Senin, 01 November 2010

Perebutan Tiga Nomor Sprint di Etape VIII

Tour d'Indonesia 2010
Laporan wartawan KOMPAS Helena Fransisca
Senin, 1 November 2010 | 10:07 WIB
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Pebalap sepeda berpacu dengan panas terik matahari yang menyengat dalam etape keempat Speedy Tour dIndonesia 2010 di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (27/10/2010). Pebalap sepeda Sergey Kudentsov dari tim Polygon Sweet Nice menjuarai etape Pekalongan-Semarang berjarak 89,4 kilometer dengan mencatat waktu dua jam enam menit.

SURABAYA, KOMPAS.com- Di etape VIII Speedy Tour d'Indonesia 2010 ini, para pebalap akan bersaing memperebutkan tiga nomor sprint yang dilombakan.

Nomor sprint pertama ada di kilometer 81,9 atau di Kantor Bupati Probolinggo. Nomor kedua ada di kilometer 112,1 atau di depan kantor telkom Klakah. Sementara nomor sprint ketiga ada di kilometer 169,7 kilometer atau di depan kantor kepala desa Rambi Puji.


Para pebalap segera memulai real start di 11 kilometer selepas pelepasan di depan kantor Walikota Surabaya. Para pebalap pagi ini diuntungkan dengan cuaca sejuk yang cukup mendukung balapan.

"Iya enak cuacanya. Yang jelas kita ambil aman. Saling kontrol," ujar Herwin Jaya, pemegang yellow jersey dari tim Polygon Sweet Nice. Sender kompas

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2010/11/01/10074952/Perebutan.Tiga.Nomor.Sprint.di.Etape.VIII

Pembalap Diminta Waspadai Jalur Probolinggo - Klakah

TEMPO/Ishomuddin

TEMPO Interaktif, Surabaya - Para pembalap Speedy Tour D’Indonesia memulai ceremoni star dari depan kantor Wali Kota Surabaya pukul 08.00 untuk mengawali etape kedelapan rute Surabaya- Jember sejauh 181 , 5 kilometer, Senin (1/11). Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memimpin langsung pelepasan pembalap.


Mereka akan bersepeda sampai titik 11 kilometer baru mulai real star. Setelah memasuki 81,9 kilometer, di depan kantor walikota Probolingga, mereka akan mengikuti perlombaan sprint intermediate. Kemudian di 112,1 kilometer, lomba sprint intermediate kedua kembali akan dilakukan. Dan terakhir sebelum mamasuki garis finish, lomba sprint intermediate akan digelar di depan kantoe kepala desa Rambi Puji, 169,7 kilometer.

Wawan Setyobudi, manajer Polygon Sweet Nice (PSN), mengingatkan kepada pembalapnya untuk mewaspadai daerah Probolinggo dan juga Klakah. “Anginnya gede dan udaranya panas,” kata Wawan.

Ia berharap pembalap di timnya saling mendukung sehingga bisa mempertahankan Herwin Jaya sebagai pembalap dengan akumulasi waktu tercepat dan juga mempertahankan gelar juara tim. Saat ini, tim PSN masih memimpin klasemen sementara dengan selisih gap 2 menit 56 detik dengan posisi kedua, Custom Cycling Club (CCC) Indonesia.

Pembalap akan finis di alun-alun Jember dekat Masjid Jami. Diperkirakan mereka akan sampai sekitar pukul 13.12.

RINA WIDIASTUTI

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/olahraga_lain/2010/11/01/brk,20101101-288521,id.html

3 Rumah Ambruk Ditiup Angin

Senin, 1 Nopember 2010

Probolinggo - SURYA- Sedikitnya 25 rumah disapu angin puting beliung di Desa Seneng, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Tiga rumah di antaranya ambruk, akibat tidak kuat menahan empasan angin dari arah tenggara tersebut. Angin terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, Sabtu (30/10) disertai hujan lebat. Begitu hujan agak reda, secara tiba-tiba angin datang dan langsung merobohkan tanaman sengon milik warga.

