Senin, 28 Juni 2010

Tentang Chiko, Juara Kontes Kucing Sehat dan Fashion Cat di Semipro

[ Senin, 28 Juni 2010 ]
Jadi Selebritis, Dilarang Main dengan Kucing Kampung

Inilah Chiko, kucing ras Persia yang kemarin (27/6) jadi juara dalam ajang kontes kucing sehat kategori anak dalam rangkaian Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo). Apa istimewanya si Chiko ini?

FAMY DECTA MAULIDA, Probolinggo

Lucu dan menggemaskan. Bulu warna kremnya begitu lebat dan tebal. Bola mata berwarna kuning menambah daya tarik kucing Persia bernama Chiko itu. Selama dipangku oleh pemiliknya, Jazilahtul Munawaroh, Chiko begitu anteng.

Sejak dinobatkan menjadi juara kontes kucing sehat katehori anak, Chiko seperti jadi selebritis. Setiap orang mendekatinya, memotret dari dekat atau meminta menggendong Chiko, lalu foto bareng. Walaupun si Chiko sudah dibawa masuk ke kandang, masih ada saja yang meminta agar tutupnya dibuka dan memotret kucing yang baru berusia enam bulan itu.

Ya, kemarin Chiko mengikuti kontes kucing. Ia bersaing dengan 23 kucing berbagai ras di kategori anak. Namun Jazilahtul membuktikan jika kucingnya adalah anak kucing yang tersehat di Kota Probolinggo.

Chiko dinyatakan sehat oleh juri dengan mendapatkan poin 28. Proses penilaian yang diikuti Chiko meliputi pemeriksaan mata, telinga, hidung, gigi, mulut, bulu, kuku, kulit hingga anus. Chiko juga sudah divaksin saat usianya 3 bulan.

"Senang sekali dan bangga tentunya. Tidak menyangka kalau Chiko bisa jadi juara. Saya tidak ada persiapan sama sekali untuk ikut kontes ini, hanya kemarin (26/6) dimandikan saja seperti biasa," kata cewek berusia 20 tahun itu ditemui usai menerima hadiah dari Wali Kota Probolinggo Buchori.

Jazilahtul menceritakan, seluruh keluarganya sangat menyukai kucing khusus untuk jenis persia atau anggora. Ia mulai merawat Chiko sejak bulan Februari 2010 lalu, waktu itu usia Chiko masih dua bulan. Ia membeli kucing di daerah Bondowoso seharga Rp 1,5 juta.

"Sekeluarga kebetulan suka sama kucing semua. Dulu punya tiga, tapi satu hilang dicuri orang waktu dititipkan di rumah saudara. Sekarang tinggal dua di rumah," ucap Jazilahtul yang tinggal di Jl Lumajang, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Kali pertama ia memiliki kucing sejak Ramadan tahun lalu. Jazilahtul melihat tayangan tentang kucing di televisi lalu tiba-tiba ingin memelihara kucing. Keinginannya pun langsung disambut oleh orangtua dan semua saudara-saudaranya. Belilah mereka kucing di Bondowoso.

Kucing pertama yang dipunya adalah anggora diberi nama Kuprit, tapi sekarang Kuprit sudah diberikan ke saudaranya. Kemudian dia beli Chiko, lalu Laura dan Owen. Owen hilang. Sekarang tinggal Chiko dan Laura yang berusia 1,5 tahun. Laura juga ikut fashion cat menggunakan kostum warna ungu.

Diakui oleh mahasiswa Universitas Panca Marga (UPM) ini merawat kucing ras Persia atau anggora tidak mudah. Saat membelinya pun seperti diinterogasi oleh penjualnya. Pertanyaannya macam-macam. Pertanyaan-pertanyaan itu dilontarkan untuk mengetahui keseriusan pembeli untuk memelihara kucing mahal tersebut.

Jazilahtul bilang pertanyaan itu antara lain bekerja di mana, kenapa ingin beli kucing, sudah punya tempat khusus yang bersih atau tidak. "Perjanjiannya itu kucingnya harus diberi makan royal canin 32 (merek makanan kucing) biar tubuhnya tidak kerdil. Coba itu lihat Chiko usianya baru 6 bulan tapi tubuhnya bisa besar dan sehat," jelasnya.

Satu kilogram royal dihabiskan Chiko tidak sampai dua minggu. Harga per kg sekitar Rp 80 ribu. Orang tua Jazilahtul pun sudah menyiapkan budget khusus untuk membeli perlengkapan Chiko dan Laura.

Setiap pagi sudah ada jadwal rutinitas untuk Chiko dan Laura. Misalnya setiap pagi harus membersihkan mata dan hidungnya menggunakan kapas diberi air hangat, karena hidung Chiko pesek kerap mengeluarkan air. Saban hari bulu kucing harus disisir dan diberi vitamin vikal untuk bulu dan kesehatan.

"Memandikannya dua minggu sekali. Kalau memandikan saya berdua dengan ibu, karena kepalanya tidak boleh kena air. Cukup di-washlap saja. Tubuhnya tidak apa-apa disiram. Vitamin bikal itu bentuknya seperti sirup. Kami biasa beli di Bondowoso. Makanannya ada di Probolinggo," ungkap anak pasutri Nipan dan Nur Aini itu.

Kendala yang biasa dialami Chiko adalah muncul lemak di kulitnya, akhirnya timbul semacam ketombe. Kalau sudah kondisi seperti itu harus segera dibersihkan dan bila kondisinya agak tidak fit, buru-buru dibawa ke dokter hewan di Kota Probolinggo.

Chiko dan Laura dilarang keras bergaul dengan sembarangan kucing, apalagi kucing kampung. "Soalnya kalau main sama kucing kampung bisa ketularan penyakit, kutunya juga cepat menyebar. Kalau ketularan harus langsung diobati," kata Jazilahtul yang mempunyai tempat khusus untuk kucing-kucingnya itu.

Meninggalkan rumah dalam waktu yang sangat lama selalu membuat Jazilahtul dan keluarganya kepikiran. Setiap pergi jauh, Chiko dan Laura dititipkan di tempat saudaranya.

Yang membuat khawatir adalah apakah saudaranya bisa merawat kedua kucingnya. "Mereka (Chiko dan Laura) itu lucu. Gimana ya.. agresif sekali. Mereka juga senang kalau diajak bermain. Jadi kalau ninggal lama-lama bisa kangen," katanya. (yud)

Sumber: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=166990

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar