Tampilkan postingan dengan label Mesum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mesum. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 September 2010

Ringkus Pasangan Tersangka Video Porno

[ Kamis, 09 September 2010 ]
KRAKSAAN - Polres Probolinggo membuktikan janjinya serius menangani kasus video porno yang meresahkan warga Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan. Selasa (7/9) lalu, pasangan Tp alias Hdb dan perempuannya, NH atau Iy, diringkus polisi. Keduanya dijadikan tersangka pelaku video porno.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bromo, Hdb ditangkap saat sedang berada di rumahnya di Desa Blado Kulon sekitar pukul 15.00. Tak ada perlawanan dilakukan Hdb. Sementara NH ditangkap di rumahnya pada malam harinya, sekitar pukul 23.50.

Setelah diringkus dari rumahnya masing-masing, Hdb dan NH sama dikeler ke mapolres. Kedua warga bertetangga di Blado Kulon itu kemudian dimasukkan ke sel tahanan. Berdasar pantauan Radar Bromo, hingga kemarin (8/9) pagi, keduanya masih menjalani penyidikan.

Hal itu dibenarkan Kapolres Probolinggo AKBP Rastra Gunawan melalui Kasatreskrim AKP Heri Mulyanto. Bahkan menurut AKP Heri, dua tersangka sudah menjalani pemeriksaan. "Bukti-bukti yang kami dapat cukup kuat," ujarnya.

Seperti diberitakan Radar Bromo sebelumnya, DPRD untuk kedua kalinya dapat pengaduan kasus video porno. Setelah kasus video porno asal Kalianan, Krucil, DPRD dapat pengaduan kasus video porno asal Tegalsiwalan.

Nah, video porno asal Tegalsiwalan ini pelaku lelakinya diduga adalah seorang guru ngaji. Yakni Tp alias Hdb. Sedangkan si perempuan adalah tetangganya sendiri, yakni NH atau Iy.

Beredarnya video porno Hdb-NH membuat gusar warga Blado Kulon. Termasuk Mansur, yang tidak lain adalah suami sah dari NH. Warga bersama Mansur kemudian mengadukan kasus tersebut ke polres.

Di luar itu, PCNU Kabupaten Probolinggo bahkan sampai mengutuk keberadaan video porno itu. Selain itu PCNU juga langsung turun tangan mencari kebenaran. "Ternyata diketahui kalau orang yang diduga pelaku (Hdb) itu memang mantan guru ngaji," terang Ketua PCNU Syaiful Hadi sebelumnya.

Dari keterangan yang diperoleh PCNU, sejak sekitar 3 tahun lalu Hdb sudah tidak mempunyai murid lagi. "Dikabarkan kalau muridnya itu lama kelamaan habis. Karena memang tindakan ustadsnya yang tidak baik," jelas Syaiful Hadi.

Sementara, AKP Heri menambahkan, jika terbukti maka baik Hdb maupun NH s terancam hukuman penjara masing-masing 12 tahun. Sebab, mereka melanggar UU 44 tahun 2008 antipornografi. "Namun sementara ini masih kami lakukan proses penyidikan," tutur Heri. (eem/yud)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=178804

Selasa, 07 September 2010

Pertanyakan Kasus Video Porno

[ Selasa, 07 September 2010 ]

PROBOLINGGO - Penyikapan Komisi A DPRD terkait kasus video bugil kamar mandi yang diduga melibatkan Kades Kalianan Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo Didik Mulyono dipertanyakan. Sebab, selang seminggu setelah komisi A turun ke lapangan, belum ada langkah konkret kelanjutan penanganan kasus tersebut.

Alhasil warga setempat pun menyanyakan keseriusan Komisi A. "Terus terang, warga masih menunggu hasil dari investigasi komisi A," terang Beni, salah satu warga setempat.

Menurut Beni, warga sudah beberapa kali menanyakan kelanjutan kasus tersebut ke Komisi A. "Terakhir saya menanyakan ke Pak Suhud (ketua Komisi A). Katanya Komisi A masih menunggu keterangan dan penjelasan si perempuan (yang diduga sebagai aktris dalam video mesum)," jelasnya.

Nah, langkah komisi A untuk mencari keterangan dari si perempuan ini dirasa Beni agak sulit. Sebab sejak video itu beredar, perempuan yang diduga maen di video tersebut sudah tidak terlihat lagi di desa.

"Yang namanya orang, usai video itu mencuat mungkin malu. Terus pergi entah ke mana. Kalau komisi A masih menunggu keterangan dari si perempuan ya agak sulit. Soalnya perempuannya sulit dicari," beber Beni.

Menurut Beni, langkah komisi A untuk memanggil si perempuan memang agak sulit. Meskipun begitu, proses investigasi masih bisa tetap digunakan. "Komisi A bisa meniru penanganan kasus Ariel itu. Pedomannya dengan menggunakan UU pornografi," beber Beni.

Seperti diberitakan Radar Bromo sebelumnya, Rabu (25/8) lalu sejumlah warga Krucil mengadukan Kades Kalianan Didik Mulyono ke bupati dan DPRD. Didik dituding melakukan perselingkuhan dengan seorang wanita asal Desa Bremi Kecamatan Krucil.

Tudingan itu didasarkan pada video bugil seorang wanita di kamar mandi. Wanita itu disebutkan adalah warga Bremi. Dan diduga lelaki yang merekamnya adalah Kades Kalianan Didik Mulyono.

Didik Mulyono sendiri kepada Radar Bromo Kamis (26/8) menyangkal tudingan dan laporan warga atas dirinya. Kades Didik Mulyono mengaku sama sekali tidak terlibat dalam kasus video geger bugil kamar mandi itu. Didik justru mengatakan, laporan tersebut merupakan manuver politik dari beberapa lawan politiknya saat Pilkades (pemilihan kepala desa) 2008 silam.

Sementara itu, ketua Komisi A Suhud menjelaskan kalau penyikapan atas kasus video porno itu masih terus dilakukan. "Rencananya langkah terdekat kami ya akan memanggil pihak-pihak terkait. Seperti kades, pelapor dan yang diduga pelaku," jelasnya.

Menurut Suhud penanganan kasus tersebut agak lambat karena memang agenda DPRD beberapa minggu terakhir ini memang supersibuk. "Kemarin (Minggu/5/9) baru datang dari workshop di Jakarta," jelasnya.

Suhud menjelaskan kalau penanganan kasus tersebut bakal dilanjutkan kembali usai agenda utama dewan rampung. Diperkirakan usai lebaran mendatang. "Jadwal kami masih padat. Yang kami utamakan, agenda dewan dahulu," bebernya.

"Dalam waktu dekat ini kasus itu juga akan kami rapatkan di internal komisi A. Selanjutnya disampaikan ke pimpinan. Baru nanti kalau sudah jelas semuanya, akan saya kabarkan," imbuhnya. (mie/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=178561

Senin, 06 September 2010

NU Telusuri Video Mesum Guru Ngaji

06/09/2010 - 03:01
ilustrasi

INILAH.COM, Probolinggo - Kasus beredarnya video mesum seorang guru ngaji berinisial TP, asal warga Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, dengan seorang perempuan berinisial Iy terus menjadi perbincangan banyak warga.

Untuk meredam gesekan masyarakat, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo bertindak. PCNU Probolinggo melakukan klarifikasi kebenaran pelaku video porno adalah seorang guru ngaji.

