Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 November 2010

Slank Tour ke-10 Kota di Jawa

Jumat, 5 November 2010 - 2:43 WIB

Slank Tour ke-10 Kota di Jawa

JAKARTA (Pos Kota) – Grup Slank akan memuaskan pecintanya di sepuluh kota dalam Konser Tour Pulau Jawa, 7 November – 12 Desember ini.

“Kami bangga dipercaya untuk kerja sama dengan Slank, grup musik papan atas yang punya fans fanatik Slankers,” kata Pimpinan Dagoer Entertament yang dipercaya untuk kerjasama dengan Slank pada Tour Pulau Jawa, Ike Dorojatun, kemarin, di Jakarta.

Slank akan tampil perdana di Jakarta & November. Berikutnya akan manggung di Bogor (13 November), Bekasi (14 November), Cirebon (20 November), Yogjakarta (27 November), Semarang (28 November), Surabaya (4 Desember), Malang (5 November) dan mengakhiri di Probolinggo (12 Desember).

“Ini merupakan kesempatan perdana kami dipercaya untuk kerjasama dengan grup musik besar di negeri ini. Semoga kami bisa menjalankan tanggung jawab besar ini dengan baik dan lancara,” terang Ike yang belum lama ini menggelar Ultah Dagoer Entertaiment.

Ditambahkan Ike, saat konser Slank berencana mengajak Slanker untuk peduli dengan mengajak pengumpulan dana untuk membantu korban bencana Gunung Merapi serta korban tsunami Mentawai. (prihandoko/dms)

Sumber: http://www.poskota.co.id/hiburan/2010/11/05/slank-tour-ke-10-kota-di-jawa

Selasa, 12 Oktober 2010

Konser Bondan, 2 Penonton Pingsan

Selasa, 12 Oktober 2010

Probolinggo -SURYA- Konser grup musik Bondan Prakoso dan Fade 2 Black di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Minggu (10/10), berlangsung ricuh. Dua penonton sempat jatuh pingsan. Bondan memasuki lokasi sekitar pukul 21.00 WIB. Pertunjukan musik yang menggabungkan, antara aliran, pop dan rap ini dibuka sekitar setengah jam kemudian.

Tak seperti konser lainnya yang digelar di tempat serupa, kali ini jumlah penonton membeludak. Mereka penasaran permainan bass Bondan. Aksi saling lempar antarpenonton mendadak terjadi. Wakapolres Probolinggo Kompol Sucahyo Hadi naik ke panggung saat penonton terlihat brutal.

Dua penonton jatuh pingsan akibat dinjak-injak penonton lainnya. Mereka dievakuasi melewati sisi depan panggung. Namun, aksi brutal penonton tak merenggut korban jiwa. “Penonton membeludak. Beruntung, tadi petugas dan tim medis, langsung bergerak,” ujar Sucahyo Hadi kepada Surya.

Sementara Bondan sendiri sempat mengancam akan menghentikan pertunjukan, ketika melihat penonton yang didominasi remaja itu. n tiq

Sumber: http://www.surya.co.id/2010/10/12/konser-bondan-2-penonton-pingsan.html

Selasa, 21 September 2010

Dangdut Lebaran Ricuh

[ Senin, 20 September 2010 ]
PROBOLINGGO - Puncak liburan lebaran di pantai wisata Bentar Probolingo kemarin (19/9) berlangsung meriah. Ada konser dangdut bertajuk pesta lebaran. Ribuan orang tumplek blek menikmati pertunjukan tersebut. Sayang, gelaran dangdut itu diwarnai kericuhan.

Satu orang penonton sampai dilarikan ke Puskesmas Gending karena mengalami luka bocor pada kepalanya. Penonton yang mengalami luka bocor itu bernama Hendri, 20 warga desa Tamansari, Dringu.

Hendri terpaksa harus dirawat oleh petugas PMI usai kepalanya terkena lemparan batu dari pentonton lainnya. "Di bagian belakang kepalanya mengalami luka sobek sepanjang 3 cm. Akan kami bawa ke puskesmas terdekat untuk medapat perawatan," ujar Siswanur Arifin, petugas PMI saat ditemui kemarin.

Dari pantauan Radar Bromo, tanda-tanda dangdutan di Bentar bakal terjadi kericuhan sudah terasa sejak awal-awal pertunjukan. Kericuhan pertama meletus saat penyanyi ketiga Winda Aprilia dari Situbondo tampil.

Persisnya saat Winda membawakan lagu dangdut koplo Merana. Tak jelas penyebabnya, tiba-tiba beberapa penonton di depan panggung langsung terlibat aksi pukul. "Biasa, mungkin karena kesenggol saat joget," ujar salah satu petugas kepolisian yang ikut mengamankan kemarin.

Beruntung insiden kericuhan pertama itu tidak sampai merembet ke kericuhan yang lebih besar. Petugas kepolisian langsung mengamankan beberapa orang yang menjadi pemicu kericuhan tersebut.

"Katanya mau minta lagu yang mantep? Sudah dikasih lagu yang asyik kok malah tawuran? Sudah nggak zamannya tawuran. Yang tawuran itu ndeso..." ujar MC di sela-sela acara usai Winda tampil.

Acara pun dilanjutkan dengan penampilan Yessi Kurnia dari Lumajang. Sayang tak berselang lama kericuhan kembali terjadi. Persisnya saat Yessi membawakan lagu Keong Racun. Ada beberapa insiden saat Yessi membawakan lagu tersebut, termasuk terlukanya Hendri. "Wah, benar-benar kena keong racun semua penontonnya," celetuk salah satu petugas kepolisian.

"Jangan tawuran dong sayang. Kalau tawuran lagi, nanti nyanyinya tidak dilanjutin loh. Masih tetap mau bergoyang kan?" ajak Yessi.

Selain ribut di areal depan panggung, keributan juga terjadi di luar. Di dekat loket masuk, keributan juga terjadi saat jeda pertunjukan. Beberapa lelaki terlibat saling jotos. Beruntung petugas kepolisian yang berada tak jauh dari loket berhasil mengamankan bentrok tersebut. Beberapa orang yang terluka pun juga segera mendapatkan perawatan dari petugas PMI.

Meski diwarnai beberapa kali kericuhan, tetapi pertunjukan kemarin berlangsung meriah. Beberapa penyanyi dangdut nampak tampil all out menghibur. Termasuk penampilan bintang utama Renny Farida yang dikenal dengan single bokong semoknya.

