Jumat, 11 Juni 2010

Kasda Probolinggo Sebesar Rp 12 Miliar Nyaris Dibobol

Jumat, 11/06/2010 13:40 WIB
Sugianto - detikSurabaya

Probolinggo - Kas daerah (Kasda) Kota Probolinggo nyaris kebobolan uang senilai Rp 12 milyar yang dilakukan oleh orang tak dikenal. Aksi pembobolan dana milik pemerintah daerah itu dengan modus memalsukan dokumen Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).

Beruntung, petugas Bank Jatim tidak langsung mencairkan dana tersebut. Petugas Bank Jatim curiga dengan pengajuan dana itu pasalnya pemkot tidak pernah mencairkan dana sebesar itu. Lalu petugas Bank Jatim melaporkan hal itu kepada Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Probolinggo, Imam Suwoko ketika dikonfirmasi membenarkan terjadinya modus aksi pembobolan itu.

"Bahkan pelakunya telah memalsu tandatangan saya dan memalsu paragraf para kasubdin untuk melakukan pencairan dana tersebut," kata Imam Suwoko kepada sejumlah wartawan di Pemkot Probolinggo.

Imam menjelaskan, modus aksi pembobolan itu dibuat sendiri oleh pelakunya dengan mengatasnamakan CV Altor Jaya dengan atas nama rekening Didik Kurniawan. "Dana itu katanya akan dibuat dana pengerjaan konstruksi jalan," ungkap Imam.

Lalu siapa pelaku dibalik pemalsuan dokumen untuk membobol dana kasda tersebut? Imam sendiri tidak menjelaskan. Namun informasi di lapangan menyebutkan, ada dugaan kuat jika pelaku pemalsuan dokumen untuk mencairkan dana kasda pemkot dengan nilai milyaran rupiah itu diduga kuat melibatkan orang dalam.

Meski kasus pemalsuan dokumen untuk membobol dana kasda pemkot itu sempat menghebohkan kalangan PNS, namun hingga saat ini kasus itu belum dilaporkan ke polisi.

Sementara itu, Walikota Probolinggo, HM Buchori mengatakan, kasus itu akan dilakukan penyelidikan secara internal untuk mengungkap siapa pelakunya. "Kalau memang nanti kasus pemalsuan dokumen itu melibatkan PNS, sanksinya nanti akan langsung dilakukan pemecatan," tandas Buchori.

(wln/bdh)

Sumber: http://surabaya.detik.com/read/2010/06/11/134058/1376285/475/kasda-probolinggo-sebesar-rp-12-miliar-nyaris-dibobol
Jumat, 11/06/2010 11:14 WIB
PLN Penuhi Seluruh Permintaan Sambungan Listrik di Jawa per Oktober
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance


Jakarta - PT PLN (Persero) berjanji akan memenuhi seluruh permintaan sambungan listrik baru di wilayah Jawa mulai bulan Oktober mendatang.

"Mulai Oktober, seluruh calon pelanggan di Jawa sudah bisa dilayani PLN," ujar Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan saat berbincang dengan detikFinance, Jumat (11/6/2010).

Dahlan menyatakan, hal itu bisa dilakukan seiring dengan tambahan pasokan sebesar 1.500 Megawatt (MW) dari sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dalam proyek 10.000 MW yang akan mulai beroperasi sebelum bulan Oktober tahun ini.

"Kenapa baru bisa Oktober? Ya karena pada bulan Oktober, enam trafo Interbus Tranformer (IBT) dan 6.000 trafo distribusi di Jawa sudah selesai dipasang jadi semuanya sudah dilayani," ungkap Dahlan.

Berdasarkan data Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) tahun 2010-2019 yang diperoleh detikFinance, pada tahun 2010, PLN menargetkan akan menambah jumlah pelanggan baru sebesar 1,06 juta pelanggan sehingga jumlah pelanggan listrik PLN pada tahun ini mencapai 42,1 juta.

Pada tahun ini, BUMN listrik itu memprediksikan konsumsi listrik di tanah air mencapai 147,1 Twh dengan beban puncak sebesar 26.371 MW.

