Minggu, 25 Juli 2010

Bupati Probolinggo Ketua Nasional Demokrat Jatim

Minggu, 25 Juli 2010 16:16 WIB

SURABAYA--MI:
Bupati Probolinggo Hasan Aminudin terpilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Nasional Demokrat (Nasdem) Jawa Timur.

Ketua Umum DPP Nasdem Surya Paloh melantik sejumlah pengurus Nasdem Jatim di gedung Jatim Expo Jalan Ahmad Yani Surabaya, Minggu (25/7).

Adapun susunan kepengurusan Nasdem Jatim meliputi Dewan Pakar Nasdem Jatim Wibisono Haryo (ketua), Syamsul Arifin (sekretaris). Dewan Pembina meliputi Basofi Sudirman (ketua) Choril Anam (wakil).

Sedangkan Dewan Pengurus wilayah meliputi Hasan Aminudin (ketua) M Mirdassy (sekretaris) dan M Najih (bendahara).

Menurut Surya Paloh terbentuknya kepengurusan Nasdem Jatim merupakan yang ke-10.

"Kami berharap Nasdem Jatim mampu menjadi terdepan dalam gerakan perubahan ini," ujarnya.


Ia mengatakan bahwa untuk melakukan perubahan tidak harus melalui jalur politik, melainkan bisa dengan ormas atau lembaga swadaya.

"Peran lembaga swadaya tidak kalah penting. Tergantung efektivitasnya. Namun perannya tetap terbatas jika dibandingkan dengan institusi resmi," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Nasdem merupakan ormas yang mengusung gerakan perubahan yang melalui restorasi yang dideklarsikan di Jakarta, 1 Februari 2010.

Restorasi sendiri pada hakikatnya adalah revitalisasi gerakan nation, dan character building (membangun karakter bangsa) sebagaimana para pendiri bangsa ini menggelorakannya dulu.

Dari tiga pilar gerakan yang ada, yakni ekonomi, politik, dan budaya, lanjut dia, Nasdem menaruh perhatian khusus terhadap aspek budaya.

"Oleh karena itulah perubahan mind set (pola pikir) masyarakat Indonesia menjadi fokus bagi gerakan ini," ujarnya. (Ant/OL-3)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/07/25/157827/18/1/Bupati-Probolinggo-Ketua-Nasional-Demokrat-Jatim

Laka Karambol, Dua Luka

[ Minggu, 25 Juli 2010 ]
PROBOLINGGO - Ruas jalur Probolinggo-Lumajang kemarin (24/7) siang sempat terganggu. Itu setelah terjadi kecelakaan (laka) karambol yang melibatkan tiga kendaraan, tepatnya di Jl Raya Leces di pertigaan desa Sumberkedawung, Leces Kabupaten Probolinggo. Syukur saja kecelakaan tersebut tidak sampai merenggut nyawa.

Dari data yang dihimpun Radar Bromo di lapangan, kecelakaan karambol itu terjadi sekira pukul 13.30. Saat itu truk tronton yang biasanya digunakan untuk mengangkut mobil atau motor dengan nopol BK 8666 ST yang dikemudikan Mugiyono, warga dusun Plataran, Kaliwungu, Kabupaten Kendal melaju dari arah selatan ke utara.

Menurut keterangan beberapa saksi mata, truk tronton itu melaju dengan kecepatan tinggi. "Truknya itu melaju cepat. Saat itu truk tronton itu sempat nyalip kendaraan yang ada di depannya," kata H Abdul Karim, pemilik toko Al Mubarok, yang letaknya persis di depan tempat kejadian.

Sementara itu, dari arah berlawanan juga melaju sebuah truk pengangkut pasir. Tapi, kebetulan siang itu truk yang dikemudikan Suyanto, 38 warga Tanggulangin Sidoarjo itu melaju tanpa muatan.

"Saya itu tidak ngantuk. Saat sampai di sini saya kaget. Truk itu melaju kencang usai menyalip kendaraan di depannya. Usai menyalip, posisinya masih terlalu ke tengah," kata Suyanto saat ditemui di TKP kemarin.