Total kemarin ada sekitar 7 ribu pengunjung Bentar yang menikmati orkes dangdut yang dibawakan OM Lambada kemarin.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tutug Edi Utomo mengatakan, secara umum panitia dan crew telah optimal melayani. "Tujuannya memang memanjakan wisatawan bentar. Mudah-mudahan next time Bentar tetap indah di hati wisatawan," harapnya. (mie/yud)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=180067

Tirto Ageng Digoyang Dangdut

[ Senin, 20 September 2010 ]
LUMBANG- Dua hari berturut-turut tempat wisata Tirto Ageng diramaikan konser dangdut. Pada hari terakhir kemarin (19/9) jumlah penontonnya makin membeludak. Bahkan, terlihat memenuhi area wisata tersebut.

Membeludaknya penonton sudah telihat sejak pagi hari. Saat itu warga sudah mulai mendekati panggung di salah satu kolam pemandian. Mereka siap menyaksikan penampilan OM Mahkota yang hari itu bakal tampil.

Makanya, ketika akhirnya OM Mahkota naik ke atas panggung, spontan penonton yang mayoritas kaum Adam, menceburkan diri ke kolam untuk berjoget ria. "Ayo Lumbang, siap-siap berjoget," teriak salah satu biduan.

Kondisi panggung yang terletak di tengah kolam tidak menyurutkan minat penonton untuk terus berjoget. Satu-persatu penonton ikut menceburkan diri dan larut dalam alunan lagu serta goyangan penyanyi dangdut siang itu.

Dari pantauan Radar Bromo, Keramaian penonton paling banyak menumpuk di sekitar panggung. Mereka adalah penonton yang tidak ikut berjoget memadati areal di sekitar kolam. Bahkan, di bagian pinggir dan belakang panggung pun penuh dengan penonton.

Sementara itu, dari belakang panggung, Ica Mahkota, salah satu penyanyi, menyampaikan kesan-kesannya terhadap acara di Tirto Ageng." Acaranya meriah banget Mas," jelasnya.

Kemeriahan itu langsung dirasakan oleh Ica, karena banyaknya penonton yang berjoget di tengah kolam. Penonton tidak terlihat susah, karena harus berjoget di tengah kolam.

Tapi, aksi penonoton terkadang membuat para penyanyi orkes sedikit kesal." Penonton banyak yang menyiram air ke panggung," kesal Ica.

Sedangkan Kusnadi, ketua LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Tirto Ageng, sekaligus panitia acara dangdutan, membenarkan animo penonton yang lebih meningkat hari itu. "Hari ini (kemarin) lebih banyak penontonnya," ungkapnya saat ditemui Radar Bromo di sela-sela acara.

Ketika ditanya seberapa ramainnya, Kusnadi berkata "Jangan ditanya Mas, lihat sendiri betapa ramainya saat ini." Dengan semakin ramainya penonton, petugas keamanan pun lebih di perbanyak.

Hal itu belajar dari kejadian di hari pertama yang banyak diwarnai kericuhan kecil ketika penonton asyik berjoget di tengah kolam. Panitia tidak mau kecolongan dengan adanya kericuhan saat penonton berjoget.

"Setelah evaluasi hari pertama, aparat keamanan ditambah," jelas Kusnadi. Bahkan, pihak Polres Probolingo juga menempatkan personel tambahan di hari kedua. Juga berkolaborasi dengan pihak TNI serta Satpol PP. Kami siagakan terus personel di berbagai titik," ungkap Kapolsek Lumbang, AKP Kusnandar.

AKP Kusnandar sendiri juga membenarkan bahwa, personel juga dibantu dengan pihak Polres Probolinggo."Pihak Polres juga turut mengamankan," jelasnya. Hal itu dikarenakan, banyaknya jumlah penonton yang datang ke acara itu. (d7x/nyo)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=180066

Senin, 13 September 2010

Warga Probolinggo yang Mewarnai Blantika Musik Tanah Air (2-Habis)

[ Minggu, 12 September 2010 ]
Sonny Josz Kini Ketua Asosiasi Campursari

Membicarakan Muchlas Adi Putra, tak lengkap jika tidak membicarakan juga sosok yang mengorbitkannya. Yakni Sonny Josz. Lelaki rambut gondrong ini juga warga Probolinggo. Dia pun cukup sukses di blantika musik tanah air, membela genre campursari.

MUHAMMAD FAHMI, Probolinggo

Selasa (7/9) itu rumah Lastari, 52, di dusun Taman, Desa Sebaung, Gending, Kabupaten Probolinggo terlihat masih lengang. Saat itu terhitung tiga hari menjelang lebaran. Biasanya, empat hari sebelum lebaran, rumah Lastari sudah ramai dan meriah.

Yang bikin rumah Lastari ramai dan meriah adalah kedatangan Sonny Josz dan keluarganya yang memang asli Sebaung, Gending. "Kebetulan sampai sekarang ini Sonny masih belum datang. Biasanya kalau H-3 Sonny dan keluarganya sudah datang. Dan rumah saya ini menjadi jujugannya," kata Lastari menyambut kedatangan Radar Bromo saat itu.

Menurut Lastari, sampai Selasa itu Sonny Josz beserta isteri dan anak-anaknya masih berada di Madiun. "Kalau ke Probolinggonya pasti di saat lebaran. Cuma sekarang (Selasa) masih di Madiun, usai beberapa hari lalu menggelar konser di Madiun," jelasnya.

Usai konser, Sonny dan keluarganya tinggal di rumah Madiun. Ya, selain di Probolinggo dan Jakarta, Sonny memang mempunyai rumah di Madiun. Maklum saja, isteri Sonny, Tri merupakan orang asli Madiun.

Menurut Lastari, biasanya Sonny dan keluarganya selalu ke Probolinggo usai dari Madiun. Maklum saja saat ini ibu kandungnya, yakni Samawi, 86, masih tinggal di Sebaung. Sang ibu tinggal bersama kakak tertua Sonny. Mereka tinggal tak jauh dari rumah Lastari.

"Biasanya, kalau pulang ya mesti ke rumah saya. Ia itu orangnya ramah dan tidak melupakan teman-temannya disini. Jadi ketika pulang, kampung mesti ramai. Mulai nongkrong bareng di pasar, sampai di depan rumah saya ini," beber Lastari.