Jumlah pelanggan PLN akan terus meningkat menjadi 66 juta pelanggan pada tahun 2019. Penambahan pelanggan tersebut akan meningkatkan rasio elektrifikasi sebesar 66,1% di tahun ini menjadi 90,9% pada tahun 2019.

Adapun pembangkit-pembangkit di Pulau Jawa yang akan beroperasi pada tahun 2010 yaitu PLTU Suralaya (625 MW), PLTU Indramayu (900 MW), PLTU Rembang (630 MW), dan PLTU Paiton 7 (660 MW).

(epi/qom)

Sumber: http://www.detikfinance.com/read/2010/06/11/111417/1376176/4/pln-penuhi-seluruh-permintaan-sambungan-listrik-di-jawa-per-oktober

Ketua Forkabi Cipondoh Dibunuh Secara Spontan

11/06/2010 - 00:49
Pasca-Bentrokan Betawi-Madura
Laela Zahra
Endid Mawardi
(inilah.com/Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta - Tersangka tunggal pembunuh Ketua DPC Forkabi Tangerang, Endid Mawardi, ditangkap Kamis (10/6) siang ini di bilangan Jakarta Utara. Tersangka yang berinisial SY (28) mengaku tidak melakukan pembunuhan dengan terencana.

"Menurut pengakuannya (SY) karena dia melihat ada pukul-memukul, dia membela temannya dengan menggunakan celuritnya, barang buktinya dia bawa," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Boy Rafli Amar, di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Seperti yang diungkapkan SY, kata Boy, dia melakukan pembacokan depada Endid menggunakan celurit yang sudah dibawanya, dan diselipkan di pinggangnya. Namun dari sebilah celurit yang melekat ditubuhnya, polisi tidak menemukan indikasi perencanaan pembunuhan terhadap Endid, oleh pelaku.

"Waktu melakukan pembacokan sudah membawa celurit, diselipkan di sarung, dia warga di situ (Cengkareng)," ujar Boy.

Bahkan SY tidak mengetahui orang yang dia habisi nyawanya, Ketua DPC Forkabi Cipondoh, Tangerang. "Sehingga pasal yang dikenakan 388 KUHP, pembunuhan tidak terencana," tutur Boy.

Lebih lanjut Boy mengatakan, SY setelah melakukan pembunuhan terhadap Endid, sempat melarikan diri ke Probolinggo, Jawa Timur. Setelah dilakukan pengejaran oleh polisi ke alamat keluarganya di Probolinggo, SY tidak ditemukan.

Kemudian polisi menjebak SY melalui tokoh masyarakat yang mengenalnya, di kawasan Jakarta Utara. "SY diminta datang oleh tokoh masyarakat tersebut, dan kita tangkap," kata Boy. [laz/jib]

Sumber: http://inilah.com/news/read/politik/2010/06/11/592521/ketua-forkabi-cipondoh-dibunuh-secara-spontan/

Pilihan RT, Laporkan Money Politics

[ Jum'at, 11 Juni 2010 ]

PROBOLINGGO - Masalah praktik money politics dalam ajang pemilihan ketua RT di Kota Probolinggo kembali mencuat. Yang ini terkait pemilihan ketua RT 2/RW 1 Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran. Kemarin (10/6), Zakaria, 36, salah seorang calon ketua RT, melapor ke lurah setempat M. Jusuf soal adanya praktik money politics.

Zakaria melapor kalau ada salah seorang calon ketua RT, yakni Edy Suliyanto, melakukan praktik politik uang. Zakaria tidak hanya meminta lurah menindak, tapi juga menggugurkan pencalonan Edy. Sebab, itu sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

Selanjutnya Zakaria membeberkan, pada Selasa (8/6) sekira pukul 21.00 ada warga bernama Jamal yang disebut-sebut sebagai tim sukses Edy Suliyanto, mendatangi rumah Bu Man. Mereka bedua sama-sama warga RT 2 / RW 1 Kelurahan Curahgrinting.