"Jadi hasil klarifikasi ranting NU setempat, Tp itu kini sudah bukan menjadi seorang guru ngaji lagi. Melainkan sudah berhenti," ujar Ketua PCNU setempat, Syaiful Hadi, Minggu (5/9).

Syaiful menjelaskan, Tp berhenti menjadi seorang guru ngaji itu sejak 4 tahun yang silam.

"Jadi lebih tepatnya dalam pemberitaan, dia itu bukan seorang guru ngaji lagi, tetapi oknum yang telah melakukan perbuatan itu," tegasnya. [beritajatim.com/bar]

Sumber: http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/09/06/801031/nu-telusuri-video-mesum-guru-ngaji/

Sudah Mantan Guru Ngaji

[ Senin, 06 September 2010 ]
Lelaki yang Diduga Pelaku Video Porno

PROBOLINGGO - PCNU Kabupaten Probolinggo memberi perhatian serius pada kasus video porno yang diduga pelakunya adalah seorang guru ngaji asal Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan. PCNU berencana dalam waktu dekat turun ke Blado Kulon untuk menenangkan masyarakat.

Ketua PCNU KH Syaiful Hadi mengatakan, begitu kasus video porno Blado Kulon itu mencuat, pihaknya langsung mencari kebenaran. "Saya dari PCNU langsung mengumpulkan pengurus MWC NU Tegalsiwalan dan ranting Blado Kulon. Ternyata diketahui kalau orang yang diduga pelaku (Hdb) itu memang mantan guru ngaji," terang Syaiful Hadi kepada Radar Bromo kemarin.

Menurut penjelasan dari MWC dan ranting, diketahui kalau sejak sekitar 3 tahun lalu Hdb sudah tidak mempunyai murid lagi. "Dikabarkan kalau muridnya itu lama kelamaan habis. Karena memang tindakan ustadsnya yang tidak baik," jelas Syaiful Hadi.

Seperti diberitakan Radar Bromo sebelumnya, Ramadan ini DPRD Kabupaten Probolinggo malah panen laporan soal video porno. Sebelumya ada kasus video bugil kamar mandi yang diduga melibatkan kepala Desa Kalianan, Krucil. Yang terbaru, DPRD kembali dapat pengaduan kasus video porno yang diduga pelaku lelakinya adalah seorang guru ngaji asal kecamatan Tegalsiwalan.

Bahkan kasus video porno yang diduga melibatkan eks guru ngaji berinisial Tp alias Hdb ini sudah sampai gedung DPRD dan polres setempat. Kemarin (2/9) beberapa warga desa Blado kulon, Tegalsiwalan kembali mendatangi Polres untuk menyeriusi laporannya.

Menyeruaknya kasus video mesum itu sendiri menurut Syaiful Hadi rentan menimbulkan perpecahan. Sebab video mesum tersebut diduga hubungan perselingkuhan yang notabenenya adalah warga bertetangga.

Dijelaskan Syaiful Hadi, tentu saja menyeruaknya kasus tersebut menimbulkan pro dan kontra di masyarakat setempat yang rentan terjadi gesekan. "Karena itu dari PCNU akan turun ke lapangan untuk menenangkan suasana. Agar tidak memanas dan sampai menimbulkan perpecahan," jelas Syaiful.

"Terlepas dari proses hukum yang terus berlangsung, warga harus segera ditenangkan. Seperti orang puasa yang bertemu es ketika saat buka tiba," imbuhnya.

Selain itu agenda ke Blado Kulon tersebut juga dimanfaatkan PCNU untuk agenda safari dakwah. "Sasaran kami selanjutnya adalah penguatan akhlak warga. Kami berharap masalah serupa tidak terulang lagi," harapnya. (mie/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=178405

Sabtu, 04 September 2010

Kampanyekan Antibugil Depan Kamera

[ Sabtu, 04 September 2010 ]
Buntut Geger Merebaknya Video Mesum

PROBOLINGGO - Maraknya kasus video porno di Kabupaten Probolinggo yang belakangan terungkap, terus mengundang keprihatinan. Tidak hanya PCNU mengutuk.

Pemkab melalui Bagian Kominfo akan kampanyekan secara massif gerakan antibugil di depan kamera ke desa-desa.

Kabag Kominfo Sentot Dwi H mengatakan dirinya mewakili Pemkab Probolinggo sangat prihatin atas kasus-kasus video porno yang belakangan ini diadukan ke DPRD dan polres.

"Terlepas apakah benar atau tidak orang yang ada di video tersebut apakah orang Kabupaten, namun menyeruaknya kasus ini sudah memperihatinkan banyak kalangan. PCNU sampai mengutuknya. Karena itu Pemkab juga menyiapkan beberapa langkah antisipasi agar kedepan kasus seperti ini tidak terjadi lagi," jelas Sentot kepada Radar Bromo kemarin.

Menurut Sentot, masalah peredaran video porno itu sendiri secara keseluruhan sudah menjadi isu nasional. "Kasus-kasus video porno dan situs-situs porno itu sudah menjadi perhatian serius Menkominfo," jelasnya.

Saat ini, kata Sentot, kementerian kominfo berupaya memblokir atau memperketat beberapa situs porno yang beredar di dunia maya. Lalu, bagaimana upaya pemda-pemda di Indonesia? Menurut Sentot, sedianya pemerintah pusat juga sudah memperhatikan masalah tersebut.

"Masalah peredaran video porno dan situs porno itu saat ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Tetapi sudah menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat untuk memeranginya. Karena itu muncullah gerakan jangan bugil di depan kamera," jelas Sentot.

Sampai sejauh ini menurut Sentot, saslah satu cara yang ampuh untuk memerangi peredaran video porno itu sendiri adalah dengan menghambat proses produksinya. Nah, hal itu bisa dilakukan kalau semua masyarakat sadar dengan tidak melakukan aktifitas bugil dan samacamnya di depan kamera.

"Masyarakat harus sadar diri. Jangan sampai bugil di depan kamera. Walaupun alasan awalnya adalah untuk dokumentasi pribadi. Tetapi, manusia itu kan ada lengahnya. Bisa saja dokumen pribadi itu bocor, terus videonya kan bisa berkembang dan beredar di masyarakat?" jelas Sentot.

Selanjutnya, dalam waktu dekat ini pemkab akan memasifkan kampanye antibugil di depan kamera itu. Setiap kegiatan-kegiatan yang digelar pemkab, nantinya bakal diselingi sosialisasi tersebut.

"Kami juga akan memanfaatkan sarana M-Cap yang keliling ke desa-desa untuk mensosialisasikan gerakan antibugil di depan kamera. Kami berupaya kenalkan internet sehat bebas pornografi sampai ke pelosok desa," katanya.

Seperti diberitakan Radar Bromo sebelumnya, Ramadan ini DPRD Kabupaten Probolinggo seperti panen laporan soal video porno. Sebelumya ada kasus video bugil kamar mandi yang diduga melibatkan kepala Desa Kalianan, Krucil.

Yang terbaru, DPRD kembali dapat pengaduan kasus video porno yang diduga pelaku lelakinya adalah seorang guru ngaji asal kecamatan Tegalsiwalan. Bahkan kasus video porno yang diduga melibatkan guru ngaji berinisial Tp alias Hdb ini sudah sampai ke meja gedung DPRD dan Polres setempat.