Diceritakan Lastari, perjalanan Sonny di dunia entertainment sangat berliku. Sonny kecil sebenarnya tak pernah berpikir menjadi seorang musisi. Semasa kecil dulu, Sonny yang sudah menjadi anak yatim bekerja di PG Gending.

Tetapi kerjanya hanya paruh waktu saja. Ia baru kerja saat PG masuk musim giling. Alhasil penghasilannya pun sangat pas-pasan. "Saat remaja itu, Sonny mempunyai keinginan untuk membelikan rumah sendiri untuk ibunya. Karena itu ia memutuskan untuk keluar dari PG, karena penghasilan dari PG memang pas-pasan," kata Lastari.

Usai keluar dari PG, Sonny sempat mengadu nasib ke Surabaya bersama beberapa teman satu kampungnya sebagai kuli batu sebelum tahun 1980. Saat proyeknya selesai, Sonny enggan pulang seperti teman-teman lainnya.

Ia belum berani pulang, lantaran masih belum sukses. Sonny pun lantas bablas ke Jakarta pada tahun 1980. "Saya ingat betul, saat itu ia hanya pamit ke Jakarta dengan membawa gitar sebagai bekalnya," kenang Lastari.

Di Jakarta, Sonny mulanya sama sekali tidak mengenal siapa-siapa. Ia juga tidak mempunyai sanak saudara. Alhasil Sonny pun harus tidur di depan pertokoan.

Hidupnya pun berpindah-pindah setiap harinya. Untuk memenuhi kebutuhannya, ia mengamen. "Ia mengamen cukup lama. Mungkin lebih dari 2 tahun. Ia berkeliling sambi membawa gitar," jelas Lastari.

Nah, pada suatu hari saat mengamen, Sonny tak sengaja bertemu dengan seorang pencipta lagu kondang. Ceritanya saat itu ia ngamen di depan rumah Harintos dan Harianto, pencipta lagu-lagu pop.

Saat melihat perform Sonny, Harintos pun kesengsem. "Sonny diminta untuk menyanyi satu lagu sampai selesai. Usai nyanyi, Harintos langsung mendatanginya dan menawarinya bernyanyi," jelas Lastari.

Lagu pertama yang dinyanyikan Sonny di dapur rekaman saat itu adalah melodi dalam mimpi. Perusahaan rekaman pun tertarik, Sonny lantas ditawari membuat album pop. "Sonny langsung dikontrak," beber Lastari.

Sempat melejit di album pertama, perjalanan karir Soni kembali jalan di tempat pada beberapa album selanjutnya. Sonny pun sempat berganti aliran menjadi dangdut pada dekade tahun 1990-an.

Peruntungan Sonny di dangdut pun juga tak cukup bagus. "Saat itu saya menyarankan ke Sonny untuk mencari usahal lain disamping menyanyi. Sonny pun memilih untuk usaha jual beli mobil," terang Lastari.

Dari usaha jual beli mobil itu Sonny bertekad ingin tetap menjaga eksistensi di dunia tarik suara. Usaha jual beli mobil itu pun lumayan sukses. Dari usaha itu, cita-cita Sonny untuk membelikan ibunya sebuah rumah sendiri terwujud.

Pada 2002, keberuntungan kembali menaungi Sonny. Karirnya mengalami peningkatan pesat. Itu tak terlepas dari keputusannya yang mengganti genre musiknya dari dangdut menjadi aliran campur sari.

"Waktu itu campursari sedang naik daun. Penyanyinya yang kondang saat itu mas Mulyadi yang sudah senior. Sonny pun berupaya masuk untuk regenerasi. Kebetulan saat itu Sonny sudah mahir menciptakan lagu sendiri ," jelas Lastari.

Awalnya banyak pihak sempat ragu dengan keputusan Sonny itu. Maklum saja, musik campursari dikenal populer di kalangan daerah Mataraman. Nah, Sonny sendiri dikenal sebagai warga Probolinggo yang mempunyai logat Madura yang kental.

"Tetapi hal itu malah membuat suana Sonny sangat khas. Apalagi lagu-lagu ciptaan Sonny enak didengar dan mudah dihapal. Sonny pun langsung melejit dengan lagu Sri Minggatnya," kata Rahmat Khalik, sepupu Sonny lainnya.

Sonny pun lantas menjadi maskot campur sari bersama dengan Didi Kempot dan musisi lainnya. Kesuksesan Sonny ini membuatnya berani untuk membuat studio rekaman sendiri yang diberi nama Trijosz (gabungan nama sang isteri Tri dengan nama terakhirnya Josz) production yang sampai sekarang tetap eksis.

Saat ini Sonny pun masih tercatat sebagai ketua umum DPP Asosiasi Campur Sari Indonesia (ACSI). Lalu apa kunci suksesnya? "Sonny itu tak pernah lupa akan asal usulnya. Terutama kepada orang tua yang melahirkannya," beber Lastari.

Saat diundang di pernikahan anak Lastari pun, Sonny selalu datang. "Ia juga tak lupa dengan warga sini. Beberapa kali Sonny membuat video klip di Probolinggo. Para pemainnya, ya tetangga-tetangga sendiri," kata Lastari. (yud)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=178899

Senin, 06 September 2010

Meriah Konser Ramadan

[ Senin, 06 September 2010 ]
Balasyik, Wak Kaji Show, hingga Armada

PROBOLINGGO - Pentas Ramadan Fair dengan bintang tamu Armada band yang digelar di lapangan bakal GOR Kedopok Kota Probolinggo, Sabtu (4/9) malam disambut antusias warga. Penonton tumblek blek memadati lapangan untuk menyaksikan acara persembahan Djarum 76 tersebut.

Armada band menjadi magnit kuat bagi para penggila musik. Penonton berdatangan dari berbagai daerah. Tidak hanya Probolinggo, tapi juga sampai dari Lumajang, Jember dan Situbondo. Mereka sudah berdatangan di Kedopok sejak sore. "Sudah lama saya ingin nonton konsernya (Armada, red). Ini kesempatan, jarang ada konser seperti ini," ujar Ubed, seorang penonton asal Lumajang.

