Kamis, 29 Juli 2010

Polresta Panen Kasus Togel

[ Kamis, 29 Juli 2010 ]
49 Tersangka dalam Dua Bulan

PROBOLINGGO-Dalam waktu dua bulan terakhir Polresta Probolinggo berhasil meringkus 49 penjudi togel. Mereka terdiri atas para pengecer dan pengepul judi tebak nomor itu.

Kapolresta Probolinggo AKBP Agus Wijayanto melalui Kasatreskrim AKP Agus Supriyanto menjelaskan, 49 tersangka adalah hasil tangkapan dari 27 TKP (tempat kejadian perkara) di wilayah hukum Kota Probolinggo.

"Beberapa di antaranya sudah di lapas dan polsek. Jenis judinya togel di tingkat pengecer dan pengepul. Sindikat togel ini terputus, rata-rata ditanya ke atasnya (bandar) mengaku tidak tahu. Putusnya selalu di situ," ujar AKP Agus saat ditemui wartawan, kemarin siang.

Para tersangka yang ditangkap berasal dari berbagai profesi di antaranya seorang pegawai swasta sampai tukang becak. Omzet yang dihasilkan penjudi togel minimal Rp 1,5 juta hingga Rp 20 juta dalam satu kali bukaan togel. Tersangka dijerat pasal 303 tentang perjudian ancaman 10 tahun penjara.

Barang bukti yang diamankan untuk kasus judi togel berupa kupon togel, 49 HP (handphone) dan uang Rp 2,5 juta. "Modus mereka sudah canggih. Biasanya pemesanan menggunakan HP kemudian baru ditulis ke kertas. Pembayaran togel biasanya belakangan," tutur kasatreskrim.

Dari puluhan penjudi togel tersebut kebanyakan mereka mengaku baru berjualan togel maksimal empat bulan silam. Namun satu sampai tiga orang lainnya merupakan pemain lama alias sudah pernah ditahan sebelumnya dengan kasus yang sama. "Alasannya karena cari pekerjaan sulit ya akhirnya nogel lagi," ungkapnya.

Ke depan Polresta Probolinggo tidak hanya menekan angka judi togel, tetapi juga segala jenis perjudian lainnya yang ada di Kota Probolinggo. Putusnya informasi jaringan tertinggi setelah pengepul, polisi bakal berupaya menguaknya melalui teknik kepolisian.

Banyaknya tangkapan kasus perjudian ini menandakan masih maraknya judi di kota mangga ini. "Oleh karena itu kami berusaha menangkap para pelaku dan Insyaallah menjadi efek jera bagi mereka. Kami mengimbau kepada masyarakat apabila ada praktik perjudian silakan hubungi call center polresta," jelasnya. (fa/nyo)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=172339

Siap Amankan Kader PDIP

[ Kamis, 29 Juli 2010 ]
Agar Tak Bergabung dengan Nasdem

PROBOLINGGO-Sikap DPP PDIP yang melarang kadernya untuk bergabung dengan ormas Nasional Demokrat (Nasdem) langsung direaksi di daerah. Buchori, Wakil Ketua Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan DPD PDIP Jatim menyatakan siap mengamankan barisan kader PDIP di wilayahnya agar tidak bergabung dengan Nasdem.

Meski menyatakan belum menerima surat edaran DPP soal larangan itu, Buchori menyatakan siap melaksanakannya.

"Komitmen saya, keberadaan Nasdem di Jawa Timur biasa-biasa saja. Itu kan organisasi masyarakat. Saya juga tidak bergabung. Kalau untuk wilayah lain saya tidak tahu. Yang jelas, saya belum tahu adanya surat edaran tersebut. Mungkin DPD sudah menerima tapi saya belum diinformasikan," ujar Buchori yang menjadi Korwil di kota/kabupaten Pasuruan dan Probolinggo.

Buchori bilang, apabila sudah diinformasikan terkait surat edaran dari DPP itu, pihaknya bakal melaksanakan sosialisasi kepada kader PDIP yang ada di wilayahnya. Ia juga membenarkan dalam AD/ART partai berlambang banteng moncong putih tidak diperbolehkan ikut organisasi politik lain.