Lantaran kedua kendaraan itu sama-sama besarnya, sementara ruas jalan pun juga tidak terlalu besar, bagian belakang truk tronton dan belakang dam truk pun senggolan. "Suaranya keras sekali mas," jelas Abdul Karim.

Usai terjadi senggolan, kendaraan dan truk kehilangan kendali. Alhasil sempat menabrak bagian depan mobil Carry dengan nopol P 1980 KM yang dikemudikan Saiful Imron, warga Kencong, Jember.

Mobil Carry itu berada persis di belakang truk tronton yang dikemudikan Mugiyono. "Saya sempat kaget. Usai tabrakan, saya langsung banting stir ke kiri untuk menghindar," jelas Suyanto.

Akibat tabrakan karambol tersebut, Carry berwarna merah itu mengalami ringsek yang cukup parah di bagian depannya. Begitu juga pada truk tronton yang juga mengalami ringsek di bagian belakangnya.

Beruntung saja, kecelakaan karambol itu tidak sampai membawa korban jiwa. Saiful dan Gunarso, kernet dari kernet truk tronton hanya terluka babras di beberapa bagian tubuh dan kepalanya.

Beberapa saat setelah kecelakaan karambol itu terjadi, beberapa petugas keamanan dari satlantas Polres Probolinggo dan Polsek Leces lansgung mendatangi TKP. Ruas jalan yang sempat macet beberapa menit pun akhirnya teratasi.

Ipda Istono, kanit laka Satlantas Polres Probolinggo mengatakan kecelakaan karambol tersebut terjadi karena kelengahan pengemudi truk tronton. "Usai menyalip, truk tronton itu terlalu ke tengah. Sehingga senggolan tidak dapat dihindarkan karena dari arah yang berlawanan ada damtruk yang besar juga," jelasnya. (mie/yud)

Sumber:

Ada Pejabat Eselon 2 Berpolitik

[ Minggu, 25 Juli 2010 ]
PROBOLINGGO - Ada pejabat eselon dua di Pemkot Probolinggo yang ditengarai berpolitik praktis. Hal ini sudah tercium Wali Kota Buchori. Selain itu, Wali Kota juga mencium masih ada pejabat yang tidak becus dalam meneruskan kebijakannya.

Karena masalah itu, Wali Kota Buchori sempat marah-marah ketika rapat staf, Jumat (23/7) lalu. Saat dikonfirmasi kemarin, Wali Kota Buchori membenarkannya. "Iya. Saya memang marah-marah kepada staf saya saat rapat staf. Selama setahun ini saya mengevaluasi semua staf. Insyaallah dalam waktu dua atau tiga bulan ke depan akan ada mutasi eselon 2. Jumlahnya bisa 1-2 atau 10 sampai 15 orang," tegasnya.

Mutasi itu dilakukan untuk mengisi formasi yang kosong karena ada yang pensiun atau penyegaran. Dari hasil evaluasinya, Buchori punya kesimpulan. "Mungkin staf saya jenuh atau perlu refreshing. Banyak kritikan masyarakat yang masuk dan kasusnya selalu sama," terang Buchori.

"Atau bisa saja mereka tidak cocok di tempat yang lama, hingga kinerjanya statis. Ditambah lagi ada PNS yang dalam memimpin dibuat bisnis atau politik. Jelas itu akan menganggu kebijakan saya," imbuhnya, saat ditemui di rumah dinas, kemarin.

Soal mutasi, Buchori tidak mau main-main. Ia akan lebih mempertimbangkan kemampuan staf yang bakal menjadi pimpinan sebuah satuan kerja (satker). Wali kota mengaku punya orang di masing-masing satker. Orang-orang inilah yang memberi informasi tentang kegiatan yang dilakukan pimpinannya.

Dengan begitu, Buchori tahu bagaimana kinerja atau sikap pimpinan satker itu ketika di kantor. "Bukannya saya tidak percaya. Tapi, ini hanya sebatas untuk mengetahui kinerja anak buah yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat. Laporan itu saya perhatikan, termasuk angka kehadirannya," ucap wali kota.

Saat disinggung tentang pejabat yang bermain politik, Buchori enggan menunjukkan siapa identitasnya. Namun ia membenarkan ada pejabat eselon 2 yang diam-diam bermain politik.