Wakil Ketua DPRD Wahid Nurahman juga mengaku turut prihatin dengan merebaknya video mesum beberapa hari belakangan ini. "Apalagi merebaknya kasus tersebut terjadi saat Ramadan, bulan penuh berkah," katanya.

Menurut Wahid, masalah merebaknya kasus video mesum itu harus segera diselesaikan. "Sebab sekarang ini anak-anak kecil sebagian besar sudah bisa mengoperasionalkan komputer maupun HP. Jadi jangan sampai generasi muda kita jadi korban," jelasnya.

DPRD dikatakan Wahid berharap masalah kasus merebaknya video mesum tersebut segera diusut tuntas oleh polres. "Cuma untuk memberantasnya, tidak hanya menjadi tugas polres, tetapi semua elemen. Terutama beberapa tokoh masyarakat," bebernya.

Wahid menyebutkan, salah satu langkah konkret yang dilakukan DPRD untuk mengantisipasi kasus tersebut terjadi kembali adalah melibatkan tokoh masyarakat untuk memeranginya. "Harus ada kesadaran dari tiap individu. Salah satunya, ya dengan membentuk akhlaknya. Peran tokoh agama dan masyarakat sangat penting di situ," jelasnya. (mie/yud)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=178089

Jumat, 03 September 2010

Geger Video Porno PNS hingga Ustad

Jumat, 3 September 2010 | 11:36 WIB

PROBOLINGGO – Setelah perekam video mesum warnet di Nganjuk tertangkap polisi setempat (Surabaya Post edisi 2 September 2010), giliran Probolinggo dan Trenggalek dihebohkan peredaran video mesum. Satu video porno di Probolinggo mempertontonkan perempuan bugil yang diduga direkam kepala desa. Video lainnya adegan mesum guru ngaji. Di Trenggalek video porno diperankan PNS.

Video porno di Trenggalek berjudul ’’PNS Kota Panggul’’ dan diduga dilakukan sepasang oknum PNS setempat. ’’Kami masih menyelidiki kebenaran video ini. Apakah benar dilakukan di sini, apakah pelakunya benar PNS Trenggalek,’’ kata Kapolsek Panggul AKP Gatot.

Dari rekaman terlihat pemeran wanita yang berusia sekitar 40 tahun memakai pakaian dinas PNS warna cokelat. ’’Keduanya melakukan hubungan layaknya suami-istri dalam mobil yang diparkir di kawasan pantai yang sepertinya Pantai Panggul,’’ ujar Agung (36), warga Trenggalek, sambil menunjukkan video mesum dari ponselnya. Gambarnya jelas dan sangat dekat walau diduga direkam dengan kamera HP.

Diduga yang merekam adegan syur itu pelaku pria. Proses pengambilan gambar dilakukan pada siang hari. Sebab, dari hasil rekaman suasana di luar mobil terlihat sangat terang. Beberapa orang yang memiliki rekaman video porno ini mengaku sudah punya rekaman intim itu sejak seminggu lalu.

AKP Gatot berjanji mengusut kasus itu. Saat ini dia telah memerintahkan dua anggotanya untuk melacak lokasi yang kemungkinan dijadikan tempat merekam adegan tidak senonoh oleh sepasang PNS tersebut.

Di Probolinggo, beredar video perempuan yang diduga warga Desa Bremi, Kec Krucil, Kab Probolinggo dalam keadaan bugil. Diduga, video itu direkam di kamar sebuah hotel di perbatasan Probolinggo-Situbondo. Perekam diduga adalah Didik Mulyono, Kades Kalianan, Kec Krucil, Kab Probolinggo.

Kasus itu terkuak dari laporan warga ke DPRD Kabupaten Probolinggo. Beni, warga Kalianan mengatakan, indikasi keterlibatan Kades Didik Mulono dalam perekaman video itu didasarkan sejumlah bukti. Pertama, suami perempuan dalam video itu menyebut-nyebut kades yang merekam adegan bugil itu. ’’Indikasi lain, pelaku yang mengambil gambar terlihat mengenakan cincin bermata merah, persis seperti yang dikenakan Pak Kades,” ujar Beni. Indikasi lain, kata Beni, berupa percakapan antara kades dengan perempuan itu via SMS.

Warga bahkan sudah melaporkan kasus itu ke Bupati Probolinggo. Komisi A DPRD Kab Probolinggo dan Kepala Inspektorat Drs Abdul Azis juga sudah menurunkan tim. ‘’Ya kami sedang mendalami kasus ini,’’ ujar Abdul Azis, Jumat (3/9) pagi. Kades Didik Mulyono sendiri membantah dirinya merekam perempuan telanjang bulat di sebuah ranjang hotel di perbatasan Probolinggo-Situbondo.

Sebelumnya, beredar video porno adegan suami istri antara Tb, ustad atau guru mengaji dengan perempuan berinisial Iy, keduanya warga Desa Blado Kulon, Kec. Tegalsiwalan, Kab. Probolinggo. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Probolinggo. Kamis (2/9) kemarin, sejumlah warga Desa Blado Kulon mendatangi Polres untuk mendesak pengusutan tuntas kasus itu. Di antara warga terlihat Mansur (50), suami Iy, perempuan pemeran video porno.

’’Kami sudah beberapa kali melaporkan kasus ini ke Polres, tetapi belum ditangani serius. Kalau laporan kami belum juga digubris, kami akan melaporkan kasus ini ke Polda dan Pemprov Jatim,” ujar Mansur yang mengaku baru mengetahui tayangan video porno yang melibatkan Tp dan istrinya, Iy, itu Kamis (2/9).

’’Pak Sur (Mansur, red) awalnya tidak kami beri tahu adanya video porno antara Tp dan Iy itu. Kami khawatir Pak Sur tawuran dengan istrinya, juga dengan Tp,” ujar Samsi, warga Blado Kulon. Kapolres Probolinggo AKBP Rastra Gunawan mengaku sedang menangani kasus itu. ’’Sekarang kami sedang memeriksa sejumlah saksi,” ujar Kapolres. isa,ntr

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=1671fa4df3c37e2fee326cf8b93c29c3&jenis=1679091c5a880faf6fb5e6087eb1b2dc


Video Porno Libatkan Guru Ngaji

Jumat, 3 September 2010 | 08:57 WIB

PROBOLINGGO-Satu lagi video porno yang menghebohkan Probolinggo melibatkan Tb, guru mengaji dan perempuan berinisial Iy. Keduanya warga Desa Blado Kulon, Kec. Tegalsiwalan, Kab. Probolinggo.

Kali ini, Ketua PCNU Kab. Probolinggo, KH Syaiful Hadi berteriak keras mengutuk pelaku video porno tersebut.

”Tolong kasus video porno ini diusut tuntas. Kami mengutuk keras pelaku video mesum itu,” ujarnya kepada wartawan.

Dikatakan video porno itu hendaknya tidak dikait-kaitkan dengan pekerjaan guru mengaji yang disandang Tp, tetapi lebih sebagai pribadi.

Video Tp-Iy ini sudah dilaporkan ke DPRD dan Polres Probolinggo. Kamis (2/9) kemarin, sejumlah warga Desa Blado Kulon pun mendatangi Polres untuk mendesak pengusutan tuntas kasus tersebut.