"Khawatirnya nanti bisa overlap. DPP berpikiran lebih baik kader fokus pada partai kami sendiri karena banyak yang harus dikomunikasikan. Banyak yang harus dikerjakan di dalam partai," ungkapnya.

Jika surat edaran DPP sudah sampai ke DPD, kata Buchori, DPP pasti akan mengadakan rapat untuk membicarakannya. "Sekarang masih belum dirapatkan. Tapi, kalau ada saya siap untuk mengamankan wilayah saya. Saya akan mendukung langkah dari DPP," jelas Buchori yang juga wali kota Probolinggo ini.

Seperti diberitakan di Jawa Pos I Rabu (28/7), Wasekjen DPP PDIP Hasto Kristianto mewarning seluruh kader PDIP untuk tidak bergabung dengan ormas yang dilaunching di Istora Senayan, Jakarta, awal Februari lalu.

Hasto Krsitianto menegaskan, terlepas klaimnya sebagai ormas, Nasdem terlihat sebagai organisasi politik yang melakukan manuver politik. Dalam pasal 18 AD/ART PDIP telah mengatur bahwa setiap anggota partai dilarang menjadi organisasi politik lainnya.

DPP PDIP menyampaikan warning itu melalui surat edaran. Isinya diperlukan komitmen total seluruh anggota partai untuk membangun PDIP. Surat tersebut tanpa menyebut Nasdem secara spesifik.

Menurut Hasto, PDIP menghormati keberdaan Nasdem sebagai bagian dari hak konstitusional setiap warga negara untuk berserikat dan berkumpul. Soal kehadiran Megawati Soekarnoputri dalam launching Nasdem, konteksnya sebagai bentuk penghormatan.

Sebelumnya, Golkar telah mengultimatum para kadernya agar keluar dari kepengurusan Nasdem. Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham mengingatkan kader beringin agar tidak terjebak dalam sebuah organisasi yang bercita-cita menjadi parpol (partai politik). (fa/nyo)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=172338

Ngadisari Dirancang Jadi Desa Wisata

[ Kamis, 29 Juli 2010 ]
SUKAPURA-Pemkab Probolinggo berniat menjadikan Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura sebagai desa wisata. Kemarin (28/7), Bupati Hasan Aminuddin mengunjungi sejumlah lokasi di desa yang dekat dengan Gunung Bromo itu.

Bupati sempat mendatangi lokasi sulit di Dusun Seruni untuk meresmikan jembatan. " Ini merupakan sejarah, karena Pak Hasan Aminudin merupakan bupati pertama yang datang sampai ke lokasi ini," tutur Supoyo Kades Ngadisari.

Selanjutnya Hasan meresmikan rumah adat Tengger yang saat itu sedang dipakai untuk ritual mayu ilmu. Yakni ritual permohonan restu, atas lulusnya warga Tengger yang menempuh ilmu di bangku kuliah.

Setelah menyaksikan mayu ilmu Hasan menuju lokasi Penanjakan II yang jalurnya akan dibuka untuk meramaikan wisata Bromo.

Kepada koran ini Hasan menyatakan, ide desa wisata itu akan dilaksanakan dengan memanfaatkan potensi di desa. Selama ini, para wisatawan yang datang ke Bromo, hanya melihat matahari terbit tanpa mengetahui potensi wisata lainnya di desa-desa. "Wisatawan hanya datang untuk melihat sunrise, setelah itu pulang," jelas Hasan.

Bupati Hasan menyampaikan gagasan menarik soal pengembangan produk-produk hasil pertanian lokal di desa. Misalnya, buah strawberry, kentang, serta jagung yang bisa dikelola untuk memanjakan para wisatawan.

" Orang yang berkunjung pasti butuh makan juga," jelas Hasan. (d7x/nyo)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=172333

Awal Puasa Ponpes Tak Libur

[ Kamis, 29 Juli 2010 ]
Kegiatan Agustusan Dimajukan

KRAKSAAN - Bulan puasa diperkirakan akan tiba dua minggu lagi. Karena itu, sejumlah pondok pesantren (Ponpes) menyiapkan jadwal libur bagi santri masing-masing. Kebanyakan ponpes harus menyesuaikan jadwal libur dengan sekolah formal mereka.