Kedatangan Jamal diketahui oleh H Boang, warga yang disebut-sebut sebagai tim sukses Zakaria. Mengetahui Jamal mendatangi rumah Bu Man, Boang curiga. Apalagi, suhu politik di RT tersebut sedang meninggi karena pemilihan RT akan digelar pada Minggu (13/6).

Karena curiga, Boang saat itu terus memperhatikan apa yang dilakukan Jamal. Menurut Zakaria, saat itu Boang benar-benar melihat Jamal memberikan uang sebesar Rp 10 ribu kepada Bu Man.

Selanjutnya, Boang langsung mendatangi Jamal dan Bu Man. Setelah diurus, Bu Man mengaku kalau diberi uang oleh Jamal dan diminta memilih Edy Suliyanto. Jamal pun mengakui telah disuruh oleh ayahnya Edy Suliyanto, yakni H Abdul Hori. "Setelah ditanyakan oleh Boang uang itu untuk apa, ternyata ya untuk itu (memilih Edy Suliyanto)," jelas Zakaria.

Mendapat pengakuan itu, keesokan harinya sekitar pukul 15.00 Boang melaporkan kejadian itu kepada Zakaria. Berbekal laporan Boang, Zakaria kemarin melaporkan masalah tersebut ke Lurah Curahgrinting M. Jusuf. "Saya minta (Edy) digugurkan (pencalonannya), karena sudah melanggar dan menyalahi kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya," ujar Zakaria.

Tapi, saat dikonfirmasi masalah tersebut, Edy Suliyanto menyangkal. Bahkan dengan menyebut nama Tuhan, Edy menyatakan tak pernah melakukan tindakan tidak terpuji itu. "Tidak benar itu. Mendengar saja saya tidak, apalagi menyuruh," ujarnya saat ditemui di rumahnya kemarin.

Edy menegaskan tidak mungkin akan melakukan money politics untuk merebut kursi ketua RT. Menurutnya, kejadian itu hanya sebatas isu yang hendak menjelek-jelekkan namanya. "Kok seperti pemilihan caleg saja. Tidak mungkin saya menyuruh seperti itu. Kalau saya, tergantung apa kata orang yang menilai," ujarnya.

Menurut Edy, kalau sampai ada calon yang bermain dengan uang hanya untuk mendapatkan kursi ketua RT, itu adalah orang yang goblok. "Kalau sampai ngasih uang, goblok," ujarnya.

Katanya memberi Rp 10 ribuan? "Kenapa tidak diisukan Rp 25 ribuan saja. Demi Allah saya tidak melakukan itu," jawab Edy serius.

Sementara itu, Lurah Curahgrinting M. Jusuf setelah menerima laporan tersebut masih akan memanggil kedua belah pihak. Termasuk orang-orang yang disebut-sebut sebagai pemberi dan penerima uang. "Nanti kami pangil dulu orang-orangnya, untuk memastikan kebenarannya," ujar Jusuf.

Menurutnya, bila terbukti telah melakukan money politics, maka calon itu bisa digugurkan pencalonannya. Itu berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat oleh para calon ketua RT, pada Senin (7/6) lalu. Pada saat itu, ada kesepatan yang salah satunya membahas masalah money politics.

"Dalam pertemuan itu, sudah ada kesepakatan antara para calon untuk tidak melakukan money politics. Kalau misalkan terbukti, bisa digugurkan pencalonannya," ujarnya.

Sayang, kesepakatan itu tidak sampai berupa kesepakatan tertulis. Hanya disepakati berdasarkan kepercayaan bersama. "Tidak ada nota kesepakatan secara tertulis. Tapi, nanti tindakannya akan dikembalikan kepada hasil rapat waktu itu," jelas Lurah Jusuf. (rud/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=163872

SMK Taman Siswa Merazia HP

[ Jum'at, 11 Juni 2010 ]
PROBOLINGGO - Beredarnya rekaman video porno dengan pelaku mirip artis Ariel Peterpan-Luna Maya dan Ariel Peterpan-Cut Tari langsung direaksi SMK Taman Siswa (TS) Kota Probolinggo. Sekolah itu kemarin (10/6) melakukan razia pada para muridnya. Pihak sekolah khawatir muridnya sampai menyimpan video mesum yang menghebohkan itu.