Camat Krucil, Iswinaryo, kepada Surya mengaku meneruskan laporan tentang kerusakan rumah warga akibat tiupan angin itu ke Satuan Penanggulangan Bencana Pemkab Probolinggo. Aparat bertindak cepat, Minggu (31/10) sekitar 256 personel dari Kodim 0820 dan 25 personel dari polres, dibantu petugas satpol PP Pemkab Probolinggo diterjunkan ke lokasi untuk kerja bakti memperbaiki rumah warga yang rusak. “Kami sebatas memperbaiki rumah yang nyaris roboh, termasuk bekerjabakti memperbaiki rumah yang sudah ambruk. Kebetulan yang ambruk rumah nonpermanen, sehingga mudah diperbaiki,” ujar salah satu personel Kodim 0820 Sertu Humaedi kepada Surya. Dari 25 rumah rusak, tiga rumah ambruk adalah rumah nonpermanen yang terbuat dari dinding kayu. ntiq

Sumber: http://www.surya.co.id/2010/11/01/3-rumah-ambruk-ditiup-angin.html

Belasan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung

Tim Liputan 6 SCTV
01/11/2010 05:40
Liputan6.com, Magetan: Puting beliung menerjang Desa Juwet, Kecamatan Ngrongot, Nganjuk, Jawa Timur, Ahad (31/10). Pusaran angin yang begitu kencang mengakibatkan belasan rumah porak poranda. Meski angin kencang hanya berlangsung lima menit, genting rumah berterbangan dan sebagian lagi rusak tertimpa pohon besar.

Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, angin kencang yang terjadi bersamaan dengan turunya hujan membuat warga panik dan berlarian menyelamatkan diri.

Sementara itu, amukan puting beliung di Desa Seneng, Kecamatan Krucil, Probolinggo, Jawa Timur, telah merusak puluhan rumah. Sejumlah warga yang dibantu anggota TNI masih berusaha membersihkan puing-puing rumah yang rusak akibat terjangan angin [baca: Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Probolinggo].(IAN)

Sumber: http://berita.liputan6.com/daerah/201011/304270/Belasan.Rumah.Rusak.Diterjang.Puting.Beliung

Bakrie Tetap Bangun Empat Ruas Tol

Senin, 01 November 2010, 11:57 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT Bakrie Toll Road (BTR) menyatakan kesiapannya untuk empat ruas tol di Indonesia. "Meski sedang dievaluasi oleh pemerintah, kami tetap komit bangun empat ruas tol senilai Rp15,2 triliun itu," kata Direktur Utama PT BTR, Harya M Hidayat saat dihubungi di Jakarta, Senin (1/11).

Harya berkeyakinan empat ruas tol tersebut bisa diselesaikan sesuai jadwal yang ditentukan. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyebutkan, hasil evaluasi sementara dari 24 ruas tol yang dievaluasi ada 14 ruas tol yang lolos verifikasi. Sedangkan delapan ruas tol lainnya adalah diminta untuk mencari mitra baru dan dua ruas tol belum memenuhi laporan keuangan.

Harya mengakui, dari 8 ruas tol yang diminta mencari mitra itu, ada ruas tol yang kepemilikan sahammnya dipegang oleh Bakrie. "Tapi itu akan kita selesaikan dengan baik, karena dananya sudah cukup untuk ekuitas (modal) perusahaan," katanya.

Apalagi saat ini Bakrie mempunyai satu ruas tol yang sudah beroperasi yaitu tol Kanci-Pejagan sepanjang 34 kilometer. Menurut Harya, selama ini BTR masuk dalam tol sebagai bentuk dukungan terhadap ruas tol yang memang memiliki ekuitas yang kurang mencukupi. "Seperti halnya dengan Jasa Marga yang memegang ruas tol Cengkareng- Kunciran ataupun Kunciran- Serpong," katanya.

Jasa Marga, kata Harya, akhirnya mayoritas karena investor awal kurang kuat dalam permodalan. BTR mempunyai hak opsi utama menjadi mayoritas dalam 4 ruas tol tersebut, terdiri atas dua ruas tol masuk Trans Jawa dan dua ruas tol masuk dalam Non Trans Jawa. Dua ruas tol Trans Jawa adalah Pejagan-Pemalang dan Batang-Semarang. Sedangkan Non Trans Jawa adalah Ciawi-Sukabumi dan Pasuruan-Probolinggo.