Bahkan di antara warga Blado Kulon yang mendatangi Polres itu tampak Mansur (50), suami Iy. ”Kami sudah beberapa kali melaporkan kasus ini ke Polres, tetapi belum ditangani serius oleh Polres. Kalau laporan kami belum juga digubris, kami akan melaporkan kasus ini ke Polda dan Pemprov Jatim,” ujar Mansur.

Mansur mengaku, baru Kamis (2/9) mengetahui adanya tayangan video porno yang melibatkan Tp dan istrinya, Iy. ”Pak Sur (Mansur, Red.) awalnya tidak kami beri tahu adanya video porno antara Tp dan Iy itu. Kami khawatir Pak Sur tawuran dengan istrinya, juga dengan Tp,” ujar Samsi, warga Blado Kulon.

Sementara itu Kapolres Probolinggo, AKBP Rastra Gunawan mengaku, sudah menindaklanjuti laporan warga terkait video porno. “Baru buat laporan, jadi baru sekarang kami memeriksa sejumlah saksi,” ujar Kapolres kepada wartawan, Kamis. isa

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=0daa08c676117ac624ff02d27aa247cd&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c

Kades Rekam Adegan Bugil Warganya

Jumat, 3 September 2010 | 08:52 WIB

PROBOLINGGO - Kab. Probolinggo dihebohkan beredarnya dua video porno kepala desa dan guru mengaji. Kini kasus itu ditangani DPRD setempat.

Pertama video porno yang merebak sejak pertengahan Ramadan lalu yang melibatkan Didik Mulyono, Kepala Desa Kalianan, Kec. Krucil, Kab. Probolinggo dengan seorang perempuan, warga Desa Bremi, Kec. Krucil.

Belakangan muncul lagi video serupa dengan pemain seorang guru ngaji, Tp dan seorang perempuan berinisial Iy. Keduanya warga Desa Blado Kulon, Kec. Tegalsiwalan, Kab. Probolinggo.

Komisi A DPRD sempat turun ke Kec. Krucil guna mengusut tuntas kasus video porno yang diduga direkam dengan pesawat HP berkamera itu. Kades Didik Mulyono dan sejumlah warga yang melaporkan kasus video porno itu pun diklarifikasi.

Sebelumnya, sejumlah warga Kalianan mendatangi DPRD melaporkan perbuatan amoral petinggi desa itu. Selain itu, perwakilan warga juga melaporkan kasus ini ke Bupati Probolinggo.

”Kami sudah klarifikasi kasus video porno itu ke Kades Kalianan, juga ke warga yang melaporkan kasus itu ke DPRD,” ujar Suhud, anggota Komisi A DPRD, Jumat (3/9) pagi.

Soal hasilnya, DPRD masih akan meneliti lebih lanjut kebenaran pernyataan dari kedua belah pihak (kades dan warga).

Hal senada diungkapkan Kepala Inspektorat, Drs Abdul Azis. “Benar, selain Komisi A DPRD, Pemkab juga menurunkan tim untuk mengusut tuntas kasus video porno yang diduga melibatkan Kades Kalianan,” ujarnya pagi tadi.

Kades Didik Mulyono membantah telah merekam seorang perempuan telanjang bulat di sebuah ranjang hotel di perbatasan Probolinggo-Situbondo. Namun kades mengaku, mengenali sosok perempuan yang videonya kini beredar itu.

Beni, salah seorang warga Kalianan mengatakan, dirinya dan beberapa tokoh desa sebelumnya sempat mengajak dialog Kades Didik Mulyono. ”Saat kami datangi Pak Kades tidak mau menanggapi isu tersebut. Ini kan menimbulkan pertanyaan di masyarakat,” ujarnya.

Indikasi keterlibatan kades dalam perekaman video itu, kata Beni, didasarkan sejumlah bukti. Pertama, suami perempuan dalam video itu menyebut-nyebut kades yang merekam adegan bugil itu.

”Indikasi lain, pelaku yang mengambil gambar terlihat mengenakan cincin bermata merah, persis seperti yang dikenakan Pak Kades,” ujar Beni.

Dikatakan indikasi lain berupa percakapan antara kades dengan perempuan “aktris” itu melalui short message service (SMS). isa

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=d525173f42fce8cbe2477b50fd2ca3eb&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c

Pacaran di Masjid, Diusir Satpam

[ Jum'at, 03 September 2010 ]

PROBOLINGGO - Suharyono, satpam masjid agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo kemarin (2/9) bertindak tegas. Dia mengusir sepasang remaja beda jenis, Pr, 15, dan Lk, 16, dari masjid. Penyebabnya, Pr dan Lk nekat pacaran dalam masjid.

Ulah dua remaja itu terbilang nekat. Mereka tak segan bermesraan di dalam masjid usai melakukan salat dzuhur. Aksi mereka akhirnya dipergoki jamaah lain hingga membuat satpam masjid bertindak tegas.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bromo, siang itu Pr dan Lk datang ke masjid agung untuk melakukan salat dzuhur. Lk langsung menuju tempat wudlu pria. Pr ke tempat wudlu perempuan. Selesai wudlu, mereka sama-sama melakukan salat dzuhur.

Tempat salat antara jamaah perempuan dan jamaah laki-laki dipisah oleh tabir kain. Yakni, di sisi selatan tabir khusus jamaan perempuan dan di sisi utara untuk jamaah laki-laki.

Nah, usai salat itulah Lk langsung tiduran di dalam masjid. Ia memilih tempat mepet tabir dan berada di bagian belakang. Sedangkan tak jauh darinya, ada Eko, seorang jamaah sedang membaca Alquran. Antara Lk dan Eko sedikit terhalahi oleh tiang masjid.

Tapi, lama-lama Eko mulai curiga. Lk mulai menunjukkan gelagat mencurigakan. Eko mencoba mengamati ulah Lk lebih seksama. Eko pun terkejut. Ia melihat Lk bermesraan dengan pacarnya, Pr, yang berada di balik tirai.

Ternyata Lk dan Pr sama-sama tiduran dengan posisi berhadap-hadapan dan tangannya saling berpegangan mesra. "Sesekali, dia (Lk) terlihat menggerayangi tubuh pacarnya (Pr)," ujar Eko.

Tak tahan dengan ulah dua remaja yang sedang dimabuk cinta itu, Eko berhenti tadrus. Eko menutup Alqurannya, dan melaporkan kejadian tersebut kepada satpam Suharyono. Mendapat laporan itu, Suharyono langsung melabrak Lk dan Pr.

Pada saat dilabrak satpam, sepasang kekasih itu masih berpengan tangan erat. "Tak sepak sama saya... Yang benar saja, masak pacaran di dalam masjid," ujar Suharyono.

Begitu ditegur satpam, Lk langsung bangun dan keluar dari masjid. Begitu juga dengan Pr, ia menghidar dari satpam sampai kerudungnya terjatuh. Satpam mengusir mereka dari masjid. Mereka pun pergi.

Tapi, selang sekitar 30 menit kemudian, Lk datang lagi untuk mengambil sepeda motornya yang diparkir di depan masjid. Melihat itu, Suharyono kembali menegurnya. "Dik, kamu tadi ya," tanyanya.

