCA untuk porsi Rupiah tiga buah kontrak Proyek Gas Insulated Switchgear (GIS) dan Under Ground cable di Jawa senilai Rp 327 Milyar.

Perjanjian Kreditdari Bank of China ini didukung sepenuhnya oleh Sinosure yaitu lembaga penjamin kredit ekspor, sebuah badan Pemerintah China. Kredit dengan tenor 13 tahun termasuk masa tenggang tiga tahun dengan suku bunga mengambang berbasis LIBOR merupakan bentuk pendanaan yang pas untuk proyek ini. Sedangkan dari Bank Domestik yang ikut berpartisipasi yaitu Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI dan Bank BCA kredit diberikan dengan tenor 10 tahun door-to-door termasuk masa tenggang tiga tahun dengan suku bunga mengambang berbasis JIBOR. Terhadap Perjanjian Kredit ini diberikan Jaminan Pemerintah berdasarkan Peraturan Pemerintah no 91 tahun 2008.

Penandatanganan enam buah Fasilitas Kredit tersebut diatas dengan jumlah total sebesar USD 458.7 juta dan Rp 5.5 Triliun atau setara dengan Rp 10 Triliun merupakan pendanaan 85% dari nilai kontrak pembangunan proyek2 tersebut, sisanya 15% dari nilai kontrak telah disediakan dari Anggaran PLN

Fahmi Mochtar menyampaikan bahwa acara penandatanganan Perjanjian Kredit hari ini merupakan momen yang istimewa bagi PLN karena dua hal

Pertama :.Merupakan kredit perbankan yang pertama yang ditandatangani PLN untuk mendukung proyek transmisi. Hal ini merupakan terobosan dan pengalaman baru baik bagi PLN maupun dari sisi kredit perbankan.

Kedua :.Merupakan kredit perbankan yang terakhir untuk pendanaan pembangkit proyek 10.000 MW sehingga seluruh pendanaan untuk 33 PLTU telah tersedia dari pinjaman Bank dan siap untuk dimanfaatkan. Dengan demikian total pinjaman perbankan untuk porsi USD dan porsi Rupiah proyek 10.000 MW adalah sebesar Rp 68,6 triliun (USD 4,9 Milyar ditambah Rp 19,6 Triliun). Penyelesaian proses pendanaan proyek 10.000 MW ini merupakan suatu tahapan hasil kerja keras tim PLN sehingga untuk tahun 2010 kami dapat lebih fokus pada penyelesaian konstruksi pisik di lapangan, Fahmi Mochtar menambahkan.

Keenam perjanjian kredit yang ditandatangani tersebut melengkapi serangkaian perjanjian kredit perbankan yang telah ditandatangani PLN secara bertahap untuk mendukung pendanaan proyek 10.000 MW yang merupakan penugasan Pemerintah kepada PLN melalui Peraturan Presiden No. 71/2006. Proyek ini merupakan jawaban atas tingginya permintaan tenaga listrik nasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus dimaksudkan menekan biaya produksi melalui penggantian BBM dengan batubara yang biaya bahan bakarnya lebih murah.

Perlu ditambahkan bahwa walaupun aspek pendanaan baru saja dapat diselesaikan, namun perkembangan pekerjaan konstruksi di lapangan sudah lebih maju. Sebagai gambaran saat ini sedang dibangun 33 PLTU berbahan bakar batubara terdiri dari 10 PLTU berlokasi di Pulau Jawa dan 23 PLTU di luar Pulau Jawa. Diantara proyek-proyek tersebut 10 proyek kemajuan pembangunannya sudah diatas 50% yaitu PLTU Labuan Banten, PLTU Suralaya Banten, PLTU Indramayu Jabar, PLTU Rembang Jateng, PLTU Paiton Jatim, PLTU Pacitan Jatim, PLTU Teluk Naga/Lontar Jabar, PLTU Tanjung Bale Karimun Kepri, PLTU Ende NTT, dan PLTU Kendari Sultra.

Sekretaris Perusahaan

PT. PLN (Persero)

Ida Bagus G. Mardawa P.



Sumber:http://www.pln.co.id/dev_webpln/news/siaran-pers/73/138.html

Sabtu, 01 Mei 2010

Pencurian Travo Listrik, Marak di Probolinggo

Sabtu, 01 Mei 2010, 07:38 WIB

PROBOLINGGO--Aksi pencurian travo milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di lingkungan Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) PLN Probolinggo, lagi marak. Tercatat, dalam kurun waktu April ini saja, sudah tiga peristiwa pencurian travo terjadi di kawasan Probolinggo.

Berturut-turut pada 1 April di kawasan Desa Sumberkare, berlanjut pada 21 April di Desa Wonosari, dan Kamis (29/4) dinihari, pencurian terjadi di kawasan Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan Januari hingga Maret 2010 pencurian serupa terjadi sebanyak empat kali, yakni di Desa Gunung Bekel, Tegal Siwalan Kulon, Wonorejo, Kecamatan Wonomerto, dan di Desa Legundi, Kecamatan Bantaran.