Tak ayal, lalu lintas di Jl Mastrip bergerak merayap. Padahal, konser yang digeber sebagai rangkaian peringatan HUT Kota Probolinggo ke-651 itu baru dimulai sekitar pukul 20.15.

Malam itu sebagai sajian pembuka, tampil orkes gambus balasyik dari Jember. Musthofa Cs menyepa penoton dengan lantunan Salawat Badar. "Mari kita bersalawat terlebih dahulu, semoga kita diberi safaat oleh Rasulullah SAW, dan tidak ada keributan sampai pulang nanti," ajak Musthofa.

Usai bersalawat, Musthofa mengajak penoton untuk mennyai bersama. Kali ini, ia mengusung lagu Nawwar Ti Ayyami, dilanjutkan dengan Hena. Pada lagu ketiga inilah, rupanya penonton yang mulai merasa kepanasan dan berteriak minta air.

Tapi, teriakan berisi permintaan air itu tak mudah dikabulkan oleh panitia. Musthofa pun melanjutkan dengan lagu ke empat. Ujungnya, Musthofa menutup pertemuannya dengan lagu Il Hil Wadi.

Wawali Bandyk Soetrisno sempat naik pentas. Kepada penonton, Bandyk mengajak menyaksikan acara itu dengan tertib tanpa tawuran. "Nontonnya harus tertib, karena kita sama-sama orang Probolinggo," ujarnya.

Selanjutnya, pendakwah asal Bangil yang tenar dengan julukan Wak Kaji Show juga tampil malam itu. Ia mengatakan, sebagai bangsa Indonesia harus cinta Indonesia. Siapapun yang mencoba mengganggu Indonesia harus dilawan. "Saya siap membela Indonesia, sampai titik darah penghabisan," ujarnya.

Ia mengatakan, kalau dunia ini semakin maju. Termasuk Indonesia. Salah satu buktinya sekarang ada handphone (HP). "Orang ngising saja sekarang bisa terima telepon," ujarnya.

"Tapi, jangan menyalahgunakan HP. Kalau sampai disalah gunakan bisa jadi terkana kasus Ariel dengan Luna.... Luna siapa?" tanyanya. "Bukan Luna Maya, tapi Luna meluna," lanjutnya.

Rupayanya, Wak kaji, mengerti dengan apa yang dipikirkan penonton. Ia tidak tampil berceramah terlalu lama. Hanya sekitar 5 menit, ia pun mengakhiri ceramahnya. Dan, panggung sejenak sunyi karena menunggu penampilan Armada.

Penonton, mulai tak sabar untuk menyaksikan penapilan grup band pujaannya. Koor dari arah penonton memanggil-manggil Armada terdengar hingga berkali-kali. Sekitar pukul 21.00 grup band yang terbentuk di Jakarta pada pertengahan Oktober 2007 itu pun muncul.

Rizal sang vokalis, langsung menyapa penonton dengan hangat. "Apa kabar Probolinggo. Sehat...?" tanyanya. Tanpa menunggu jawaban, Rizal mulai melafalkan kalimat; Salahkan bila aku mencintaimu, dan berharap engkau kan jadi milikku, walau banyak yang bilang kau tak pantas untukku.

Kontan, penoton langsung mengikuti apa yang ucapkan oleh Rizal dengan iringan bandnya. Ya, lagu berjudul Cinta Itu Buta tersebut menjadi pembuka band yang dimotori oleh Rizal (vocal), Endra (bass), Mai (guitar) dan Radha (guitar) dan Andith (drum).

Nah, belum tuntas satu lagu, rupanya ada sedikit gaduh di antara penonton. Ada salah satu penonton yang tidak bisa menahan emosinya sehingga terjadi tawuran. Beruntung petugas keamanan bersikap tegas, mereka dicabut dari keramaian dan diamankan di sisi kiri panggung.

Sedikitnya, ada tiga remaja yang diamankan malam itu. Tapi, kepada petugas mereka mengaku kalau dirinya tidak bersalah. Malah, mereka yang mendapat bogem mentah dari penonton lainnya. Petugas keamanan, juga berupaya mengambil bendera yang diusung penonton.

Pasalnya, bendera itu tidak dipegang biasa. Tapi, diikatkan kepada sebatang kayu ada pula yang pada bambu. Sehingga, benar-benar sangat membahayakan bagi penonton yang lain.

group band yang pada 2009 lalu itu, merilis album kedua Hal Terbesar dengan single andalan Buka Hatimu,

Ketengangan semakin terasa kala Armada band membawakan lagu Kasih Tak Dianggap. Para penonton, ada yang mulai melepar botol minuman sampai potongan kayu. Ketegangan itu, cukup pengundang perhatian aparat keamanan.

Kapolresta Probolinggo AKBP Agus Wijayanto sampai turun langsung berada di depan panggung, didampingi Kabag Ops Kompol Bambang S. dan Kasat Samapta AKP Sugiman.

Sementara konser terus berlanjut. Band yang sebelumnya bernama Kertas itu, melanjutkan konsernya dengan lagu Tombo Ati-nya Opik. "Ijikan kami membawakan lagunya bang Opik, Tombo Ati, yang sudah diaransemen ulang. Semoga bermakna bagi kita semua," ujar Rizal.

Ku Ingin Setia menjadi lagu ke empat dan ditutup dengan lagu Buka Hatimu. "Terima kasih Probolinggo, baru kali ini saya melihat penonton sebanyak ini. Terima kasih dan sampai jumpa lagi," pamit Rizal.

Disorot MUI

Ternyata, tidak semua orang senang dengan konser Armada yang menghentak Kedopok malam itu. Salah satunya adalah KH Nizar Irsyad Ketua MUI Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo.

Kiai Nizar mengaku sangat prihatin dengan konser malam itu. Konser tersebut dinilai telah mencederai kesucian Ramadan. Terlebih, pada akhir-akhir Ramadan yang semestinya digunakan untuk lebih meningkatkan ibadah. "Saya sangat prihatin dan menyayangkan adanya konser tersebut," ujarnya.

Menurutnya, adanya konser tersebut telah banyak menggangu aktifitas anak muda dan masyarakat sekitarnya. Mereka yang seharusnya mempersiapkan diri untuk berbuka puasa bersama keluarganya. Menjelang magrib sudah berada di jalanan. "Lain lagi, yang mencegat kendaraan di jalan," ujarnya.