Seperti halnya di Ponpes Nurul Jadid Paiton. Biro Kepesantrenan Faizin Syamwel mengatakan, tidak ada libur di awal puasa. Santri tetap menjalani aktifitas belajar seperti hari-hari biasa. Santri baru libur pada 17 Ramadhan. "Ini sudah kebijakan pesantren. Sudah begitu beberapa tahun terakhir," tuturnya.

Namun untuk mengisi kegiatan selama bulan puasa, ponpes menyiapkan kegiatan hataman kitab. Hataman tersebut menurut Faizin merupakan rutinitas bulan puasa. Kali ini kegiatan itu akan dimulai pada 8 Agustus. "Sebelum puasa kegiatan sudah dimulai," katanya.

Demikian juga dengan Ponpes Zainul Hasan (Zaha) Gengong Pajarakan. Sekretaris Pesantren A. Taufik Hidayat menginformasikan, santri justru masih di pondok menjelang puasa. Bahkan aktifitas sekolah berjalan seperti biasa. "Tidak ada yang libur. Kecuali madrasah wustho," tutur Taufik.

Hataman kitab juga digelar di Ponpes Zaha. Namun hataman baru dimulai pada awal puasa. Sementara jadwal libur baru diberikan mulai 15 Ramadhan. "Ini sudah ketentuan dari pesantren," pungkasnya.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Kecamatan Kraksaan Sunari memberikan penjelasan berbeda. Ditemui di kantornya Sunari mengatakan, pihaknya belum menerima surat dari Dispendik tentang hari libur selama puasa. Selain itu, urusan tersebut sepenuhnya kewenangan Dispendik Kabupaten Probolinggo.

Namun jika mengacu pada tahun sebelumnya, biasanya libur dilaksanakan menjelang puasa. Menurut Sunari, tahun lalu siswa SD sudah diliburkan 3 hari menjelang puasa. Mereka libur selama sekitar seminggu.

Saat masuk sekolah tidak langsung aktif melakukan kegiatan belajar mengajar. Begitu masuk, siswa langsung mengikuti kegiatan pondok Ramadhan di sekolah masing-masing. Biasanya kata Sunari, kegiatan itu digelar selama sekitar seminggu.

Lebih jauh Sunari mengatakan, bulan puasa kali ini bersamaan dengan kegiatan HUT Kemerdekaan RI. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya menggelar beragam lomba.

Namun, karena bersamaan dengan puasa, maka semua jadwal lomba dimajukan. Yakni digelar pada 31 Juli-8 Agustus. Bahkan, tasyakuran yang biasanya dilaksanakan tepat tanggal 17 Agustus tahun ini dimajukan tanggal 7 Agustus.

Praktis, semua lomba usai dilakukan begitu hari pertama puasa. "Agar di bulan puasa bisa fokus," katanya. Karena itu, saat ini sudah dibentuk kepanitiaan lomba tingkat kecamatan menyambut HUT Kemerdekaan RI. (eem/hn)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=172325

PU Fraksi Bahas Isu Penculikan Anak

[ Kamis, 29 Juli 2010 ]

KRAKSAAN
- Isu penculikan anak yang beberapa hari terakhir meresahkan masyarakat Probolinggo mendapat perhatian serius dari FKNU DPRD Kabupaten Probolinggo. FKNU berharap isu penculikan itu segera diantisipasi. Sehingga, anak-anak bisa belajar dan bermain dengan tenang.

Pernyataan itu disampaikan saat sidang paripurna penyampaian pandangan umum (PU) fraksi tentang nota keuangan rancangan perubahan APBD 2010, Selasa (27/7). Pada PU tersebut FKNU menegaskan, di tengah perayaan HAN (Hari Anak Nasional) ternyata masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan haknya.