Dalam razia itu, tas dan ponsel atau handphone (HP) para siswa menjadi sasaran para guru. Mereka masuk ke dalam kelas dan meminta para murid meninggalkan ruang. Semua tas dan HP disuruh ditinggalkan dalam ruang kelas.

Setelah para murid keluar, guru-guru melakukan pengecekan. Termasuk semua isi dalam ponsel setiap murid. Selama razia, para murid banyak yang mengintip melalui jendela.

Razia yang mulai digelar sejak pukul 11.30 itu memang mendadak. Para murid pun mengaku terkejut. "Ya jelas kaget, karena sebelumnya kami memang tidak tahu," ujar Aditya, salah seorang murid.

Meski demikian, Aditya mengaku tidak cemas dengan adanya razia tersebut. Sebab, ia tidak menyimpan video tersebut di dalam HP. "HP saya tidak bisa untuk nonton itu (video). Typenya hanya N 1200," ujarnya.

Saat ditanya soal video mesum dengan pelaku mirip artis Ariel-Luna dan Ariel- Cut Tari, Aditya mengaku hanya mendengar kabarnya. Ia belum pernah menonton langsung. "Saya belum tahu seperti apa, saya belum nonton," ujarnya.

Ingin nonton? "Tidak," jawab Aditya lalu tersenyum.

Hal serupa dikatakan oleh Suliasih, yang juga siswi di sekolah tersebut. Dia mengaku juga masih belum nonton langsung video yang menggegerkan jagad hiburan tanah air itu. Suliasih mengaku tidak tertarik untuk menontonnya. "Tapi kalau itu benar-benar Ariel dan Luna Maya, saya sangat kecewa. Karena mereka publik figure, seharusnya memberi contoh yang baik," ujarnya.

Puput siswa kelas XI (dua), juga mengaku masih belum menonton. Bahkan mengatakan tidak tertarik sama sekali untuk menontonnya. Menurutnya, video semacam itu sangatlah tidak mendidik. "Siapa pun pelakunya, bagi kami sama. Sama-sama tidak mendidik," ujarnya.

Sementara di dalam ruang-ruang kelas, para guru masih sibuk memeriksa tas dan HP milik siswa. Sekitar satu jam kemudian, razia selesai. Hasilnya, para guru tidak menemukan apa yang mereka resahkan. HP para murid itu dinyatakan steril dari video-video mesum mirip Ariel-Luna, Ariel-Cut Tari maupun video-video mesum lainnya. "Yang ada hanya lagu-lagu," ujar salah seorang guru.

Waka Kesiswaan SMK Taman Siswa Suhartono menyatakan, razia dilangsungkan sebagai bentuk tanggung jawab pihak sekolah. Ia tidak mau murid sampai menyimpan video-video mesum itu. "Alhamdulillah, hasilnya nihil," ujarnya.

Namun Suhartono menyatakan, yang penting diperhatikan selanjutnya adalah justru di rumah masing-masing. Bisa saja di sekolah para muridnya tidak ada yang menyimpan atau menonton video tersebut. Tapi, tidak menutup kemungkinan di rumah justru menyimpan dan menonton video itu di rumah.

Oleh karena itu, Suhartono berharap ada kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan wali murid. Termasuk mengontrol soal video porno ini. "Kami berharap para orang tua juga mengontrol perilaku anaknya. Sebab, ini dampaknya sangat jelas (buruk) pada anak," ujarnya. (rud/yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=163870

Kisah Wandi Chan, Pemuda Gending yang Hidup dengan Kaki Dirantai

[ Jum'at, 11 Juni 2010 ]
Wandi Chan, 27, warga Dusun Tambak, Desa Curahsawo, Gending Kabupaten Probolinggo minder oleh kelainan genetik yang membuat kulitnya belang. Ia sampai mengalami depresi dan kian parah kala kedua orang tuanya meninggal. Kini, pemuda itu harus hidup dengan kaki dirantai.