Kiai Nizar mengatakan, pihkanya tidak melarang konser itu digelar. Tapi, hanya momennya saja yang yang tidak tepat karena digelar di bulan Ramadan. "Apalagi, di akhir Ramadan, yang seharusnya tarawih jadi tidak tarawih," ujarnya.

Menurutnya, banyak kiai kampung yang juga prihatin dengan konser tersebut. Karena, warga utamanya anak muda yang biasnya tarawih dan bertadarus malam itu jadi ikut konser. "Bahkan, patrol yang biasanya ada setiap sahur (malam itu) tidak ada," ujarnya.

Apalagi moment itu hanya sebatas HUT Kota Probolinggo. "Wong Agustusan saja dipercepat karena Ramadan. Ini kok terbalik, di mana dari Madinah dipanggil untuk memberikan magnet supaya bisa meningkatkan ketakwaan. Ini kok malah ada konser," sesalnya.

Namun, menurut Kiai Niazar nasi sudah menjadi bubur. Kini, pihaknya hanya bisa berharap hal tersebut tidak akan terulang. "Semoga semua pihak, diampuni oleh Allah dan mendapat ridha-Nya. Ini pelajaran bagi semua pihak. Semoga tahun-tahun berikutnya tidak seperti itu lagi," harapnya. (rud/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=178406

Minggu, 01 Agustus 2010

Bersama Drive di Marknauff

[ Minggu, 01 Agustus 2010 ]
PROBOLINGGO -Kujadikan kau yang kedua.. Tak berarti tak cinta.. Aku dan dia hanya sementara... Begitulah petikan tembang bertajuk Kedua yang jadi pembuka grup band Drive saat tampil di Marknauff Cafe and Resto Probolinggo pada, Sabtu (31/7) dini hari. Gaya vokalis Anji yang atraktif dan komunikatif, membuat konser indoor malam itu jadi seru.

Inilah kali kedua Drive mentas di Kota Mangga. Sebelumnya, grup ini tampil di lapangan Yon Zipur Probolinggo. Bedanya, kali ini Drive tampil di indoor yang digelar Prolink Production. Tapi, antusiasme penonton pun begitu luar biasa.

Pukul 00.20 Drive baru naik panggung setelah sebelumnya opening art DJ performance dan band. Gaya penampilan Anji, sang vokalis tetap dengan topi, kaos oblong warna hitam dipadu dengan jaket kulit. "Jadikan malam nih malam seru ya.. Hari ini adalah hari yang kita punya," seru Anji.

Dengan penjagaan yang cukup ketat dari crew Drive dan polisi, Anji turun ke hall dan menyapa penonton di beberapa meja. Ketika berada di atas panggung Anji langsung melepas jaket. Ia kemudian mempersempagkan lagu untuk para wanita yang berjudul Wanita Terindah.

"Selamat pagi Marknauff! Di sini udah pada minum ga ya? Yuk kita cheers ya..," sapa mantan pacar Rini Idol itu sambil mengangkat satu sloki minuman. Semua penonton yang ada di dalam cafe pun ikut mengangkat gelas. Saat memberi kode Anji pun mengajak minum bareng.

Namun ajakan Anji itu palsu. Ia tidak meminum gelas sloki yang diberikan oleh penonton. Tak sampai diminum gelas itu malah dijauhkan dari bibirnya sendiri. "Gue sok ngajak minum, padahal gue ga suka minum..." celetuk Anji sambil tertawa lalu disoraki penonton.

Penampilan Drive tidak hanya sekedar bernyanyi dan menghibur penonton. Mereka berusaha mengajak penonton ikut berinteraksi melalui obrolan singkat. Anji sempat bertanya adakah penonton yang suka dengan penyanyi atau band. Seperti D'massiv, Kotak, Nidji, Geisha, Ungu, Andra and The Backbone.

"Ada yang suka Slank? ST 12? Kita ga boleh benci ama band lain. Ini adalah bentuk apresiasi Drive," kata Anji lalu bernyanyi lagu hits milik Slank berjudul Terlalu Manis. Selain lagu Slank, Drive juga membawakan lagu Begitu Indah-nya Padi dan Janji punya Gigi. Suasana makin seru saat Anji nyanyi Bento, Iwan Fals.

Anji pun mengutarakan rasa terkejutnya saat melihat keseruan penonton malam itu. Drive juga menyanyikan single barunya Katakanlah. Lagu ini, kata Anji, bercerita tentang sebuah komunikasi dalam hubungan. Penonton pun langsung meneriakkan nama artis Sheila Marcia Joseph.

"Bukan Sheila! Sheila tuh ibunya anakku," tegas Anji sambil menghisap rokok, disambut tepuk tangan dan teriakan penonton. Dengan memainkan aksesoris lampu miliknya Anji terus bernyanyi beberapa lagu Melepasmu, Bersama Bintang, Tanpa Alasan, Akulah Dia dan Cinta Tak Terbalas. Sekira pukul 01.30 Drive mengakhiri konsernya.

Malam itu Anji sempat berpesan,"Kalau punya pacar dipeluk yang kenceng jangan dilepas." Kalimat itu yang mengilhami Drive dalam menulis lagu berjudul Tanpa Alasan, berkisah pasangan yang ditinggalkan oleh kekasihnya dengan tanpa alasan. (fa/yud)

Sumber: http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=172870

Rabu, 07 Juli 2010

Dhani dan Mulan di Bromo

[ Rabu, 07 Juli 2010 ]
PROBOLINGGO - Pesona Gunung Bromo memikat hati penyanyi Ahmad Dhani dan Mulan Jameela. Akhir Juni lalu Dhani yang pentolan Republik Cinta Manajeman (RCM) membuat klip di Bromo untuk beberapa lagu. Lalu selama tiga hari terakhir (4-6/7) Dhani balik lagi ke Bromo.

Kali ini Dhani datang bareng tiga putranya, Al, El dan Dul, Mulan Jameela dan dua putrinya, serta 20 orang kru RCM. Tapi, mereka tidak lagi berurusan dengan pembuatan klip. Dhani dan rombongannya datang untuk berlibur semata. "Usai buat video klip beberapa hari lalu, anak-anak suka dengan pemandangan di Bromo. Karena itu mereka ngajak balik ke sini," kata Dhani saat ditemui Radar Bromo kemarin (6/7).