"Abdi negara itu jangan bermain politik. Akibatnya pekerjaan tidak maksimal. Yang ada hanya kepentingan semata. Saya tahu sendiri siapa orangnya, dan saya tidak akan menyebut siapa. Ada aturan di kepegawaian bahwa PNS tidak boleh berpolitik. Yang boleh main politik hanya wali kota dan wakil wali kota, karena kami adalah pejabat politik. Kalau menggunakan hal politik, itu wajar," beber suami dari anggota DPR RI Rukmini itu.

Dalam rapat staf itu, juga dibahas mengenai pelaksanaan perda (peraturan daerah) di Kota Probolinggo. Untuk mendukung pengawasan pelaksanaan perda, Satpol PP bakal punya tambahan personel sebanyak 10 orang.

Diharapkan dengan penambahan personel itu bisa mengawasi perda-perda mengenai bangunan seperti IMB (izin mendirikan bangunan), stren kali dan permasalahan lainnya yang sudah ada perdanya.

Buchori bilang, penegakan perda sangat lemah karena masyarakat tidak mengikuti. Ditambah pengawasan pelaksanaan perda masih kurang. Yang menjadi sorotan adalah banyaknya bangunan tidak berizin yang didirikan oleh masyarakat. Tak mengantongi izin tetapi bisa bikin bangunan seenaknya. Untuk mengatasi masalah itu wali kota siap bekerjasama dengan pihak kepolisian.

"Kalau masyarakat membuat bangunan seenaknya, RTRW (rencana tata ruang wilayah) bisa tidak jalan. Di mana-mana bisa banjir. Karena ketika membuat bangunan tidak dipikirkan sanitasinya. Bangunan seenaknya juga merusak estetika. Pokoknya kalau tidak sesuai RTRW akan saya tertibkan," tegas Buchori didampingi Kabag Humas dan Protokol Rey Suwigtyo. (fa/yud)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=171561

Pulang Kampung, DPO Curanmor Didor

[ Minggu, 25 Juli 2010 ]
PROBOLINGGO-Usai sudah pelarian Hosen, 30, warga Desa Maron Kulon, Maron, Kabupaten Probolinggo. Pria yang jadi daftar pencarian orang (DPO) Polresta Probolinggo ini akhirnya berhasil dibekuk petugas pada Rabu (21/7) malam lalu.

Bahkan Hosen juga harus merasakan timah panas menembus pergelangan kaki kanannya. Karena saat ditangkap Hosen melakukan perlawanan dengan berusaha kabur dari sergapan polisi.

Kapolresta AKBP Agus Wijayanto melalui Kasatreskrim AKP Agus I Supriyanto, menyatakan sudah lama pelaku menjadi DPO kasus curanmor. "Ini merupakan hasil pengembangan ungkap kasus," katanya.

Dari catatan Polresta Probolinggo, Hosen pernah melakukan pencurian sebuah kendaraan bermotor Jupiter Z milik Sugeng dengan nopol N 3609 PO di Javanet, Jl Panglima Sudirman, Wiroborang, Mayangan beberapa bulan yang lalu.

Sejak itulah ia ditetapkan menjadi DPO Polresta. Tertangkapnya Hosen sendiri terjadi ketika di pulang ke rumah beberapa waktu lalu. Diketahui, usai melakukan pencurian kendaraan bermotor, Hosen langsung kabur ke Kalimantan.

Ia baru pulang kembali ke kampung halamannya pada 20 Juli lalu, ketika ada salah satu kerabatnya meninggal dunia. "Usai dapat laporan, kalau tersangka pulang, kami langsung bergerak," kata Kasatreskrim.

Saat digerebek di rumahnya itu Hosen sempat melakukan perlawanan. Ia sempat mendorong salah satu petugas kepolisian dan berniat melarikan diri. "Karena tidak mengindahkan tembakan peringatan, tersangka akhirnya kami lumpuhkan," kata Kasatreskrim.

Timah panas itu langsung menembus pergelangan kaki kanannya. Hosen pun akhirnya tak bisa lari dan langsung dikeler ke Mapolresta Probolinggo. Atas perbuatannya itu, Hosen bisa dikenai pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan. "Ancamannya di atas 5 tahun," tegas Kasatreskrim.