Mendengar itu, Lk langsung menghampiri Suharyono dan mengakui perbuatannya. Dengan lugunya, Lk mengaku kalau Pr adalah pacarnya. Menurutnya, waktu itu sehabis salat ia langsung tidur. Dan, yang memulai semua itu adalah pacarnya, Pr. "Saya tidur, Dia (Pr) yang tiba-tiba memegang tangan saya," ujar Lk.

Suharyono pun kembali memperingatkan untuk tidak mengulang perbuatannya. "Kenapa di dalam masjid? Masjid kan tempatnya orang salat. Sudah sana pergi," ujar Suharyono.

Mendapati itu, Lk pun pergi membawa motor Supra Fit-nya. "Baru kali ini saya nempak (nendang) orang. Kok berani mereka pacaran di dalam masjid," ujar Suharyono. (rud/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=177971

PCNU Kutuk Video Porno

[ Jum'at, 03 September 2010 ]
Suami Yakin Perempuan di Video adalah Istrinya

PROBOLINGGO - Maraknya kasus video porno di Kabupaten Probolinggo yang belakangan terungkap, mengundang keprihatinan. Terlebih video porno terbaru yang dilaporkan ke DPRD, pelakunya diduga adalah seorang guru ngaji. PCNU pun mengutuk keras sekaligus minta polres serius mengusut kasus tersebut.

Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Syaiful Hadi mengatakan sangat prihatin. "Kalau benar video itu orang Probolinggo ya patutu disayangkan sekali," ucapnya kepada Radar Bromo kemarin (2/9).

"Lha iya, sangat disayangkan sekali. Bulan Ramadan kok bukannya berlomba untuk mencari pahala, tetapi malah balapan membuat video porno. Kami dari PCNU sangat mengutuk beredarnya video mesum tersebut," imbuh kiai asal Tongas tersebut.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu menyikapi soal profesi pelaku dalam video yang disebut-sebut sebagai seorang guru ngaji atau ustadz. "Kalau fakta di lapangan seperti itu (benar ada video porno) maka tidak usah dikait-kaitkan dengan profesi pelakunya. Itu lebih pada pribadi seseorang," jelasnya.

Dikatakan Syaiful, dalam ajaran agama manapun perbuatan asusila apalagi perselingkuhan itu sangat dilarang. Terlebih kegiatan asusila itu direkam melalui video yang kemudian sampai beredar.

"Sekali lagi PCNU bukan hanya beri fatwa untuk video mesum itu, tetapi mengutuk keras. Kami meminta pemerintah dalam hal ini khususnya Polres untuk mengusut tuntas kasus tersebut," pintanya.

Kiai Syaiful beraharap ke depannya tidak ada lagi peredaran video mesum di Kabupaten Probolinggo. "Karena kalau terus merebak peredaran video di Kabupaten Probolinggo, nanti akan merusak generasi muda," jelasnya.

Seperti diberitakan Radar Bromo sebelumnya, Ramadan ini DPRD Kabupaten Probolinggo seperti panen laporan soal video porno. Sebelumya ada kasus video bugil kamar mandi yang diduga melibatkan kepala Desa Kalianan, Krucil. Yang terbaru, DPRD kembali dapat pengaduan kasus video porno yang diduga pelaku lelakinya adalah seorang guru ngaji asal kecamatan Tegalsiwalan.

Bahkan kasus video porno yang diduga melibatkan guru ngaji berinisial Tp alias Hdb ini sudah sampai ke meja gedung DPRD dan Polres setempat. Kemarin (2/9) beberapa warga desa Blado kulon, Tegalsiwalan kembali mendatangi Polres untuk menyeriusi laporannya.

Kali ini warga datang bersama Mansur, 50. Dia adalah suami Iy, perempuan yang diduga kuat sebagai perempuan dalam video porno tersebut. "Sebenarnya kami sudah beberapa kali laporan, tetapi belum ditanggapi serius oleh polisi. Kalau kali ini tidak ditanggapi serius lagi, kami akan lapor polda dan pemprov Jatim," protes Samsi, salah satu pelapor yang mendampingi Mansur kemarin.

Mansur saat dikonfirmasi Radar Bromo mengaku baru kemarin pagi melihat video mesum yang diduga melibatkan isterinya itu. "Warga Blado kulon itu memang sengaja tidak memberi tahukan ke Pak Sur (panggilan Mansur) saat pertama kali video itu beredar. Takut nanti ada perkelahian," jelas Samsi.

Meski agak shock, namun saat dikonfirmasi Radar Bromo, Mansur meyakini kalau perempuan yang dalam video mesum tersebut adalah isterinya. "Benar itu isteri saya. Selain wajahnya masih cukup jelas, baju (warna biru yang dipakai dalam video) itu milik isteri saya. Wong saya yang belikan dulu," ungkapnya.

Tentu saja, Mansur sakit hati dengan insiden tersebut. "Saya ini orang Madura, jelas saja harga diri saya diinjak-injak. Tetapi saya ditenangkan keluarga. Kami menyerahkan ke proses hukum. Masalah tersebut harus diusut tuntas," pinta ayah satu anak tersebut.

Sementara itu Polres Probolinggo sendiri sampai sejauh ini masih terus menyelidiki kasus tersebut. "Baru buat laporan. Jadi sekarang masih periksa saksi-saksi," ujar Kapolres AKBP Rastra Gunawan melalui pesan pendek saat dikonfirmasi Radar Bromo kemarin.

Sebelumnya, Kasatreskrim AKP Heri Mulyanto melalui KBO Reskrim Iptu Muhammad Dugel menyatakan beberapa waktu yang lalu sifatnya baru pengaduan warga. Bila nantinya terbukti, kasus tersebtu bisa dikenai UU pornografi. (mie/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=177969

Kamis, 02 September 2010

NU Probolinggo Kutuk Kasus Video Mesum

Kamis, 02 September 2010 13:05:24 WIB
Reporter : Sugianto

Probolinggo(beritajatim.com)-Kasus beredarnya video mesum di Kabupaten Probolinggo yang diduga melibatkan salah seorang guru ngaji berinisial Tp alias Hdp dengan seorang perempuan berinisial Iy mendapat respon dari NU Kabupaten Probolinggo.

"NU Kabupaten Probolinggo sangat mengutuk dengan beredarnya video mesum itu," tandas ketua NU Kabupaten Probolinggo, Syaiful Hadi kepada beritajatim.com, Kamis (2/9/2010).

Sikap keras kutukan NU Kabupaten Probolinggo terhadap beredarnya video mesum itu, karena saat ini masih bulan puasa Ramadhan. "Ini tidak seharusnya terjadi di Kabupaten Probolinggo. Apalagi yang terlibat dalam adegan itu juga seorang guru ngaji," ungkapnya.

Syaiful Hadi menegaskan, faktor perbuatan amoral yang dilakukan oleh seorang guru ngaji itu bisa pengaruh dari pergaulan dan canggihnya tehnologi jaman sekarang.

"Sekarang itu jaman sudah canggih. Kalau iman seseorang tipis, maka inilah akibatnya. Ilmu yang mereka dapat akan berteman dengan syaitan," terang dia.