MUHAMMAD FAHMI, Probolinggo

Melihat kondisi Wandi Chan, atau biasa disapa Wawan, di kediamannya di Dusun Tambak yang muncul hanya rasa getir. Sehari-harinya, pemuda itu hanya menghabiskan waktunya dengan duduk-duduk atau tiduran di sebuah kursi kayu panjang.

Kursi itu nampak sudah menyatu dengannya. Betapa tidak, kaki kiri Wawan dirantai dan dikaitkan pada kursi tersebut. Kursi itu sendiri ditempatkan di samping rumah. Dulunya, tempat itu merupakan dapur.

Kondisi tempat Wawan tinggal pun sungguh tidak layak. Bekas dapur berada pada sebuah areal tanah kosong di belakang rumah dekat rawa kecil. Selain tidak sedap dipandang mata, lokasi tempat saban hari Wawan menjalani hidup itu juga berbau tak sedap.

Betapa tidak. Biasanya Wawan buang air besar dan kecil di tempat itu. Bahkan terkadang Wawan (maaf) sampai memakan sendiri kotorannya itu. Atau ia memakan tanah di sekitar lokasi tersebut.

Saat Radar Bromo bertandang ke rumah itu kemarin (10/6), Wawan dalam kondisi telanjang bulat. "Ya beginilah kondisinya sehari-hari," ujar Ani, 28, kakak ipar Wawan, sambil menutupkan sebuah sarung berwarna hijau ke tubuh Wawan.

"Biasanya kalau diberi pakaian ia (Wawan) itu tidak mau. Kadang bajunya disobek. Karena itu ia sudah jarang memakai baju lagi," imbuh Ani. Tetapi kebetulan saat Wawan disarungi kemarin, ia nampak tidak marah dan menurut.

Pemuda itu diam seribu bahasa saat beberapa wartawan dan warga melihat kondisinya siang kemarin. Rudi, 31, sang kakak, menceritakan bahwa kondisi adik satu-satunya itu mulai terguncang sejak lulus SMP. "Mau lulus SMP itu sudah agak depresi. Tetapi depresinya begitu terlihat sejak ia lulus SMP," katanya.

Diceritakan Rudi, Wawan yang terlahir dengan kondisi tidak normal. Wawan mengalami kelainan genetik yang membuat kulitnya belang. Di dunia medis, Wawan disebut mengalami albinisme parsial. Pada bagian-bagian tertentu kulitnya tidak dapat membentuk melanin.

Pada orang normal, ada asam amino yang disebut tirosin, oleh tubuh diubah menjadi pigmen (zat warnan) melanin. Nah, orang yang mengalami albinisme (orangnya disebut albino) ini tubuhnya tidak mampu atau menyebarluaskan melanin karena beberapa penyebab.

Pada tubuh Wawan, ada beberapa bagian tubuhnya yang belang menjadi putih. Yakni di bagian dahi, tangan, dada sampai perut, dan kaki. Menurut Rudi, karena kondisi kulitnya itu Wawan tidak pede (percaya diri).

Nah, kondisi itu diperparah dengan pergaulan Wawan setiap harinya. Beberapa temannya juga sering mengolok-oloknya karena kelainan itu. "Karena sering diolok-olok temannya, dan belum punya pacar akhirnya ia depresi," kata Rudi.

Setelah lulus dari SMPN 1 Gending, Wawan pun enggan melanjutkan sekolahnya karena malu. Sejak saat itu, Wawan semakin jarang keluar rumah. Ia kebanyakan mengurung diri, hingga akhirnya kejiwaannya mulai terganggu.

"Saat itu ia sempat dibawa almarhum ayah saya ke dr Agus di RS Hidayatullah Kota Probolinggo pada tahun 2000-an. Kondisinya sempat membaik. Namun karena kami tidak punya uang, akhirnya ia tidak sampai tuntas menjalani pengobatan," tutur Rudi dengan mata menerawang.