Hosen tercatat berkomplot dengan sindikat pencurian kendaraan bermotor yang sebelumnya juga telah berhasil dibekuk oleh jajaran Polres Probolinggo. Yakni Yusuf dan Eko yang telah ditangkap sebelumnya. Keduanya juga tercatat warga Maron Kidul.

Dengan tertangkapnya Hosen, berarti tinggal seorang lagi DPO dari sindikat ranmor ini yang masih belum berhasil dibekuk. Sampai saat ini petugas kepolisian masih terus berupaya menangkapnya. (mie/nyo)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=171558

Nenek Hilang Sejak Enam Hari

[ Minggu, 25 Juli 2010 ]
PROBOLINGGO - Kegundahan sedang melanda keluarga besar Juriyam Astro, 70. Pasalnya nenek yang tinggal di RT 2 RW 1 Desa Patokan, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo itu meninggalkan rumah sejak Senin (12/7) lalu. Sampai berita ini diturunkan pihak keluarga tengah berupaya melakukan pencarian.

Menurut Karnati, cucu Juriyam yang tinggal di Jl Cokroaminoto gang 10 Kota Probolinggo, neneknya hilang sekitar setelah salat Subuh. Juriyam selama ini tinggal di Desa Patokan seorang diri. Rumahnya bersebelahan dengan cucu keponakan yang bernama Sunardi.

Saat Sunardi hendak mengantar sarapan ke Juriman, Senin pukul 08.00, Juriyam sudah tidak ada di dalam rumah. Pintu rumah terkunci dari luar. Sejak saat itu tiga anak Juriyam terus mencari keberadaan nenek yang sudah pikun tersebut.

"Terakhir bilangnya mau ke rumah sini (Jl Cokro), tapi kok sampai sekarang (kemarin) tidak datang-datang. Kami sudah mencari dan tanya ke paranormal tapi tidak ketemu. Kami berharap nenek bisa ketemu dan pulang," ujar Karnati.

Juriyam punya ciri-ciri tubuh pendek, kulit sawo matang, usianya 70 tahun, jalannya pincang dan pikun. Meski sudah melakukan pencurian pihak keluarga belum melaporkan ke kantor polisi. "Orang Muneng melihat, katanya nenek ini jalan ke arah utara (menuju kota)," imbuhnya. (fa/nyo)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=171557

Muscam 5 PK di Kantor DPD

[ Minggu, 25 Juli 2010 ]
PROBOLINGGO-Dalam tiga hari ini (24-26/7), kantor DPD Golkar Kota Probolinggo full booked. Di kantor tersebut bakal digelar muscam (musyawarah kecamatan) dari 5 PK (Pengurus Kecamatan) di Kota Probolinggo.

Kemarin (24/7) DPD Golkar menggelar seremoni pembukaan muscam 5 kecamatan di kantor DPD Golkar. Dalam sambutannya Hasan Irsyad, perwakilan dari DPD Jatim mengatakan tidak ada masalah kalau muscam yang biasanya digelar di masing-masing kecamatan kali ini digelar di kantor DPD.

"Tidak masalah kalau dilaksanakan di induknya (DPD). Itu boleh-boleh saja. Yang terpenting tidak digelar di DPD lain. Misalnya digelar di Prigen atau di Kabupaten," ujar politisi yang juga menjadi anggota DPRD Jatim tersebut.

Menurut Hasan Irsyad, muscam ini mempunyai beberapa agenda. Yakni proses evaluasi dari PK yang lama, proses pemilihan pengurus PK yang baru serta proyeksi-proyeksi ke depan PK. "Semoga dengan digelarnya muscam ini bisa semakin mengembangkan Golkar," harapnya.

Sementara ketua DPD Golkar Zulkifli Chalik mengatakan, muscam tersebut bisa menjadi langkah strategis untuk semakin mengembangkan partai. "Ini (muscam) juga bisa menjadi konsolidasi partai," katanya di depan para kader Golkar yang hadir kemarin.

Zulkifli berharap ajang muscam ini tidak hanya menjadi ajang perebutan kepemimpinan yang baru semata. "Tetapi harus dimaknai dalam rangka untuk merebut kejayaan partai," harapnya.