"Awan kelabu masih menggelayuti HAN kali ini. Kasus kekerasan kepada mereka terus terjadi. Bahkan model kekerasannya kerap ada di luar nalar dan sungguh menyentak nurani," kata Dedy Suyanto, ketua sekaligus juru bicara FKNU.

Menurut Dedy, dunia anak yang merupakan dunia awal kehidupan adalah dunia yang harus diwarnai dengan kebijakan dan pemikiran kearifan. Sebab, anak-anak akan tumbuh sesuai warna yang dipoleskan pada mereka.

Karena itu, pengaruh keluarga, lingkungan dan pendidikan sangatlah dominan dalam mengarahkan masa depan mereka. "Hak perlindungan, hak kelangsungan hidup dan hak berkembang telah menjadi hak fundamental dalam kebijakan terhadap anak Indonesia," jelasnya.

Namun menurut Dedy, yang terjadi di lapangan masih belum sesuai dengan harapan. "Saat ini kembali anak-anak dibuat tidak tenang. Setelah ketakutan dengan meledaknya beberapa kompor gas di rumah mereka, isu penculikan menghantui kehidupan mereka," jelasnya.

Dengan merebakya isu tersebut, setiap hari gerak-gerik anak-anak jadi dibatasi. "Itu jelas merupakan elegi atau lagu berirama sedih. Yang seharusnya tidak dialami anak-anak Indonesia. Boleh jadi karena elegi itu, banyak anak tidak bisa menyanyikan lagu gembira tentang indahnya masa kanak-kanak," jelasnya.

"Kebanyakan anak kini justru lebih suka menyanyikan lagu orang-orang dewasa. Akibatnya ada banyak anak yang kebrangas atau cepat menjadi dewasa," imbuh Dedy.

Amin Haddar, sekretaris komisi D saat ditemui usai sidang juga mengaku cukup prihatin dengan merebaknya isu penculikan anak tersebut. "Kami berharap masyarakat tidak perlu takut dan percaya begitu saja. Tetapi juga tetap waspada," jelasnya. (mie/hn)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=172324

Jelang Ramadan, Stok Buah Menipis

[ Kamis, 29 Juli 2010 ]
KRAKSAAN - Pasar Buah Semampir kini sedang kekurangan stok buah. Penyebabnya, karena saat ini belum masuk masa panen buah. Padahal, bulan puasa hampir tiba. Biasanya, kebutuhan masyarakat terhadap buah meningkat.

Dalam pantauan Radar Bromo, ada sekitar 10 bedak yang mengalami kekurangan buah. Bahkan beberapa di antaranya kosong. Tidak ada buah, pemilik bedak pun tidak terlihat.

Pasar buah Semampir sendiri menampung sekitar 40 pedagang. Dari jumlah tersebut, tidak semua berdagang buah. Ada beberapa yang membuka toko peracangan serta warung makanan minuman. Sementara pedagang buah terkonsentrasi di bagian Timur pasar. Tepat di sebelah Timur musala di pasar tersebut.

Hasyim, seorang konsumen mengaku khawatir dengan stok buah yang mulai menipis. Sebab menurutnya, keluarganya banyak mengonsumsi buah saat puasa. "Nanti malah kehabisan. Padahal cukup banyak masyarakat yang membutuhkan buah," ujar Hasyim.

Sementara Fadli, 39, pedagang buah asal Kecamatan Krejengan mengaku dagangannya sedikit. Menurutnya, penyebabnya karena dirinya belum panen. Di kiosnya sendiri, Fadli bahkan tak memiliki stok lagi. Sementara yang dipajang adalah dagangan terakhirnya. "Kosong, Mas. Padahal sudah hampir puasa," terang Fadli.

Namun, Fadli mengaku tidak begitu khawatir. Sebab masa panen Semangka dan Timun Mas hampir tiba. "Tenang aja, Mas. Pasti nanti banyak lagi. Banyak yang butuh kalau puasa nanti," tuturnya.

Komentar serupa dikemukakan Aminah, 40, pedagang semangka asal Krejengan. Aminah juga mengaku mulai kehabisan dagangan. Meski masih ada, namun untuk bulan puasa stoknya tidak mencukupi.