Meski masih belum sembuh, namun kondisi Wawan saat itu tidak terlalu parah. Sehari-harinya Wawan hanya diam dan seperti orang linglung. Tapi, ia tidak pernah berbuat aneh-aneh.

Lalu pada 2007, Wawan semakin terguncang kondisi psikologisnya. Itu setelah kedua orang tuanya meninggal dalam rentang waktu tak lama. "Usai ibu (Ana) meninggal, seminggu kemudian ayah (Angga Cahyana) juga meninggal. Mereka sakit juga karena memikirkan kondisi Wawan," kata Rudi.

Sejak saat itu emosi Wawan sangat labil. Ia sering memukuli dirinya sendiri. Sampai-sampai ia juga mencabuti sebagian rambutnya. Kini, bagian tengah rambut Wawan sampai botak. "Itu karena dicabuti sendiri," kata Rudi.

Rudi yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh nelayan sedianya ingin sekali membawa adiknya tersebut ke rumah sakit jiwa. Namun, kondisi ekonomi Rudi tak memungkinkan untuk itu.

Kondisi Wawan pun terus memburuk. Dan sejak enam bulan lalu, Wawan terpaksa dirantai kakinya. "Kalau tidak dirantai, kami keluarganya takut didemo oleh warga lainnya," kata Rudi.

Menurut Ani, istri Rudi, keluarga sering mendapatkan keluhan dari para tetangganya dengan sikap Wawan selama belum dirantai. Wawan sering keluar masuk rumah warga tanpa permisi.

"Katanya, Wawan juga sering mengambil makanan atau barang-barang di toko tetangga. Terus juga masuk ke rumah-rumah sampai kamar. Saya sendiri tidak tahu kebenarannya. Itu cerita warga," jelas Ani.

Karena alasan itu, Wawan akhirnya dirantai. Awalnya Wawan dirantai di dalam rumah. "Tetapi karena saya punya anak kecil, dan sering saya tinggali jadi Wawan akhirnya ditempatkan disini (dulu bekas dapur). Dulu pernah dirantai di kasur, tetapi malah dirusak," cerita Rudi.

Menurut Rudi, sejak Wawan menderita kelainan jiwa, pemerintah setempat masih belum pernah memberikan bantuan sama sekali kepada pihak keluarganya. "Sebenarnya saya ingin melihat ia sembuh lagi. Kasihan ia belum menikah," kata Rudi prihatin.

Sementara itu kades Curah Sawo H Akbar Busthony mengataka, pihaknya telah mengetahui keberadaan Wawan. Pihak pemerintah desa sendiri menurutnya sudah beberapa kali melaporkan kondisi Wawan itu kepada dinas terkait (Dinsos). Tetapi sampai sejauh ini masih belum ada tanggapannya.

"Tetapi kami akan terus melakukan upaya agar Wawan mendapatkan bantuan dari instansi terkait. Kami juga prihatin dengan kondisi Wawan dan keluarganya," jelas Kades Akbar. (*)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=163869

LSM Pertanyakan Mobnas untuk PKK

[ Jum'at, 11 Juni 2010 ]
PROBOLINGGO-Belanja mobil dinas (mobnas) oleh Pemkot Probolinggo beberapa waktu lalu mendapat sorotan sejumlah LSM. Mereka meminta pemkot mengkaji ulang pembelian mobnas tersebut. Terutama yang diperuntukkan bagi TP PKK.

Khofilillah, ketua LSM Gagak Hitam mengatakan, akan lebih baik kalau pemerintah tidak buru-buru membeli mobnas anyar. Meskipun mobnas yang lama sudah lewat masa 5 tahun.

Menurutnya, mobil-mobil lama itu masih banyak yang layak pakai. Apalagi bila pemkot mau berkaca pada kondisi masyarakat kalangan bawah. Maka, mobnas anyar itu tidak lebih baik dari usaha untuk menyejahterakan warganya. "Karena masih banyak kebutuhan lain yang lebih menyentuh kepada masyarakat," ujarnya.