Saat ditemui usai seremoni, Zulkifli menjelaskan proses kaderisasi pada tubuh partainya cukup penting. Karena itu prosesi pemilihan di semua jenjang di tubuh partai harus secara alami tanpa money politics. "Kalau saya sesuai dengan aspirasi PL (Pengurus Kelurahan). Yang penting kandidatnya loyal ke partai dan mempunyai massa," jelasnya. Dalam muscam tiap PK, pemegang suaranya adalah PL di bawah naungan PK plus satu suara dari DPD.

Usai pembukaan, langsung dilanjutkan dengan muscam PK Mayangan. Muscam Mayangan sendiri tak berlangsung lama, hanya selang beberapa jam, H Syaiful terpilih menjadi ketua PK Mayangan.

Rencananya hari ini akan digelar dua muscam sekaligus. Yakni muscam Kanigaran dan Kademangan. Sementara esok (26/7) digelar muscam PK Wonoasih dan Kedupok. (mie/nyo)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=171556

Pasca Konversi, Omzet Pangkalan Melorot

[ Minggu, 25 Juli 2010 ]
PROBOLINGGO - Paket konversi minyak tanah (Mitan) ke elpiji di Kota Probolinggo, sudah menyebar luas di masyarakat. Namun angka penjualan tabung elpiji3 kg di pangkalan-pangkalan justru merosot.

Ada tengara program pemerintah yang memberikan secara gratis paket elpiji 3 Kg lengkap dengan komponen pendukungnya itu, belum direspons secara benar oleh masayarakat.

Alih-alih membeli tabung gas elpiji baru, sejumlah warga justru mencoba menjual paket konversi ke pangkalan." Saya tolak penawaran tersebut," jelas Ibnu pemilik pangkalan nomor 9 di Kelurahan Mayangan. Ia mengetahui bahwa paket konversi pemberian pemerintah tersebut tidak untuk di perjualbelikan." Daripada berurusan dengan hukum," ujarnya.

Ada dugaan salah satu hal yang masih jadi penghambat kesuksesan program konversi adalah keragu-raguan masyarakat terhadap keamanan tabung gas elpiji 3 Kg pemberian pemerintah itu. Apalagi media massa kerap memberitakan peristiwa tabung gas meledak di sejumlah daerah.

" Mungkin akibat, pemberitaan di TV," terang bu Agus, pemilik pangkalan nomor 24 di daerah Wiroborang.

Para pemilik pangkalan sendiri sebenarnya sudah mencoba meyakinkan konsumen bahwa tabung yang dijual aman, sebab tabung tersebut asli milik Pertamina. Selain itu para pemilik pangkalan juga tak segan memberitahukan cara pemasangan regulator dan menjelaskan cara pengoperasian kompor elpji.

Menurut penuturan beberapa pemilik pangkalan, penjualan lebih banyak justru terjadi sebelum paket konversi beredar di masayarakat. Jika sebelumnya pangkalan dapat menjual tabung berkisar 50 sampai 100 tabung per hari, bahkan lebih. Pasca pemberian paket konversi, justru turun secara drastis.

Kini per harinya, pangkalan mengalami penjualan terendah per hari mencapai 5-10 tabung. " Pernah per hari hanya jual 5 tabung saja," jelas bu Agus.

Ia juga menjelaskan, sebelum beredar paket konversi tersebut di masyarakat, per hari pangkalannnya bisa menjual antara 40 hingga 150 tabung.

Hal senada juga dinyatakan Ibnu, pemilik pangkalan di daerah Kebonsari. " Sekarang 5 tabung per hari," terangnya. Sedangkan dulu minimal perhari mencapai 10 tabung.

Salah satu pemilik pangkalan nomor 4 di daerah Kebonsari mengatakan, baru mendapatkan keuntungan 200 ribu saja, setelah 5 hari paket konversi itu beredar di Kelurahan Kebonsari.

Untuk mengatisipasi melorotnya penjualan tabung 3 kg, salah satu agen mulai melebarkan sayapnya. Salah satu pangkalan, akan mulai menjual Blue Gas." Mulai hari Rabu (28/7), saya sudah menjadi agen Blue Gas," jelas Bu Agus. (d7x/nyo)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=171555