Tampilkan postingan dengan label Gili. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gili. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Oktober 2010

Tak Kalah seru dengan Mancing Mania

Senin, 11 Oktober 2010

Kraksaan(11/10) Pulau Gili Ketapang, sejarah dan keunikannya Gili Ketapang merupakan pulau yang indah, terletak 5 mil lepas Pantai Utara Probolinggo. Butuh waktu 30 menit naik perahu motor Dibagian timur dan selatan pulau tersebut membentang pasir putih yang lautnya belum tercemar dan nampak kebiru-biruan. Saat laut tenang, pengunjung bisa melihat bunga karang yang indah dan berbagai jenis ikan hias berwarna-warni. Pulau seluas 68Ha dihuni 8000 jiwa, sebagian besar warganya Suku MAdura dan hamper 90% menjadi nelayan yang menggantung hidupnya di langit.





Keunikan lain dari pulau ini adalah kepercayaan masyarakat setempat tentang asal-usul nama Gili-Keatapang, bahwa pulau ini mempunyai kekuatan ghaib yang bergerak lamban ke tengah laut. Semula pulau ini menjadi satu dengan daratan desa Ketapang kecamatan Sumberasih. Ketika gunung Semeru meletus terjadilah gempa bumi yang sangat dahsyat sehingga sebagian daratan desa ketapang terpisah ketengah sejauh 5 mil dari Kota Probolinggo. Sebagian daratan menjadi sebuah pulau yang bergerak. Oleh sebab itu masyarakat setempat menyebut pulau tersebut dengan nama “Gili-Ketapang” yang berasal dari bahasa Madura yang artinya “mengalir” adalah nama desanya.



Jajaran perahu nelayan yang tengah beristirahat menunggu waktu melaut dimalam hari menandakan 8000 jiwa penghuni pulau ini adalah keluarga nelayan. Bau khas ikan dijemur dan deru mesin perahu nelayan yang kadang berubah fungsi menjadi kapal penumpang mempertegas suasana perkampungan nelayan pulau itu.



Jika cuaca cerah dan angina tampak bersahabat, tampak bersahabat, jasa angkutan kapal nelayan itu selalu bersedia mengantar anda di kapal penumpang, logat osing (dialek bahasa madura) terdengar akrab ditelinga. Memang duduk menunggu diatas geladak perahu sambil berdesak-desakan merupakan hal biasa. Tapi jangan harap menikmati jasa perahu eksekutif.

Jika hari sedang ramai tak kurang tiap 15 menit kapal akan beranjak dari pelabuhan menuju pulau Gili. Setelah perjalanan kurang lebih 30 menit, anda juga akan menemukan keindahan pemandangan dasar laut yang tersaji begitu jelas di dasar perairan.

tentu anda dapat menyalurkan hobi memancing di sekitar perairan pulau. Kalu mau, anda bisa menyewa kapal nelayan sebesar 50 ribu untuk tiga sampai empat jam. Disana anda juga bisa membeli hasil tangkapan laut yang dijual penduduk pasar, untuk sekedar oleh-oleh.

Sumber: http://www.kraksaan-online.com/2010/10/tak-kalah-seru-dengan-mancing-mania.html

Selasa, 01 Juni 2010

Proyek Air Bromo Rp 12 M

Selasa, 1 Juni 2010 | 09:16 WIB

PROBOLINGGO - Sukses memasok air bersih ke Pulau Giliketapang melalui pipa bawah laut, Pemkab Probolinggo bakal mengalirkan air di Gunung Bromo menuju empat kecamatan. Proyek air bersih untuk warga di belahan barat Kab. Probolinggo itu bakal didanai APBN dan APBD Kab. Probolinggo sebesar sekitar Rp 12 miliar.

”Ada dua sumber air di kawasan Gunung Bromo yang bisa dimanfaatkan untuk proyek air bersih,” ujar Ketua Bappeda Kab. Probolinggo, Drs Tanto Walono MSi, Senin (31/5). Keduanya, sumber Widodaren di Desa Ngadisari, Kec. Sukapura dan sumber Umbulan di Desa/Kec. Sukapura.

Tanto menambahkan, Jumat (28/5) lalu, Dirjen PU Cipta Karya, Budi Susilo dan anggota DPR RI dari Dapil Pasuruan-Probolinggo, Adjie Massaid meninjau kedua sumber air itu. Sejumlah pejabat Pemkab dan Direktur PDAM Kab. Probolinggo, Riyadi Hamdani juga ikut hadir.

”Sumber yang potensial dialirkan hingga Tongas adalah sumber Umbulan di Sukapura,” ujar mantan Camat Sukapura itu. Sementara itu sumber Widodaren di Gua Widodaren yang selama ini digunakan untuk sarana ritual upacara warga Tengger, debitnya terlalu kecil.

”Sumber Widodaren yang debitnya 10-15 liter per detik hanya dimanfaatkan untuk tiga desa, Ngadisari, Jetak, dan Wonotoro,” ujar Tanto. APBN bakal mengucuri dana sekitar Rp 1 miliar untuk proyek perpipaan sepanjang 15 km yang bersumber dari Widodaren.

Sementara itu sumber Umbulan di Sukapura yang debitnya 150 liter per detik diharapkan bisa memasok air bersih bagi warga di belahan barat Kab. Probolinggo. Selama ini di musim kemarau, kawasan itu sering dilanda krisis air bersih.

Air dari sumber Umbulan bakal dipasok menuju desa-desa di empat kecamatan, Tongas, Sumberasih, Lumbang, dan Wonomerto. ”Untuk membangun jaringan pipa dari Sukapura-Tongas sepanjang 28 kilometer diperlukan dana Rp 11 miliar,” ujar Tanto.

Dana sebesar itu sebagian besar bakal dipenuhi dari APBN. ”Sementara sharing dari APBD hanya untuk studi kelayakan, itu pun dari APBD 2009,” ujarnya.

Hasil studi kelayakan itu kemudian diajukan ke pemerintah pusat. Dan kedatangan Dirjen PU Cipta Karya ke Sukapura untuk mematangkan rencana proyek air bersih itu. ”Proyek air bersih Widodaren dan Umbulan bakal didanai APBN 2010 dan APBN 2011,” ujar Tanto.

Krisis Air Bersih

Seperti diketahui, kawasan barat Kab. Probolinggo setiap kemarau panjang dilanda krisis air bersih. Warga pun terpaksa berburu air hingga ke lembah-lembah, bahkan sebagian warga memanfaatkan air sungai yang tersisa.

Saat puncak kemarau panjang, sebagian desa di belahan barat itu pun mendapatkan dropping air bersih dari mobil tangki PDAM. “Mudah-mudahan proyek ini kelak bisa memenuhi kebutuhan warga akan air bersih,” ujar Tanto.

Khusus pemenuhan air bersih bagi warga di belahan timur Kab. Probolinggo, Pemkab sudah membangun jaringan air bersih yang bersumber dari Sumber Tancak, Kec. Tiris.

Wilayah tengah dipasok dari sumber air Ronggojalu yang memanfaatkan pipa air PDAM peninggalan Belanda. Air dari Ronggojalu pula yang kemudian dialirkan ke Pulau Giliketapang melalui pipa bawah laut. isa

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=6a5ba36bafb16a25adb69e53350ed406&jenis=1679091c5a880faf6fb5e6087eb1b2dc