Dengan dibelinya mobnas anyar itu, sudah sepantasnya semua pihak berintrospeksi diri. Termasuk para anggota DPRD yang merupakan wakil rakyat dan pengambil keputusan. "Seharusnya dewan juga harus peka terhadap masalah ini. Jangan menari di atas penderitaan rakyat," ujarnya.

Menurutnya, rakyat di bawah masih banyak yang kesulitan mencari makan. Sementara pemerintahnya kurang peduli, malah berfoya-foya dengan mobil anyar. "Padahal masyarakat tidak butuh itu (mobnas). Itu kan sama saja dengan menari-nari di atas penderitaan rakyat," jelasnya.

"Harusnya dalam mengambil keputusan dan membuat kebijakan lebih menekankan kepada kebutuhan rakyat. Dan, dewan jangan mudah angkat palu untuk program-program semacam itu," tegasnya dengan nada berapi-api.

Selain itu, Khofi juga menyoroti mobnas yang diberikan kepada TP PKK. Khofi mengatakan, memang pemberian kepada siapa saja boleh asal tidak menyalahi peraturan yang ada. Tapi, yang perlu dipertimbangkan adalah tepat atau tidak.

"Itu harus benar-benar dengan pertimbangan yang ketat. Tepat atau tidak mereka menerima itu (mobnas). Kalau kurang tepat ya jangan diberi, mending digunakan untuk kebutuhan lainnya. Dan, saya rasa itu masih belum tepat," ujarnya.

Menurut Khofi, pemberian mobnas kepada TP PKK perlu dikaji ulang. Terutama tentang manfaatnya kepada masyarakat apa. "Untuk TP PKK itu, belum layak dan kurang tepat. Dan, sangat perlu di kaji ulang. Sekali lagi, ini dewan harus peka. Jangan asal gedok palu," ujarnya.

Hal senada dikemukakan ketua eLSIKA Musthofa Baqir. Ia mengaku sangat kecewa terhadap kebijakan pemkot membeli mobnas baru. Terutama mobnas yang diperutukkan para pejabat.

"Begitu mudahnya mereka memperuntukkan kemauannya yang dibungkus dalam kebijakan pembelian mobnas. Sementara untuk menuruti dan mengakomodasi aspirasi kepentingan rakyat, mereka bersikap alot sekali. Bahkan, terkadang rakyat harus maksa-makaa atau bahkan harus pakai cara demonstrasi," ujarnya.

Musthofa mencontohkan tentang kegagalan pemkot dalam mengawal UMK (upah minimum kota) 2009 dan honor daerah untuk guru dan pegawai tidak tetap. Menurutnya, kenaikannya sangat tidak signifikan. "Alasannya klasik, anggaranya minim alias tidak cukup anggaran. Kami tentu sangat kecewa atas kondisi seperti ini," ujarnya.

"Sejak awal sudah kami ingatkan agar ditunda dulu (pembelian mobnas). Tapi bagitulah pejabat sekarang, semakin diingatkan semakin susah untuk mendengarkan," sesalnya.

Sementara itu, Djando ketua LBH Prabu Lingga lebih menyoroti soal pembelian mobnas baru untuk TP PKK. "Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah TP PKK itu sudah tepat mendapat fasilitas tersebut atau tidak?" tanyanya.

Di sisi lain, ketua LSM Wamor Imam Suliono tidak mengungkapkan keberatan atas pembelian mobnas itu. Menurutnya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk pengadaan mobnas. Salah satunya adalah usia mobnas yang lama sudah di atas lima tahun. Dan, mobnas yang anyar digunakan untuk menunjang pelayanan terhadap masyarakat. "Sepanjang syarat itu terpenuhi silakan saja," ujarnya.

Untuk mobnas bagi TP PKK, Imam mengatakan bahwa dana operasional PKK memang dari APBD, termasuk pengadaan mobnas. Menurutnya, bila syarat-syaratnya sudah terpenuhi tidak masalah. "Tapi, saya tidak tahu kondisi mobil TP PKK seperti apa," ujarnya. (rud/nyo)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=163868