Terkait dengan salah satu ruas tol yaitu Batang-Semarang yang belum melengkapi laporan keuangan, pihaknya mengaku sudah melengkapinya. "Ruas itu sudah tidak ada masalah dalam sisi laporan keuangan maupun rencana bisnisnya," katanya.

Sementara Kepala BPJT, Ahmad Ghani Gazali juga mengakui bahwa untuk ruas tol Batang-Semarang ini sudah memberikan laporan keuangan lengkap dan tidak ada masalah lagi. Terkait dengan 8 ruas tol yang harus mencari mitra baru ini, kata Ghani, karena untuk mencapai modal 30 persen dari nilai investasi, masih ada yang belum mencukupi.

Empat ruas Tol yang dikuasai Bakrie yakni Pejagang-Pemalang (57,50 km), nilai investasi Rp3,2 triliun dan konsesinya dipegang oleh PT Pejagan Pemalang toll Road. Pemegang sahamnya adalah PT Sumber Mitra Jaya (45%), PT Langkah Utama Perkasa (45%)dan Country Sela Investment Corporation (Seychelles) 10%.

Selain itu Batang-Semarang (75km), nilai investasi Rp3,6 triliun, konsesinya dipegang oleh PT Marga Setiapuritama dan pemegang sahamnya adalah PT Insia Persada Permai (40%), PT Bayuen Permatasari (55%) dan PT Karya Trampil Mandiri (5%). Untuk Pasuruan-Probolinggo (45km), nilai investasi Rp3,4 triliun, pemegang konsesi PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol dengan pemegang saham PT Bukaka Teknik Utama Tbk (35%), PT Wahana Multi Insani (32,5%), dan PT Sembilan Banua Makmur (32,5%).

Ruas tol keempat, Ciawi-Sukabumi (54km), nilai investasi Rp5 triliun, Pemegang konsesi PT Trans Jabar Tol, pemegang saham PT Bukaka Teknik Utama Tbk (35%), PT Graha Multitama Sejahtera (12,5%), dan PT Karya Perkasa Insani (32,5%).

Red: Djibril Muhammad
Sumber: antara

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/10/11/01/143682-bakire-tetap-bangun-empat-ruas-tol

Minggu, 31 Oktober 2010

Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Probolinggo

Dandy Arie Gafur
31/10/2010 14:23
Liputan6.com, Probolinggo: Amukan puting Desa Seneng, Kecamatan Krucil, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu kemarin telah merusak puluhan rumah. Sejumlah warga yang dibantu anggota TNI hingga Ahad siang (31/10) masih berusaha membersihkan puing-puing rumah yang rusak akibat terjangan angin.

Sebagian besar rumah mengalami kerusakan di bagian atap akibat tersapu angin, sehingga bagian dalam rumah juga ikut porak poranda. Setidaknya 24 rumah lainnya rusak berat hingga rusak ringan. Menurut warga, angin menerjang dari arah utara dan bergerak ke selatan dengan kecepatan tinggi.

Sejumlah warga yang kebetulan berada di dalam rumah segera menyelamatkan diri keluar rumah, sehingga musibah tidak menimbulkan korban jiwa. Angin juga merusak sekitar empat hektar area tanaman pohon sengon milik warga yang siap panen. Sejauh ini pemerintah masih mendata jumlah kerugian dan mempersiapkan bantuan bagi warga yang menjadi korban.(AYB)

Sumber: http://berita.liputan6.com/daerah/201010/304189/Puting.Beliung.Rusak.Puluhan.Rumah.di.Probolinggo

Boiler Kertas Leces Molor 4 Bulan

Minggu, 31 Oktober 2010 | 10:19 WIB

PROBOLINGGO - Keinginan PT Kertas Leces (PT KL) mengoperasikan boiler batubara tepat pada momen 10-10-10 (tanggal 10, bulan 10, tahun 2010) lewat sudah. Karena keterlambatan penyelesaian proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero), boiler batubara itu diperkirakan baru bisa dioperasikan Februari 2011 mendatang.