Kata Dhani, ketiga anaknya sangat gemar dengan aktivitas berkuda. Itu cocok dengan kondisi lautan pasir Gunung Bromo yang juga banyak tersedia kuda tunggang untuk para wisatawan.

Selain itu, Dhani menyebut pemandangan Gunung Bromo sangat indah. Tak salah bila RCM memilih tempat wisata alam ini sebagai lokasi syuting untuk tiga video klip artis RCM.

Tiga video klip itu ialah untuk single Ya Allah yang dibawakan oleh Mulan Jameela dan Mitha The Virgin. Lalu tembang Adzan yang dibawakan oleh Ahmad Dhani bareng band pendatang baru Seven Dream. Berikutnya klip untuk single Aku Suka Bersama Orang yang Aku Suka milik The Lucky Laki yang personelnya adalah Al, El dan Dul.

Menurut Dhani, ketiganya adalah tembang religi. Karenanya, dijadwalkan tiga video klip tersebut bisa dinikmati di layar kaca pada Ramadan mendatang.

Dhani sendiri merasa puas dengan hasil syuting klip di Gunung Bromo tersebut. "Hasilnya sangat bagus. Selama ini masih belum ada video klip yang background-nya Bromo," jelasnya.

Yang unik, Dhani menyebut membuat klip di Gunung Bromo lebih mahal. Tapi, saat ditanya detail pengeluaran untuk pembuatan tiga video klip tersebut, Dhani enggan merinci. "Yang jelas lebih mahal buat klip di Bromo daripada di luar negeri," ujarnya.

Namun, salah satu penyebabnya, dalam pembuatan video klip di Gunung Bromo ini Dhani membawa banyak kru. Selain artis yang menjadi bintang klip, dalam pembuatan video klip tersebut juga sampai melibatkan 25 kru. Hal itu berbeda dengan pembuatan video klip di luar negeri yang menurut Dhani hanya memakai tenaga beberapa orang.

Soal wisata Gunung Bromo, Dhani menyebut akses jalannya kurang nyaman. Selain kondisi jalan yang masih banyak berlubang, Dhani juga mengeluhkan macet di Lapindo, Porong Sidoarjo.

"Macet di Lapindo dan Jakarta itu berbeda. Kalau di Jakarta itu memang sulit untuk ditanggulangi. Tetapi kalau di Lapindo, sebenarnya cukup diatasi dengan membuat jalan layang saja," ucapnya.

Karena akses jalan yang masih cukup sulit itulah, Dhani menilai gunung Bromo ini belum terlalu menasional. "Masih banyak juga orang Jakarta yang belum pernah ke Bromo," keluhnya.

Dhani berharap pemerintah mengembangkan obyek wisata tersebut. Sebab, prospeknya memang bagus. Dhani pun mengaku tertarik menggelar konser di lautan pasir Gunung Bromo. Sebab, selama ini masih belum ada konser yang digelar di lautan pasir seperti Gunung Bromo. "Kalau bisa usai lebaran," katanya berharap. (mie/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=168540

Jumat, 02 Juli 2010

Besok Jazz Gunung Kedua

[ Jum'at, 02 Juli 2010 ]
PROBOLINGGO - Akhir pekan ini (3/7) ada tontonan musik berkelas di kawasan wisata Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo. Yakni pagelaran Jazz Gunung di hotel Java Banana, Sukapura. Jazz Gunung edisi kedua ini bakal lebih menarik.

Sama halnya dengan penyelenggaraan pertama pada 2009 lalu, Jazz Gunung 2010 juga dimeriahkan penampilan beberapa musisi kondang jazz Indonesia. Ada dari Syaharani, Donny Suhendra, I Wayan Balawan dan ethnic Fusion serta beberapa artis jazz lainnya.

Instrumen musik dari Djaduk Ferianto serta keluwesan Butet Kertaredjasa dalam membawakan acara akan menambah daya tarik tersendiri pagelaran musik ini.

Acara Jazz Gunung di Bromo ini merupakan ide dari owner Java Banana Sigit Pramono yang terobsesi oleh Gunung Bromo. Melalui event ini ia ingin membuat rebranding Gunung Bromo yang selama ini hanya dikenal karena sunrise-nya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan, tahun ini Jazz Gunung juga dimeriahkan pertunjukan musisi lokal. "Nanti juga akan ada kolaborasi dengan kesenian Jathilaras dari Tengger," katanya.

Selain disuguhi oleh penampilan beberapa musisi jazz papan atas, dalam pagelaran jazz gunung kali ini juga digelar peluncuran buku fotografi dari Sigit Pramono, owner Java Banana. Buku fotografi itu bertemakan tentang Gunung Bromo. Yang merupakan kolaborasi kumpulan foto-foto tentang Gunung Bromo dengan kumpulan puisi Goenawan Moehammad.

Rupanya acara tersebut cukup menarik perhatian para pecinta jazz. Dari 500 tiket yang disediakan oleh panitia, setidaknya sudah ada 350 tiket terjual. "Ada tiket yang satu paket dengan penginapan hotelnya," jelas Tutug.

Sementara itu Pemkab Probolinggo juga berencana menyemarakkan jazz gunung tersebut. Rencanannya Pemkab bakal menggelar Kroncong Gunung yang bakal digelar Selasa (6/7) mendatang.

Sedianya keroncong gunung tersebut digelar sebelum Jazz Gunung. Namun karena Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu tempat konferensi pelajar dunia, jadi acara keroncong gunung itu digelar bertepatan dengan kedatangan pelajar tersebut. "Jadi para pelajar dari negeri lain juga mengetahui kebudayaan kita," ucap Tutug. (mie/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=167665

Minggu, 30 Mei 2010

J-Rocks Ngerock Muneng

[ Minggu, 30 Mei 2010 ]

PROBOLINGGO
- Probolinggo beruntun kedatangan penyanyi dan band papan atas. Rabu (26/5) lalu Sherina Munaf tampil di kota. Dan Jumat (28/5) malam giliran J-Rocks tampil di lapangan Muneng, Sumberasih dan duet Marcell - Fla "Tofu" di Marknauff Resto & Cafe.

Di lapangan Muneng, J-Rocks yang mengusung aliran Japanese pop/rock itu tampil menghibur dalam konser musik bertajuk LA light, start up Piyu padi mencari superband. Dalam event tersebut J-Rocks menjadi guest star. Mereka tampil di akhir acara. Sebelumnya, acara diisi oleh penampilan para kontestan.