Kepala UPJ PLN Probolinggo, Rustam Efendi SE, menjelaskan, pelaku selalu membawa lari isi travo berupa kawat tembaga. Kawat travo dari tembaga yang rata-rata memiliki berat hingga dua kwintal itu yang mereka buru. Kalau dijual, harga kawat tembaga setiap travo bisa mencapi Rp 5 juta," ujarnya.

Melihat kondisi di setiap lokasi kejadian, kuat dugaan pelaku berjumlah lebih dari satu orang. Dalam beroperasi mereka menjatuhkan langsung travo dari ketinggian sekitar 10 meter. Pencurinya pasti berkelompok. Karena barang bawaannya itu berat, sambung Rustam.

Akibat pencurian itu, dalam empat bulan terakhir UPJ PLN Probolinggo merugi hingga ratusan juta rupiah. Dengan asumsi, jika harga setiap travo hilang berkapasitas 100 KVA, berkisar Rp 70 juta dikalikan tujuh, kalkulasi akhirnya mencapai Rp 490 juta. Belum lagi soal hilangnya setoran listrik dari pelanggan yang rata-rata menggunakan daya 490 sampai 900 VA akibat pemadaman listrik. Sebab pelanggan PLN di sekitar hilangnya travo secara otomatis tak bisa menikmati aliran listrik hinggar travo pengganti didatangkan.

Red: irf
Rep: eko hardianto

sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/10/05/01/113866-pencurian-travo-listrik-marak-di-probolinggo

Kamis, 29 April 2010

DIPASTIKAN TIDAK ADA PEMADAMAN DI JATIM DAN BALI

Metrotvnews.com, Surabaya: Pasokan batu bara untuk keperluan Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton I dan II, mulai hari ini, berangsur normal. PT Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa-Bali (PTPJB) PT Perusahaan Listrik Negara sudah memastikan bahwa tidak akan ada pemadaman listrik untuk wilayah Jawa Timur dan Bali. Pasokan batu bara mulai normal ditandai dengan kedatangan sebanyak 8.000 ton batu bara di Surabaya, Jawa Timur, dini hari tadi. Bahkan, pagi tadi, juga datang pasokan batu bara sebanyak 16 ribu ton yang diangkut dua kapal. Nanti malam juga akan datang pasokan batu bara sebanyak 17 ribu ton.

Reporter Metro TV Hidayat Firmansyah melaporkan, dengan kedatangan pasokan batu bara itu, stok batu bara untuk PLTU Paiton I dan II bisa mencapai 50 ribu ton. Angka ini cukup untuk kebutuhan selama enam hari. Menurut Iwan Darusman, Sekretaris Perusahaan PT PJB, pasokan batu bara untuk dua pembangkit itu juga akan tiba pada 24 dan 25 Februari mendatang sebanyak 16 ribu ton. Dan pada 26 Februari juga akan tiba batu bara sebanyak 17 ribu ton. Iwan mengatakan, jika terjadi kekurangan, PT PJB akan meminjam pasokan batu bara kepada Jawa Power dan PT Paiton Energy Company sebanyak 30 ribu ton. Setelah pasokan batu bara normal, rencanaya PTPJB akan menormalisasi produksi listrik dari Paiton I dan II sebesar 800 Mega Watt. Di bagian lain, di saat beberapa wilayah mengalami krisis listrik, sejumlah dusun di Jember, Jawa Timur, justru anteng=anteng saja menikmati pasokan listrik. Mereka sudah lama menggunakan energi turbin sebagai pengganti energi listrik dari PLN.

Dusun yang sudah menggunakan energi turbin di antaranya Dusun Mojan, Desa Jumurto, Kecamatan Patrang, Jember. Dusun ini tak terpengaruh dengan krisis energi listrik yang belakangan melanda sejumlah daerah di Indonesia. Sejak 2001, sekitar 50 kepala keluarga sudah mengembangkan energi alternatif, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) melalui tenaga turbin. Dengan menggunakan aliran deras Sungai Sumberlangon Klungkung, kebutuhan listrik warga dapat terpenuhi. Iurannya pun terbioang murah. Setiap rumah hanya dipungut antara Rp 2.000 hingga Rp 20 ribu per bulan. Biaya ini untuk perawatan peralatan turbin. Karenanya, dusun ini dikenal dengan Dusun Turbin. Satu-satunya kendala pasokan listrik dengan mesin turbin adalah saat memasuki musim kemarau. Karena saat itu debit air sungai sangat kecil. Saat itu daya voltase listrik untuk setiap warga pun dikurangi. Meski sejak 2004, aliran listrik PLN masuk ke wilayah dusun ini, sejumlah warga tetap memanfaatkan aliran listrik dari turbin.(DEN) .

sumber: http://www.lintasberita.com/Nasional/Berita-Lokal/DIPASTIKAN_TIDAK_ADA_PEMADAMAN_DI_JATIM_DAN_BALI