“Insya Allah, Februari 2011 mendatang, boiler batubara dioperasikan. Tidak bisa dioperasikan pada momen 10-10-10, seperti yang kami rencanakan,” ujar Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT KL, Prof. Dr Ir R Abdul Haris MM, Minggu (31/10) pagi tadi. Namun ia enggan menjelaskan penyebab keterlambatan penyelesaian proyek berdana APBN sekitar Rp 175 miliar itu.

Untuk diketahui, pemancangan tiang pertama (ground breaking ceremony) pembangunan boiler batubara itu digelar sekitar setahun lalu. Tepatnya, pada pukul 10, tanggal 10, bulan 10, tahun 2009.

Momen “bersejarah” itu dihadiri Deputi Agroindustri Kementerian BUMN, Ir Agus Pakpahan dan Komisaris Utama PT Kertas Leces, Singgih Riphat. Tampak pula Dirut PT Kertas Leces, Ir Martoyo Sugandi dan Dirut PT Waskita Karya (Persero) Ir M. Kholid MM. Saat itu PT KL merencanakan, proyek boiler batubara bakal dioperasikan pada momen 10-10-10.

Molornya penyelesaian proyek boiler batubara juga berakibat pada molornya distribusi batubara dari Kalimantan Timur (Kaltim). Padahal sebelumnya, PT KL sudah berencana mendatangkan batubara melalui pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, November-Desember ini.

“Benar, PT Kertas Leces berencana mendatangkan sekitar 38 ribu ton batubara dari Kaltim melalui Tanjung Tembaga,” ujar Administrator Pelabuhan (Adpel) Probolinggo, Wiliyanto.

Disinggung soal molornya kedatangan batubara terkait penyelesaian proyek boiler batubara, Wiliyanto mengaku, tidak tahu. Yang jelas, sebagai operator pelabuhan, pihaknya siap kapan saja melayani pengguna dermaga pelabuhan baru itu.

Bahkan Wiliyanto sempat membuat hitung-hitungan terkait distribusi batubara sebanyak itu. Karena batubara 38 ribu ton itu langsung dibongkar-muat dan diperkirakan bakal habis setelah diangkut sebanyak 400 rit truk.

“Jadi, PT Kertas Leces tidak memerlukan gudang terbuka (open storage) di pelabuhan. Batubara langsung diangkut dengan truk. Saya dengar akan bekerjasama dengan PT Varia Usaha, Gresik untuk mengangkut batubara dari pelabuhan ke Kertas Leces,” ujar Wiliyanto.

Konversi Gas ke Batubara

Selama ini PT KL menggunakan gas alam yang dipasok Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk bahan bakar. Gara-gara menunggak utang gas sekitar Rp 41 miliar, PGN pun memutuskan pasokan gas ke PT KL. Akibat terhentinya pasokan gas, perusahaan kertas milik BUMN itu berhenti berproduksi sejak sekitar 4 bulan lalu.

PGN bertindak keras setelah disemprit BPK terkait tunggakan pembayaran gas PT KL sebesar Rp 41 miliar. PGN sempat menoleransi agar PT KL mau membayar separo tunggakan (sekitar Rp 20 miliar), barulah pasokan gas dipulihkan.

Sisi lain pembangunan boiler batubara itu dimaksudkan sebagai langkah PT KL melakukan konversi (perubahan) bahan bakar gas alam ke batubara. Boiler batubara dinilai lebih hemat dibandingkan dengan gas alam.

“Harga gas alam terus naik sehingga mempengaruhi biaya produksi, sehingga PT Kertas Leces tidak akan bisa bersaing terhadap perusahaan sejenis,” ujar Direktur Produksi dan Pengembangan PT KL, Syarif Hidayat.

Dengan menggunakan boiler batubara, kata Syarif, PT KL bisa lebih berhemat dalam pemakaian energi. “Sebagai perbandingan, perlu 160 dollar AS (sekitar Rp 1,44 juta) per ton kertas, sementara dengan batubara cuma perlu 80 dollar AS (sekitar Rp 720 ribu),” ujarnya.

Biaya pembangunan boiler batubara itu disokong pemerintah pusat senilai Rp 175 miliar melalui penyertaan modal negara pada 2007 lalu. Ide pembangunan boiler batubara sendiri sudah muncul sejak 2005 silam. isa

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=fa779ce7b30627a083d652eae594268d&jenis=1679091c5a880faf6fb5e6087eb1b2dc