J-Rocks baru mulai manggung sekitar pukul 20.30. Group yang digawangi oleh Iman (vocal, gitar), Sony (gitar), Wima (bass) dan Anton (drum) ini langsung membuat ribuan penonton yang sudah memadati lapangan Muneng berjingkrak. Mereka benar-benar ngerock lapangan Muneng.

Single In to the Silent yang cukup ngebeat langsung menaikkan adrenalin ribuan penonton yang kebanyakan didominasi anak baru gede. Usai membawakan lagu perdananya, Iman sang vokalis menyapa warga Probolinggo. Ia mengaku cukup menikmati sambutan hangat dari para J-Rocks star (sebutan penggemar J-Rocks) yang ada di Probolinggo. "Probolinggo asyik," teriak Iman sambil mengacungkan jempol kanannya.

Di penampilan keduanya, grup yang berdiri sejak 2003 itu membawakan single Cobalah Kau Mengerti. Lagu ini sudah cukup akrab di telinga masyarakat Indonesia, tak ayal ribuan penonton pun ikut menirukan Iman sang vokalis untuk bernyanyi.

Sebelum melanjutkan performanya di lagu ketiga, Iman sang vokalis sedikit mengenalkan bandnya. Ia menceritakan besarnya J-Rocks tidak terlepas dari event-event festival mencari band berbakat seperti yang diadakan LA malam itu.

"Kami dulu juga berangkat dari festival-festival. Kami dari bawah banget. Yang tepenting adalah mempunyai mimpi terlebih dahulu. Dari mimpi mengisi musik Indonesia, dari situ kami berani melangkah," kata Iman.

Dalam kesempatan itu, Iman juga berpesan agar seluruh masyarakat Probolinggo untuk ikut menjaga perkembangan dunia musik Indonesia dengan tidak membeli kaset-CD bajakan. "Kalau beli album bajakan sama saja membunuh dunia musik Indonesia," teriak Iman.

Malam itu, group yang personelnya mengusung gaya rambut harajuku (Japanese style) itu total menyanyikan 10 lagu andalannya. Diantaranya Kau Curi Lagi, Mestinya Kau Akhiri Semua, Lepaskan Diriku, Falling in Love, dan Ceria.

Penampilan J-Rocks malam itu cukup atraktif dan komunikatif. Lagu ceria yang diciptakan sang vokalis Iman pun di modifikasi dengan aliran reggae. Liriknya pun ditambahi dengan reff dari lagu No Woman No Cry-nya Bob Marley.

Secara keseluruhan, J-Rocks mengaku cukup menikmati penampilannya di Probolinggo. "Luar biasa Probolinggo. Malam ini J-Rocks falling in love Probolinggo," ucap Iman sambil tangannya membentuk tanda hati, dilanjutkan dengan membawakan lagu Falling in Love yang cukup booming.

Penampilan J-Rocks ditutup dengan lagu Mengejar Mimpi. Lagu ini juga menjadi salah satu soundtrack event piyu padi mencari next super band tersebut.

Sayang, penampilan J-Rocks yang secara keseluruhan cukup menghibur sempat ternoda beberapa insiden keributan. Sampai ada tujuh orang terluka. Enam di antaranya adalah penonton, dan seorang lagi adalah panitia.

Ketujuh korban tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Sumberasih yang kebetulan berada persis di depan lapangan Muneng. "Yang dibawa ke sini (UGD Puskesmas) rata-rata mengalami luka di kepala dan pelipis," kata Eva Lailatul Fitriyah, salah satu perawat puskesmas.

Enam penonton yang terluka adalah Afan, 18, dari Sumberbulu; Heri, 28, dari Sepuhgembol; Idris, 13, dari Mentor; Misbah, 14, dari Sumberbendo; Siti Aisyah, 23, asal Kedopok; dan seorang lagi yang malam itu belum teridentifikasi karena pingsan. Sedangkan satu panitia yang sempat terluka adalah Sujat, 20. (mie/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=161394

Malam Panjang bareng Marcell-Fla

[ Minggu, 30 Mei 2010 ]
PROBOLINGGO - Di Marknauff Resto & Cafe di Jl Dr Soetomo Kota Probolinggo, Jumat (28/5) malam menjadi malam yang mengasyikkan. Duet Marcell - Fla "Tofu" dihadirkan dengan penampilan yang tidak biasa.

Marcell dan Fla tidak bernyanyi solo seperti pertunjukkan biasanya. Malam itu mereka tampil live PA (dengan iringan DJ). "Konsep ini live PA yang diiringi DJ, baru pertama kali di Probolinggo. Sound fusions urban nite," kata Marketing Manager and Entertainment Marknauff Yanuar FR.

Mulai pukul 21.00 pengunjung sudah dihibur dengan band live music, DJ dan dancer. Sekitar pukul 24.00 Marcell muncul di stage. Memakai t-shirt hitam, celana jeans dan syal warna abu-abu Marcell mengajak pengunjung agar maju ke depan stage sambil bergoyang.

Dentuman musik nge-bit gesekan dari DJ Iso, suami Fla "Tofu" mengiringi lagu-lagu yang dibawakan oleh Marcell. Kemunculan Marcell langsung diserbu kaum hawa yang ada di dalam Marknauff. Beramai-ramai mereka maju dan mengambil gambar pelantun lagu berjudul Candu Asmara itu.

Seolah di acara private party, pengunjung bisa melihat Marcell dan Fla lebih dekat. Saat Marcell turun ke hall, perempuan-perempuan berbagai usia langsung mendekat kemudian mengabadikan dirinya foto bareng Marcell. Bahkan ada yang nekat mencium pipi pria macho berambut plontos itu.

Beberapa menit kemudian Fla tampil. Wanita pecinta kucing itu tampil seksi dengan balutan dress bludru warna biru berleher model Sabrina. Secara bergantian dan kadang duet keduanya menghibur ratusan pengunjung cafe itu.

Marcell dan Fla mengajak pengunjung dugem bareng. Menggerakkan jari-jarinya Marcell berupaya mengajak pengunjung yang masih duduk supaya ikut berdiri. "Malam panjang nih.. Long weekend ya.." sapa Fla. "Yeah.. Probolinggo semangat," sahut Marcell.