Untuk menekan pengaruh dari canggihnya tehnologi tersebut, pemerintah harus segera tanggap. Seperti petugas Sat Pol harus rajin-rajin menggelar razia. "Kalau perlu NU Probolinggo juga akan ikut razia," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Probolinggo digegerkan dengan peredaran video mesum. Beredarnya video mesum berdurasi 24 menit 54 detik itu, tak hanya berada di tangan warga melalui HP. Melainkan juga sudah sampai ke gedung DPRD setempat. [ugi/ted]

Sumber: http://www.beritajatim.com/detailnews.php/4/Hukum_&_Kriminal/2010-09-02/76281/3/%20NU%20Probolinggo%20Kutuk%20Kasus%20Video%20Mesum

Video Mesum Guru Ngaji Gegerkan Probolinggo

Rabu, 01 September 2010 20:17:32 WIB
Reporter : Sugianto

Probolinggo(beritajatim.com)-Probolinggo digegerkan dengan peredaran video mesum. Diduga video mesum yang beredar tersebut melibatkan salah seorang guru ngaji berinisial Tp alias Hdp, asal warga Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

Beredarnya video mesum tersebut, tak hanya berada di tangan warga melalui HP. Melainkan juga sudah sampai ke gedung DPRD setempat. "Ada warga yang melaporkan beredarnya video mesum ini ke kantor dewan," ungkap Sekwan bernama Rasid Subagio kepada wartawan, Rabu (1/8/2010).

Sampainya adegan video mesum yang diduga diaktori oleh salah seorang ngaji dengan seorang perempuan berinisial Iy tersebut, kata Rasid Subagio, karena ada beberapa warga setempat yang melaporkannya ke kantor dewan.

"Ada 4 warga yang melaporkannya ke kantor dewan. Mereka adalah Sudar, Supandi, Misnara dan Sapii. Mereka masih terhitung keluarga dengan perempuan dalam video mesum itu. Bahkan, laporannya sudah terhitung dua kali," timpalnya.

Lalu bagaimana reaksi para wakil rakyat ketika mendapat laporan adegan mesum tak senonoh itu? "Yang jelas warga masyarakat Probolinggo resah dengan beredarnya video mesum ini," ungkap salah seorang anggota Komisi A, Bambang Agus.

Agus menceritakan, sebelum video itu sampai ke tangan wartawan, dia sempat didatangi oleh dua orang warga dan menceritakan tentang video itu di rumahnya.

Salah seorang anggota Komisi A lainnya, Ruhullah saat dimintai komentarnya mendesak Polres agar segera mengusut tuntas peredaran video mesum tersebut.

"Kami sangat menyayangkan dengan beredarnya video mesum ini. Apalagi Probolinggo selama ini dikenal sebagai Kota santri," tegasnya.

Pantauan beritajatim.com, video mesum yang sempat menghebohkan Probolinggo itu berdurasi 24 menit 54 detik. Melihat kwalitas gambarnya, nampaknya adegan itu sengaja direkam dengan kamera HP.

Dalam adegan mesum itu, ada seorang lelaki dan seorang perempuan di dalam kamar. Si lelaki itu terlihat telanjang, sedangkan si perempuannya masih mengenakan baju berwarna biru.

Tak beberapa lama kemudian mereka melakukan hubungan intim layaknya hubungan suami istri.[ugi/ted]

Sumber: http://www.beritajatim.com/detailnews.php/4/Hukum_&_Kriminal/2010-09-01/76216/Video_Mesum_Guru_Ngaji_Gegerkan_Probolinggo

Senin, 30 Agustus 2010

Dewan ke Krucil, Disambut Demo

[ Senin, 30 Agustus 2010 ]
Dalami Kasus Video Bugil Kamar Mandi

PROBOLINGGO - Geger kasus video bugil kamar mandi yang diduga melibatkan Kades Kalianan Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo Didik Mulyono terus menggelinding. Selain Inspektorat pemkab menurunkan tim, hari ini Komisi A DPRD setempat juga bakal turun ke Krucil untuk mendalami kasus tersebut.

Ketua Komisi A, Suhud, mengatakan agenda turun ke lapangan tersebut sudah direncanakan sejak menerima laporan dari beberapa warga desa Kalianan beberapa hari lalu. "Kami akan tetap turun. Kami akan mengajak Bagian pemerintahan dan Inspektorat," kata Suhud kepada Radar Bromo kemarin (29/8).

Menurutnya, agenda utama Komisi A turun ke lapangan adalah untuk mencari kejelasan soal kabar video mesum yang disebut-sebut melibatkan kades itu. "Kami akan cari info sebanyak-banyaknyanya," kata Suhud.

Siapa saja yang akan diklarifikasi? "Kami akan klarifikasi ke kades, warga lainnya. Dan tak kalah pentingnya juga mencari keterangan dan penjelasan dari beberapa warga yang melapor tersebut. Selama ini kami belum sempat bertemu dengan pelapor juga," beber Suhud.

Diketahui, sebelumnya memang ada beberapa warga Krucil yang mengadukan Kades Kalianan Didik Mulyono ke DPRD dan bupati. Mereka mengadukan dugaan perselingkuhan kepala desa Kalianan itu dengan seorang wanita asal Desa Bremi, Krucil.

Dugaan itu didasarkan pada rekaman video seorang wanita bugil di kamar mandi dan ranjang sebuah hotel. Nah, pelapor menuding lelaki yang merekam wanita itu adalah Kades Didik Mulyono.

Saat pelapor datang ke DPRD, Rabu (25/8) lalu, mereka diterima bukan anggota komisi A. Mereka diterima Agil Bafaqih (ketua komisi C) dan Dedy Suyanto (komisi B) serta sekwan.

Kades Didik Mulyono sendiri kepada Radar Bromo Kamis (26/8) menyangkal tudingan dan laporan warga atas dirinya. Kades Didik Mulyono mengaku sama sekali tidak terlibat dalam kasus geger video bugil kamar mandi itu. Didik justru mengatakan, laporan tersebut merupakan manuver politik dari beberapa lawan politiknya saat Pilkades (pemilihan kepala desa) 2008 silam.

Atas kasus ini, Inspektorat Pemkab Probolinggo sejak Jumat (27/8) lalu sudah menurunkan tim investigasi ke desa Kalianan. Namun sampai kemarin inspektorat belum merilis hasil temuan investigasi tersebut kepada Radar Bromo.

Sedangkan menurut Ketua Komisi A Suhud berharap perkara tersebut masuk ke meja kepolisian. Itu agar kasus itu segera clear. "Kalau komisi A hanya sebatas mencari keterangan. Untuk mengetahui kebenaran video atau orang yang ada di dalam video itu hanya bisa dilakukan oleh ahli telematika yang dalam hal ini bisa dilakukan polisi," ungkapnya.

Dijelaskan Suhud, komisi A dalam hal ini tidak berpihak kepada siapapun. "Tetapi kalau kades merasa dicemarkan nama baiknya bisa melaporkan balik kepada polisi," terangnya.

Sementara itu, rencana Komisi A untuk datang ke desa Kalianan hari ini ternyata sudah didengar beberapa warga Desa Kalianan, Krucil. Beberapa warga yang telah melaporkan kades itu pun siap menyambut kedatangan rombongan komisi A. "Kalau mereka datang, akan kami sambut dengan demo," ujar Samsudin, salah satu warga kepada Radar Bromo kemarin. (mie/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=177204

Sabtu, 28 Agustus 2010

Turunkan Tim ke Krucil

[ Sabtu, 28 Agustus 2010 ]
Geger Video Kamar Mandi Bugil

PROBOLINGGO - Inspektorat Pemkab Probolinggo serius menangani kasus video bugil kamar mandi yang diduga melibatkan Kades Kalianan Kecamatan Krucil Didik Mulyono. Untuk mencari fakta yang sebenarnya, mulai kemarin (27/8) Inspektorat menurunkan tim ke Desa Kalianan.