Namun sama seperti Fadli, Aminah tidak terlalu khawatir. "Yang penting buahnya bisa dipanen dan tidak rusak. Pasti bisa dijual di bulan puasa," jelasnya optimis.

Ditanya mengenai sejumlah bedak yang kosong, Aminah mengaku tidak tahu. Namun Aminah mengatakan, biasanya bedak itu ada pedagangnya. Aminah menduga pedagang yang bersangkutan kehabisan stok buah.

Sementara saat dikonfirmasi, ketua paguyuban pedagang pasar buah Semampir Ardjawas tidak menampik hal tersebut. Menurut Ardjawas, buah-buah yang ada di bedak memang sedikit.

Namun Ardjawas menolak dikatakan stok buah menipis. Sebab kata Ardjawas, sekarang masih belum masuk masa panen. "Jadi buahnya masih ada di lahan petani," ujar Ardjawas.

Ardjawas memperkirakan, stok buah akan meningkat dua minggu ke depan. Sebab saat itu petani sudah bisa memanen buahnya. "Nanti puasa tidak perlu kuatir. Stoknya bahkan bisa melimpah," pungkasnya. (eem/hn)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=172323

Arah Kiblat Tetap ke Barat

[ Kamis, 29 Juli 2010 ]

PAJARAKAN - Warga NU tak perlu resah dengan pergeseran arah kiblat yang beberapa waktu lalu sempat menjadi pembicaraan hangat. Ketua PWNU Jawa Timur KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah menghimbau agar masyarakat tidak terlalu memasalahkan arah kiblat.

Himbauan itu dia sampaikan saat memberikan sambutan dalam Haflatul Imtihan Ponpes Zainul Hasan Genggong, Senin malam (26/7). Alasannya menurut Mutawakkil, pergeseran arah kiblat tidak boleh memecah persatuan dan kesatuan umat Islam.

Yang terpenting, yakni menjaga kewajiban shalat 5 waktu. Bukan memasalahkan arah kiblat. "Arah kiblat tetap menghadap ke arah barat," tegas lelaki yang juga pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong itu. "Arah kiblat seperti biasanya sudah," tuturnya disambut ger-geran undangan yang hadir.

Selain Mutawakkil, acara itu juga dihadiri Ketua PBNU KH. As'ad Said Ali. As'ad saat memberikan sambutan lebih banyak bicara tentang tantangan NU ke depan yang makin besar.

Karena itu, NU dituntut bisa mengembangkan langkah organisasi dan terobosan baru agar tidak terlindas oleh kelompok lain. Khususnya di bidang ekonomi kerakyatan. "Sebab selama ini kita tertinggal di situ (ekonomi)," ujar As'ad.

As'ad tidak sendirian dari PBNU. Dia juga ditemani H. Marsudi, wakil ketua PBNU koordinator bidang ekonomi. Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Kabupaten Probolinggo. Yakni Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin, Hetua DPRD Ahmad Badawi, Dandim 0820 Letkol Infanteri Heri Setiyono. Juga hadir tamu kehormatan dari Kerajaan Johor, Malaysia, yakni Teuku Abdus Shomad bin Muhammad.

As'ad melanjutkan, ekonomi merupakan sektor penting yang harus diperhatikan. Jika sektor ekonomi dibiarkan, maka kegiatan keorganisasian terasa kurang lengkap. Karena itu, harus ada evaluasi di bidang ekonomi. "Ini menjadi salah satu prioritas PBNU," tegasnya.

Di akhir sambutannya As'ad mengulas tentang NU dan pesantren yang tidak dapat dipisahkan. Pasalnya, NU dilahirkan para kiai. "NU dipenuhi ulama-ulama, eksistensinya bahkan mendunia. Ini patut disyukuri," tuturnya.

Selain itu menurutnya, pesantren bisa membentengi pengaruh budaya luar yang negatif. Bahkan pesantren sebagai pencetak generasi penerus bangsa. "Sangat membanggakan bisa hadir di tengah-tengah pesantren," pungkasnya. (eem/hn)

Sumber: http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=172322