Beberapa lagu dibawakan antara lain Closer dan Get A Little Love. Di stage Marcell dan Fla ditemani juga oleh tiga dancer cantik. "Tempat ini asyik ya..," tutur Fla di tengah ia bernyanyi.

"Asyik-asyik.. Thank you Probolinggo," tambah Marcell lagi. Setelah itu keduanya mengakhiri show dan musik dilanjutkan DJ. (fa/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=161393

Sabtu, 29 Mei 2010

Prihatin Band Jatim

Sabtu, 29 Mei 2010 | 12:19 WIB

Gitaris dan penulis lagu Band Padi asal Surabaya, Piyu, sedang prihatin. Ia gundah karena sekitar satu dasawarsa ini tidak ada satu pun band asal Jawa Timur yang berkibar di gelanggang nasional.

“Sebagai awak band asal Surabaya, Jawa Timur, saya prihatin. Saya merasa ikut bertanggung jawab untuk menumbuhkan band-band asal daerah agar lebih berkiprah,” ujar pria bernama asli Satrio Yudi Wahono itu menjelang manggung bersama J-Rocks, band asal Jakarta yang bergenre rock Jepang di Lapangan Muneng, Kec. Sumberasih, Kab. Probolinggo, Jumat (28/5) malam.

Ditemui saat jumpa fans bersama personel J-Rocks, Piyu berharap muncul bibit-bibit band baru dari daerah. “Ya melalui ajang pencarian bakat seperti ini, termasuk dari Probolinggo,” ujarnya.

Suami Anastasia Florin itu memang sudah kenyang malang-melintang di dunia musik. Ia sempat bergabung di band Crystal, Airo, dan Rotor sebelum akhirnya bergabung dengan Padi. Band mahasiswa FE Unair, Surabaya itulah yang melejitkan Piyu bersama personel Padi lainnya.

Piyu Padi sendiri selain piawi membetot gitar, juga mahir menulis lagu-lagu yang banyak dinyanyikan Fadly, vokalis Padi. Sejumlah lagi Piyu Padi juga dinyanyikan sahabatnya, Ari Lasso.

“Kepada band-band pemula, jangan gampang menyerah, terus berkarya,” ujarnya memberi motivasi. isa

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=335539659442f5bc793956f825e7d0e4&jenis=c9f0f895fb98ab9159f51fd0297e236d

Konser J-Rock Ricuh

Sabtu, 29 Mei 2010 - 8:54 WIB

SURABAYA(Pos Kota)-Konser J-Rocks di lapangan Muneng Leres, Kecamatan Sumber Asih, Kota Probolinggo, Jawa Timur Jumat (28/5) malam ricuhan antarpenonton.

Awalnya konser band beraliran Japanese pop/rock itu berlangsung tertib, namun setelah sang vokalis menyanyikan lagu yang berjudul Kau Curi Lagi, penonton mulai berjingkrak-jingkrak tak terkendali. Akibatnya, sejumlah penonton pun terinjak-injak penonton lainnya.

Kericuhan akhirnya pecah, penonton terlibat saling pukul. Diduga, tawuran ini dipicu oleh aksi senggol antarpenonton saat berjoget. Namun tawuran berangsur reda setelah aparat berhasil melerai penonton yang bertikai.

Meski sempat reda, selang 30 menit tawuran a kembali terjadi. Untuk menghentikan perkelahian antar penonton, petugas terpaksa memanjat pagar pembatas penonton untuk menghentikan kericuhan tersebut.

Akibat tawuran antar penonton itu, Konser J-Rock pun sempat beberapa kali terpaksa harus dihentikan oleh panitia. Pasalnya penonton konser sulit untuk ditertibkan.(nurqomar/B)

Sumber: http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/05/29/konser-j-rock-ricuh


Jumat, 14 Mei 2010

Jazz Gunung 2010, Nikmati Jazz di Gunung Bromo

Jum'at, 14 Mei 2010 08:34

Kapanlagi.com - Jika biasanya perhelatan musik jazz dilakukan di tempat-tempat mewah, namun kali ini ada yang berbeda. Bertempat di kawasan gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur sebuah perhelatan jazz bertajuk Jazz Gunung 2010 pun siap digelar pada 3 Juli mendatang.

Perhelatan Jazz Gunung 2010 adalah pergelaran jazz tahun kedua setelah sebelumnya diselenggarakan di tempat yang sama. Sejumlah musisi jazz papan atas pun bakal ikut serta dalam acara yang tidak biasa ini. Di antaranya adalah ESQI: EF feat Syaharani dan Donny Suhendra, Balawan, komunitas jazz C26 Surabaya, Malang Jazz forum dan Monday Night Band Yogyakarta. Tak lupa acara ini juga dipandu oleh budayawan Butet Kertaredjasa dan Jaduk Ferianto.

"Kita memang selalu mengusahakan untuk tampil beda dengan pergelaran jazz yang seperti biasa. Kalau konsepnya memang diusahakan selalu ada unsur etniknya. Jangan bandingkan dengan Java Jazz, kita baru belajar," ujar penyelenggara acara, Sigit Pramono saat ditemui di gedung Perbanas Jakarta, Selasa (11/5)

Acara Jazz Gunung 2010 itu memang tak selamanya murni diisi oleh musisi jazz. Kelompok musik tradisional akan tampil untuk berkolaborasi dengan Jaduk Ferianto dan kesenian Jathilan-Reog setempat yang juga akan menjadi pembuka acara jazz gunung.

Ide dari pembuatan acara ini selain karena ingin memperkenalkan musik jazz juga sebagai bagian dari pengenalan kawasan wisata gunung Bromo agar tak hanya dikenal sebagai tempat dengan keindahan matahari terbitnya.

"Kalau ada tempat wisata 3 B, yakni Bali, Borobudur dan Bromo, maka kita harus memanfaatkannya. Setidaknya selain untuk menyaksikan acara ini, penonton bisa menyaksikan panorama sekitar," ujar Sigit yang dikenal sebagai gubernur Bromo ini.

Pihak penyelenggara pun mempersilakan jika ada peminat yang ingin menyaksikan acara tersebut untuk dapat mengunjungi situs www.jazzgunung.com. (kpl/adt/dar)

Sumber: http://www.kapanlagi.com/h/jazz-gunung-2010-nikmati-jazz-di-gunung-bromo.html