Kepala Inspektorat Abdul Aziz mengatakan tim itu datang ke desa Kalianan untuk mengumpulkan keterangan. "Mulai hari ini (kemarin) tim sudah ke Kalianan untuk menindaklanjuti laporan warga beberapa hari lalu itu," katanya saat ditemui Radar Bromo di kantornya kemarin.

Namun, Aziz menyatakan belum mengetahui secara pasti hasil dari tim pencari fakta tersebut. "Masih terus kami dalami laporan itu. Untuk mengetahui kebenarannya harus dilakukan kroscek terlebih dahulu," tuturnya.

Seperti diberitakan Radar Bromo sebelumnya, Rabu (25/8) lalu sejumlah warga Krucil mengadukan Kades Kalianan Didik Mulyono ke bupati dan DPRD. Didik dituding melakukan perselingkuhan dengan seorang wanita asal Desa Bremi Kecamatan Krucil.

Tudingan itu didasarkan pada video bugil seorang wanita di kamar mandi. Wanita itu disebutkan adalah warga Bremi. Dan diduga lelaki yang merekamnya adalah Kades Kalianan Didik Mulyono.

Didik Mulyono sendiri kepada Radar Bromo Kamis (26/8) menyangkal tudingan dan laporan warga atas dirinya. Kades Didik Mulyono mengaku sama sekali tidak terlibat dalam kasus video geger bugil kamar mandi itu. Didik justru mengatakan, laporan tersebut merupakan manuver politik dari beberapa lawan politiknya saat Pilkades (pemilihan kepala desa) 2008 silam.

Nah, untuk membuktikan kebenaran pengaduan warga itu, Inspektorat menurunkan tim pencari fakta di Kalianan. "Yang jelas untuk mengetahui kebenarannya, harus didalami dan melakukan kroscek ke beberapa pihak terkait. Apakah benar kades terlibat atau sebaliknya," jelas Aziz.

Sementara, geger kasus video bugil yang menyeret nama kades itu menambah panjang daftar kades yang harus berurusan dengan Inspektorat. Sebelumnya, kades Pedagangan, Tiris Sunarko juga sempat dilaporkan warganya soal pernikahan siri.

Bahkan beberapa warga desa Pedagangan kala itu sampai sempat ke kantor Pemkab di Dringu untuk melakukan unjuk rasa. Nah, masalah tersebut saat ini menurut Aziz sudah reda. "Bupati sudah memberikan teguran kurang puas," jelasnya.

Adanya beberapa kades yang terlibat dalam skandal membuat Aziz prihatin. "Pemkab melalui bagian pemerintahan sudah kerap kali memberikan pembekalan kepada sejumlah kades terkait dengan segala peraturan perundang-undangan. Bagian pemerintahan sudah sering ke desa-desa untuk sosialisasi," jelasnya.

Aziz berharap para kades selalu berhati-hati dalam bersikap. "Setiap malam Pak Bupati sebagai pimpinan selalu memberikan imbauan berbuat baik melalui tahajud call melalui SMS. Kami berharap semua elemen di pemkab mengaplikasikan amalan tersebut," harap Aziz. (mie/yud)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=176968

Selasa, 03 Agustus 2010

Polres Razia 18 Pasangan Mesum

[ Selasa, 03 Agustus 2010 ]
KRAKSAAN - Menjelang Ramadan Polres Probolinggo semakin gencar melakukan operasi pekat (penyakit masyarakat). Kemarin Polres berhasil merazia 18 pasangan mesum dari berbagai hotel di Kecamatan Sukapura dan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Tim pertama berjumlah 15 anggota polisi meluncur ke Kecamatan Sukapura. Dipimpin langsung Kasat Sabhara Polres Probolinggo AKP Heri Suyanto. Dari operasi di Sukapura ini, tim tidak berhasil mengamankan satu pun pasangan mesum.

Sementara tim kedua meluncur ke Kecamatan Tongas. Dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Heri Mulyanto. Sama seperti tim pertama, jumlah anggota polisi berjumlah 15 orang.

Nah di Tongas inilah Polres berhasil menemukan belasan pasangan yang kepergok berbuat mesum. Lokasinya yakni di sebuah hotel di Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Polisi langsung membawa para pasangan tersebut ke Polres Probolinggo. Mereka sementara ditempatkan di ruang eksekutif. Selanjutnya setiap pasangan dimintai keterangan oleh polisi.

Kasubag Humas Polres Probolinggo AKP Bambang S menyatakan, operasi tersebut dilakukan sebagai penertiban menjelang datangnya Ramadan. "Dan masih berlanjut hingga Ramadan nanti," ujarnya.

Lebih jauh Bambang mengatakan, pihaknya masih menyidik pasangan-pasangan tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku mesum tersebut. Namun menurut Bambang, pihaknya belum bisa memutuskan status para pelaku mesum itu. "Kita tunggu saja hasil penyidikan petugas. Sekarang masih berlangsung," kata Bambang.

Jika para pelaku terbukti melanggar ketentuan perundang-undangan, maka Polres akan melakukan tindakan. "Artinya jika benar melakukan pelanggaran, ya kita sidik. Bahkan bisa berlanjut di meja hijau. Kalau tidak melanggar, berarti bisa dibebaskan" tutur Bambang.

Dikatakan Bambang, operasi pekat dilakukan untuk menciptakan situasi kondusif terkait jelang puasa. Sebab di bulan tersebut, diupayakan tidak ada persoalan yang mengganggu ketenangan beribadah puasa. "Agar tercipta kenyamanan bagi masyarakat," pungkas Bambang. (eem/nyo)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=173175

Jumat, 30 Juli 2010

Hotel Mesum Bisa Dipidana

Kamis, 29 Juli 2010 | 10:48 WIB

PROBOLINGGO - Hotel yang diduga dijadikan ajang mesum di Kota Probolinggo bakal dijerat pidana. Sementara, pasangan mesum bisa dijadikan tersangka jika ada delik aduan dari suami atau istri yang merasa dirugikan.

“Pengusaha hotel bisa kami jerat pidana sesuai Pasal 296 KUHP karena menyediakan tempat untuk pebuatan cabul dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan,” ujar Kasat Reskrim Polresta, AKP Agus I. Supriyanto mendampingi Kapolresta AKBP Agus Wijayanto, Rabu (28/7).

Hal itu diungkapkan AKP Agus usai penggerebekan di Hotel Rela Hati di Kec. Mayangan, Kota Probolinggo, Rabu (28/7) pagi. Dari hotel yang bertetangga dengan Masjid Jamik Raudlatul Jannah itu polisi mengamankan 7 pasangan (14 orang) yang diduga berbuat mesum di dalam kamar hotel. Pasangan mesum itu berasal dari Lumajang, Situbondo, dan Banyuwangi. “Menjelang Ramadan, kami memang menggelar Operasi Cipta Kondisi sejak 27 Juli hingga 10 Agustus,” ujar Kapolresta.

Usai diberkas, ke-7 pasangan mesum itu diperbolehkan pulang. “Mereka kami data sebelum kami bebaskan. Kalau ada suami atau istri yang merasa dirugikan, silakan melapor ke Polresta. “Ini delik aduan, harus ada pengaduan dari pihak suami atau istri, barulah kami proses,” ujar AKP Agus. “Pengusaha hotel juga kami mintai keterangan untuk diproses hukum,” ujar Kasat Reskrim.

Ketua Komisi A DPRD, As’ad Anshari mendukung langkah Polresta menggerebek hotel-hotel yang diduga menjadi tempat mesum. “Sudah sering digelar penggerebekan di sejumlah hotel, tetapi ada saja hotel yang bandel,” ujarnya. isa

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=8de2f22cd87103550c31d51d12a049b4&jenis=1679091c5a880faf6fb5e6087eb1b2dc

Hotel Mesum Diancam Ditutup

Jumat, 30 Juli 2010 | 07:46 WIB

PROBOLINGGO - Tindakan Polresta Probolinggo menggerebek hotel yang diduga dijadikan tempat mesum mendapat dukungan sejumlah pihak. Walikota HM. Buchori SH MSi dan Ketua Komisi A DPRD, As’ad Anshari mendukung langkah represif untuk membersihkan hotel dari praktik maksiat menjelang puasa Ramadan.

Bahkan walikota mengancam, hotel bandel yang sering digerebek akan ditutup. “Hotel mana saja, kalau dijadikan ajang mesum akan kami tutup. Apalagi yang sudah sering digerebek tetapi tetap dijadikan tempat maksiat,” ujar walikota kepada wartawan, Kamis (29/7).

Hal itu menanggapi penggerebekan hotel Rela Hati di Jl. KH Mas Mansur, Kec. Mayangan, Kota Probolinggo, Rabu (28/7) lalu. Dalam penggerebekan di pagi hari sekitar pukul 10.00 itu, polisi mengamankan 7 pasangan (14 orang) yang diduga kuat berbuat mesum di dalam kamar hotel.

“Ini sangat ironis, hotel yang berhimpitan dengan Masjid Agung kok dijadikan tempat mesum,” ujar Ketua Komisi A DPRD, As’ad Anshari. Karena itu DPRD mendukung upaya represif dari Polresta.

Jika petugas menggelar razia secara tegas dan rutin, As’ad meyakini, para pelaku mesum dan juga pengusaha hotel akan jera. “Penggerebekan harus digelar terus-menerus untuk memberikan efek jera,” ujar Ketua DPC PKNU Kota Probolinggo itu.

Selain menggerebek hotel, jajaran Polresta juga merazia sejumlah kafe yang diduga menjual minuman keras (miras) tanpa izin.

Kasat Narkoba Polresta Probolinggo, AKP Logo menjelaskan, saat petugas melakukan razia, pemilik kafe ada yang sampai menyembunyikan miras yang dijualnya di bawah kolong atap. “Kami berhasil menyita puluhan botol miras,” ujarnya.

Walikota mengimbau, agar hotel di Kota Probolinggo jangan sampai disalahgunakan. Fungsi hotel adalah tempat penginapan bagi warga yang bepergian atau berwisata. “Jangan sampai kemudian muncul anggapan, hotel sebagai tempat berselingkuh,” ujarnya.

Pengusaha hotel pun disarankan, selektif menerima warga yang akan menginap. Caranya dengan menanyakan identitas tamu hotel.

“Untuk mengetahui apakah tamu yang menginap di hotel itu suami-istri sangat gampang. Cek saja KTP-nya, kalau alamatnya sama persis berarti suami-istri,” ujar Kasat Reskrim Polresta, AKP Agus I. Supriyanto. isa

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=0548fe01a2ac013378e358971d8d49e0&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c


Kamis, 29 Juli 2010

Jaring 7 Pasangan Mesum di Hotel

[ Kamis, 29 Juli 2010 ]
PROBOLINGGO - Polresta Probolinggo kemarin (28/7) menggelar operasi cipta kondisi (Cipkon) Semeru 2010. Perbuatan maksiat menjadi salah satu sasaran operasi. Hasilnya, dalam penggerebekan di hotel Rela Hati di Jl KH Mansyur, ada tujuh pasangan mesum yang diamankan.

Penggerebekan berlangsung sekitar pukul 10.00 kemarin. "Kegiatan ini dalam rangka operasi cipta kondisi Semeru 2010 menjelang Ramadan. Sasarannya penyakit masyarakat, salah satunya ya itu (pasangan mesum)," kata Kapolresta Probolinggo AKBP Agus Wijayanto melalui Kasat Sabhara AKP Sugiman.

Operasi Cipkon Semeru 2010 berlangsung sejak 22 Juli hingga 10 Agustus mendatang. "Mengenai lokasi dan waktu, sangat situasional. Bisa di mana saja dan kapan saja. Kebetulan tadi (kemarin, Red) hanya di hotel itu saja. Mereka ini punya identitas lengkap tetapi bukan suami istri," jelas AKP Sugiman.

Saat digerebek, tujuh pasangan mesum ini punya gelagat macam-macam. Menurut Kasat Sabhara, ada yang minta izin berpakaian dulu dan ada yang masih mandi. "Ada juga waktu petugas masuk, kelihatan perempuannya kok sendirian. Ternyata lelakinya sembunyi di bawah kolong tempat tidur," ceritanya.

Tujuh orang pasangan itu langsung digiring ke Mapolresta Probolinggo. Mereka adalah Miftahul Huda, 44, warga Desa Curahdringu, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo dan Sulastri, 41, warga Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Musleh, 40, asal Banyuwangi dan Sri Wulandari, 35, warga Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Toyamin, 39, warga Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo dan Sriyati, 47, warga Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Supri'a, 31, warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo dan Misna, 31, warga Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Anshori, 20, warga Lumajang dan Roza Fitri, 19, warga Kecamatan Besuki. Samsuri, 35, warga Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto dan Sriyati, 34, warga Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto. Wildan, 41, warga Wonosobo dan Sanitri, 25 warga Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

Di Mapolresta, pasangan mesum ini diperiksa oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak). "Mereka kami periksa sebagai saksi saja. Pemilik hotelnya juga akan kami periksa, kaitan penyediaan tempat untuk melakukan itu. Syarat untuk menginap di hotel kan ada ketentuan, misalnya KTP pasangan harus sama. Itu yang tidak dilakukan," tutur Kasat Reskrim AKP Agus Supriyanto.

Kemarin, pemilik hotel Rela Hati memang belum diperiksa oleh penyidik. Namun surat panggilan segera dilayangkan untuk dilakukan pemeriksaan. Pemilik hotel bisa dikenai pasal 296 KUHP tentang mempermudah perbuatan cabul dengan ancaman hukuman satu tahun enam bulan penjara.

Menurut AKP Agus, kemungkinan dengan perkembangan sosial yang terjadi

hotel tersebut malah mempermudah dan memfasilitasi orang berbuat mesum. "Secara sosial masih ada hotel yang tidak melakukan. Sebelumnya kami sudah ada peringatan-peringatan ke pemilik. Bukan melalui surat tapi lewat penggrebekan beberapa kali. Mestinya kalau sudah merasa ya di stop, ini malah terus ada," pungkasnya. (fa/yud)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=172343